Print

144,000 orang, Hukum & Perayaan Yahuwah

Sebuah ungkapan tua menyatakan: "gereja berlalu, maka duniapun berlalu". Hal ini berlaku pada generasi akhir yang hidup di akhir zaman. Sang Juruselamat menyamakan akhir zaman dengan dunia pada masa air bah, dengan menyatakan:

Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Matius 24: 37-39, NKJV1)

young people making a toast at a partySebelum air bah datang, dunia terlibat dalam pengejaran kesenangan: makan, minum, seks - semua hal yang tidak sesuai dengan realitas ilahi. Hal yang sama juga terjadi pada dunia zaman sekarang. Banyak orang terfokus pada makanan, seks, film, mainan – apa saja dan segala sesuatu yang mereka pikir akan membawa mereka pada "kesenangan" sambil menutup mata dengan fakta bahwa dunia akan segera berakhir.

Gereja yang berasal dari kondisi dunia yang seperti ini, sama seperti dunia, buta dengan realitas ilahi. Gereja telah gagal untuk menjadi terang di dunia dan meskipun memiliki reputasi "agama", telah menjadi satu dengan dunia. Yahuwah tahu bahwa gereja akhir zaman akan menjadi buta dengan kondisi sebenarnya. Dalam rahmat-Nya, Dia mengirimkan peringatan yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh semua orang:

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Yahuwah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (Wahyu 3: 14-16).

Sayangnya (dan ironisnya) peringatan ini, yang disebut pesan Laodikia, berulang kali ditolak oleh orang-orang yang bersikeras bahwa pesan ini tidak berlaku bagi mereka. Peringatan ilahi kemudian menjelaskan mengapa Yahuwah mendapati mereka berada dalam kondisi yang memuakkan: "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang". (Wahyu 3:17).

Ketika seseorang mencampur air panas dengan air dingin, hasilnya adalah air yang tidak dingin atau panas, tetapi hanya sebuah air suam-suam kuku yang memuakkan. Gereja generasi terakhir memiliki perbuatan-perbuatan yang sangat panas. Mereka pergi ke "gereja" dan bahkan pertemuan-pertemuan doa pada pertengahan minggu. Mereka mendukung berbagai pelayanan dengan uang mereka. Mereka mengadakan seminar penginjilan dan klinik berhenti merokok. Mereka sangat bersemangat untuk melakukan perbuatan baik. . . tetapi hati mereka dingin. Perbuatan-perbuatan "panas" mereka tidak dilakukan karena kasihnya kepada Bapa dan Anak, tetapi telah mengalami penurunan menjadi bentuk ‘selamat karena perbuatan’.

Hati yang sombong berusaha untuk mendapatkan keselamatan; namun baik jalan kita ke surga dan kepantasan kita untuk masuk ke sana, keduanya ditemukan di dalam kebenaran [Yahushua]. Sang [Guru] tidak dapat melakukan apa-apa terhadap pemulihan manusia sampai, manusia itu menyadari kelemahannya sendiri, dan melepaskan semua kemampuan pribadinya, dan menyandarkan dirinya ke dalam kendali [Yahuwah]. Barulah dia dapat menerima hadiah yang [Yahuwah] telah nantikan untuk dicurahkan2.

Dan hal yang sungguh-sungguh menyedihkan, adalah bahwa mereka yang memiliki semua perbuatan-perbuatan yang panas, yaitu mereka, yang oleh perbuatan-perbuatan mereka, berusaha untuk mengerjakan jalan mereka ke surga, benar-benar tidak mengetahui bahwa itulah yang mereka lakukan. Mereka buta dan benar-benar tidak tahu bahwa di mata Surga mereka "melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang" dan membutuhkan segalanya. Agama mereka, seperti orang Farisi kuno, adalah sebuah agama yang hanya nampak di luar yang tidak menyentuh hati mereka yang dingin, yang telah dikeraskan oleh dosa. Gabungan antara perbuatan-perbuatan yang panas dengan hati yang dingin menciptakan kehidupan yang "suam-suam kuku" yang, kecuali bertobat dari hal itu, akan benar-benar ditolak oleh Yahuwah.

man holding Bible with tears running down his faceDalam rahmat-Nya, Bapa Surgawi menawarkan solusi dan sebuah obat: "maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat". (Wahyu 3:18).

Kemudian datang jaminan penuh kasih: "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku". (Wahyu 3:19, 20)

Yahushua mati untuk menyelamatkan orang-orang berdosa – bahkan termasuk orang-orang berdosa Laodikia dari generasi terakhir. Karena kebutaan adalah salah satu atribut yang membedakan dari generasi terakhir, mereka yang mengindahkan peringatan ini harus menerima dengan iman bahwa kondisi menyedihkan itu menggambarkan mereka secara individu. Ini harus diterima dengan iman karena orang-orang Laodikia buta dengan kondisi mereka yang sebenarnya. Semua orang yang menerima bahwa pesan Laodikia berlaku bagi mereka secara individu akan diselamatkan.

Kitab Wahyu melanjutkan untuk menggambarkan kelompok orang-orang yang sangat khusus. Karena mereka berasal dari generasi terakhir, mereka adalah orang-orang Laodikia. Mereka menerima dengan iman bahwa pesan Laodikia berlaku kepada mereka dan mereka telah bertobat. Alkitab menyebut mereka kelompok 144.000 orang.

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai [Elohim] yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba [Elohim] kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. (Wahyu 7: 2-4).

144.000 orang ini telah mengindahkan nasehat dari Saksi yang Benar. Dalam pertobatan, mereka telah melihat Sang Juruselamat melakukan bagi mereka apa yang mereka tidak bisa lakukan sendiri.

Emas yang Dia [Yahushua] tawarkan adalah emas tanpa campuran, lebih berharga daripada emas Ophir; karena itulah iman dan kasih. Pakaian putih yang olehnya Dia mengajak jiwa untuk memakainya adalah jubah kebenaran-Nya; dan minyak untuk urapan adalah minyak kasih karunia-Nya, yang akan memberikan penglihatan rohani bagi jiwa yang berada dalam kebutaan dan kegelapan, agar dia dapat membedakan antara pekerjaan Roh [Yahuwah] dan roh dari musuh". Bukalah pintu-pintu anda", kata Sang Pedagang agung, pemilik dari kekayaan rohani, "dan marilah bertransaksi bisnis dengan Aku. Inilah Aku, Penebusmu, yang menasihati anda untuk membeli dari pada-Ku".3

144.000 orang ini telah diubah ke dalam citra Sang Pencipta mereka ketika mereka menerima emas, pakaian putih dan minyak pelumas mata yang ditawarkan kepada mereka. Pakaian putih, yang merupakan kebenaran Sang Juruselamat, melindungi mereka dan mereka diterima di dalam Yang Terkasih. Minyak pelumas mata menyembuhkan dosa-kebutaan mereka, yang menyanggupkan mereka untuk melihat dan memahami semua persyaratan ilahi. Emas iman dan kasih, memimpin mereka ke dalam keyakinan yang penuh pada firman Yahuwah dan seluruh ketaatan pada hukum ilahi, termotivasi oleh kasih.

smiling young womanItulah alasan yang membuat 144.000 orang ini menerima penghargaan khusus di surga.

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. (Wahyu 14: 1-3).

Dengan penyerahan penuh kepada Sang Juruselamat, 144.000 orang ini telah diubahkan. Padahal sebelumnya mereka bangga, membual karena ketajaman rohani mereka, perbuatan-perbuatan mereka, dan "kebenaran" mereka sendiri, namun mereka sekarang bergantung sepenuhnya pada jasa Sang Juruselamat. Bersama dengan Paulus, kesaksian mereka adalah: "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Yahuwah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku". (Lihat Galatia 2:20).

Gambaran yang diberikan di dalam Alkitab dari umat sisa terakhir ini tidak seperti kelompok lain yang perna ada sebelumnya:

Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Yahuwah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Wahyu 14: 4, 5, KJV)

Di dalam Alkitab, "perempuan" digunakan sebagai sebuah simbol gereja. Dengan demikian, "pelacur" melambangkan gereja yang korup, sementara "perawan" adalah sebuah simbol dari gereja yang murni. Fakta bahwa di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta adalah bukti lebih lanjut bahwa kemurnian mereka telah mencapai hati. Orang Laodikia yang suam-suam kuku, yang memiliki perbuatan-perbuatan "panas" tetapi memiliki hati yang "dingin" sudah menjadi masa lalu.

Yahushua menjelaskan bahwa sebuah mulut yang berkata dusta mengungkapkan sebuah hati tersembunyi yang penuh dengan dusta:

Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang". (Markus 7: 20-23).

Seseorang yang tulus masih bisa salah dengan tulus, dengan dusta di mulut mereka, mengajar orang lain dengan kata-kata dan teladan, untuk melakukan apa yang salah atau untuk beribadah pada sebuah hari yang salah. Mereka yang tidak memiliki dusta di mulut mereka telah benar-benar dibersihkan. Dengan hadiah pelumas mata, mereka telah dimampukan untuk melihat semua persyaratan hukum. Dengan iman di dalam Yahushua, yang dimotivasi oleh kasih mereka kepada-Nya, mereka mengembalikan hukum ke tempat yang selayaknya dalam pikiran dan hati manusia. Dengan perkataan dan teladan, mereka menyatakan bahwa "hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik". (Roma 7:12).

Sudah lama suara dari Surga memohon: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan". (Yeremia 6:16) 144.000 orang ini telah melakukan ini. Dengan penglihatan yang telah dipulihkan oleh pelumas ilahi, mereka telah mempelajari Hukum Yahuwah dan menemukan sampai mengejutkan mereka banyaknya area-area dari hukum itu yang telah dinyatakan oleh dunia Kekristenan tidak perlu dan ditinggalkan.

Wilayah utama kebutaan yang meliputi seluruh dunia Kekristenan, yang mencakup setiap denominasi, adalah kapan waktu beribadah. Setelah 144.000 orang ini telah dengan jelas mengerti hukum ilahi, mereka kemudian menjadi pengajar-pengajar. Mereka banyak mengasihi karena mereka telah banyak diampuni, dan mereka mengupayakan semua energi mereka untuk membawa terang bagi mereka yang masih duduk dalam kegelapan. Mereka meningkatkan standar kebenaran menjadi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Pekerjaan yang dilakukan oleh 144.000 orang ini dengan jelas dinubuatkan di dalam Alkitab:

Engkau akan membangun
reruntuhan yang sudah berabad-abad,
dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.
Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus",
"yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat
dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku;
apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan",
dan hari kudus [Yahuwah] "hari yang mulia";
apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu
dan dengan tidak mengurus urusanmu
atau berkata omong kosong,
maka engkau akan bersenang-senang karena [Yahuwah],
dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi
Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu.

(Yesaya 58: 12-14)

Pekerjaan kudus ini telah dinubuatkan oleh Yahushua sendiri tak lama sebelum kematian-Nya pada saat perubahan wujud-Nya. (Lihat Matius 17:1-13) Para murid bingung. Mereka percaya Yahushua sebagai Mesias, tetapi mereka baru saja melihat Elia berbicara kepada-Nya! Mereka bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" (Matius 17:10)

Jawaban Yahushua adalah sebuah respon ganda. Dia pertama-tama melihat ke depan pada 144.000 orang itu, dan  meyakinkan para murid: "Elias [Elia] benar-benar akan datang dahulu, dan memulihkan segala sesuatu". (Ayat 11) 144.000 orang ini yang melakukan pekerjaan Elia. Dengan memegang hukum ilahi dan menyerukan kepada semua orang untuk bertobat dan kembali beribadah kepada Elohim di Surga pada hari-hari kudus-Nya, mereka adalah pemenuhan dari Elia.

Kemudian, dengan memandang ke masa lampau, Yahushua melanjutkan: "dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.  . . . Pada waktu itu mengertilah murid-murid-Nya bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. " (Matius 17: 12-13).

Seperti 144.000 orang itu, Yohanes Pembaptis adalah pemenuhan Elia, melakukan pekerjaan Elia dengan memanggil orang untuk bertobat dan tunduk pada hukum ilahi.

Moses with Ten Commandments

Digunakan atas perkenaan dari Darrel Tank, darreltank.com.

Nubuatan yang dirujuk oleh para murid ketika mereka bertanya tentang Elia datang sebelum Mesias muncul, terdapat di dalam kitab Maleakhi pasal 4. Ini adalah nubuatan yang terakhir dalam Perjanjian Lama, terdapat di dalam ayat-ayat yang terakhir dari pasal terakhir, dari kitab terakhir:

Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari [Yahuwah] yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.. (Maleakhi 4: 4-6)

Penempatan nubuatan ini, di dalam kata-kata yang terakhir tercatat di dalam kitab Perjanjian Lama, tampaknya menunjukkan bahwa teguran ini adalah sangat penting. Instruksi untuk "Mengingat Hukum Musa" menyiratkan bahwa sesuatu telah dilupakan. Nubuat kitab Yesaya pasal 58, yang dikutip sebelumnya, menghubungkan pekerjaan pemulihan dari 144.000 orang itu untuk hari Sabat. Tapi itu jauh melebihi Sabat hari ketujuh mingguan.

"Hukum Musa" termasuk peraturan hukum dan juga menyembah Sang Pencipta pada semua hari-hari kudus-Nya.

"Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.

Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat.

"Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka …  Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. Akulah [Yahuwah, Elohimmu]: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi sebuah tanda di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah [Yahuwah, Elohimmu]". (Yehezkiel 20: 11-13, 18-20, NKJV).

Tanda antara Yahuwah dan umat-Nya bukan hanya Sabat hari ketujuh. Termasuk dalam tanda ini adalah mematuhi semua perayaan, yang merupakan bagian dari peraturan hukum. Perayaan-perayaan ini tercantum dalam Imamat 23 dan perayaan yang paling pertama tercantum adalah Sabat hari ketujuh.

Kata yang diterjemahkan "Sabat" dalam bahasa Inggris sebenarnya berasal dari salah satu dari dua kata Ibrani ini: shabbâth (# 7676) dan shabbâthôwn (# 7677).

Shabbâth (# 7676) Shabbath, sebagai kata benda, berarti "Sabat". . . . "sabat" adalah tanda perjanjian ketuhanan [Elohim] atas ciptaan. Dengan memelihara "sabat", Israel mengaku bahwa mereka adalah orang-orang tebusan [Elohim], yang tunduk pada kekuasaan-Nya dan menaati seluruh hukum-Nya.

Shabbâthôwn (# 7677) sebuah sabbati atau libur khusus: - istirahat, sabbath.4

Kedua kata tersebut digunakan secara bergantian dalam kitab Imamat pasal 23.

Dunia Kekristenan menyatakan Hukum Yahuwah batal ketika meninggalkan perintah keempat yang memerintahkan untuk beribadah pada hari ketujuh dalam sebuah minggu. Bahkan para pemelihara hari Sabat telah melanggar hukum ilahi dengan bersikeras bahwa perayaan tahunan, "sabat" tahunan, entah bagaimana "sudah dihapus" di atas kayu salib.

144.000 orang itu adalah bukan pelanggar hukum. Mereka adalah pemelihara-hukum. Setelah memperhatikan nasihat dari Saksi yang Benar dan setelah membeli dari-Nya emas iman dan kasih, pakaian putih kebenaran-Nya, dan pelumas mata ilahi, mereka melihat keberlangsungan semua hukum ilahi. Mereka "Ingat pada Hukum Musa, hamba [Yahuwah] itu, dengan ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum". Mereka beribadah kepada Sang Pencipta pada Sabat hari ketujuh dan perayaan tahunan mereka juga kuduskan.

person studying BibleSabat hari ketujuh dan perayaan tahunan adalah semuanya "hari-hari raya Yahuwah". Mereka adalah milik-Nya. 144.000 orang ini menunjukkan kedalaman penyucian yang telah terjadi di dalam hati mereka dengan menaati hukum ilahi secara sempurna. Mereka adalah perawan, tidak ada dusta di dalam mulut mereka. Mereka meninggikan hukum ilahi dan seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan Elia sebelum mereka, berusaha untuk menarik orang lain untuk bertobat dan taat kepada hukum ilahi yang suci.

Yahushua, sang  "Adam Kedua", dengan sempurna memelihara hukum ilahi melalui iman kepada Bapa-Nya. 144.000 orang ini, sebagai sebuah metafora "Mempelai Kristus", dalam arti, mereka adalah "Hawa Kedua". Melalui penyerahan total kepada kehendak Yahuwah, dan iman dalam Juruselamat mereka, mereka juga memelihara dengan sempurna hukum Ilahi. Hal ini tidak dilakukan dalam kekuatan mereka sendiri, tetapi oleh dan melalui iman Yahushua.

"Iman" manusia saja tidak cukup. Semua orang yang menang, melakukannya dengan iman Yahushua, hanya iman-Nya yang telah teruji dan dimurnikan di dalam api penderitaan. Iman Yahushua adalah emas yang telah teruji di dalam api.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan [Elohim] kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan [Elohim] kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka". (Wahyu 12:10, 11).

"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah [Elohim] dan iman kepada Yahushua". (Wahyu 14:12). 144.000 orang ini menjadi pemelihara-Hukum yang sempurna ketika mereka mengijinkan Yahushua hidup di dalam mereka dan melalui mereka.

144.000 orang ini, sebagai pemulih pelanggaran yang dibuat di dalam hukum ilahi, secara sempurna memelihara hukum dengan iman Yahushua. Mereka ingat pada Hukum Musa dan beribadah kepada Sang Pencipta pada hari-hari Sabat mingguan-Nya serta perayaan tahunan-Nya. Dengan mengindahkan nasihat dari Saksi yang Benar kepada orang-orang Laodikia, hati mereka telah diubah menjadi serupa dengan gambar ilahi dan mereka adalah mitra yang cocok bagi Yahushua, menjadi pewaris Kerajaan Surga.

Sekarang, sementara undangan rahmat masih terbuka, pilihlah untuk berserah sepenuhnya kepada kehendak Yahuwah. Pilihlah hari untuk berada di antara 144.000 orang itu. Bergabunglah dengan saudara-saudara di seluruh dunia dalam meninggikan hukum Yahuwah dan menghormati Sang Pencipta dengan beribadah kepada-Nya pada semua hari-hari kudus-Nya.

older man reading Bible


Artikel dan Video Terkait:


1 Semua ayat-ayat kitab suci diambil dari Alkitab New King James version, yang dari sumber lain akan dituliskan.

2 Ellen G. White, Desire of Ages, hal. 300.

3 E. G. White, “Look to God for Wisdom,” Review & Herald, 7 Agustus 1894.

4 The New Strong’s Expanded Dictionary of Bible Words, hal. 834.