|
Artikel ini bukan buatan WLC. Saat menggunakan sumber dari penulis luar, kami hanya mempublikasikan konten yang 100% selaras dengan Alkitab dan selaras dengan keyakinan Alkitabiah WLC pada saat ini. Jadi artikel semacam ini bisa dianggap seolah-olah bersumber langsung dari WLC. Kami sangat diberkati oleh pelayanan banyak hamba-hamba Yahuwah. Tetapi kami tidak menyarankan anggota kami untuk mengeksplorasi karya lain dari para penulis ini. Karya lain yang mengandung kesalahan tidak akan kami publikasikan. Sayangnya, kami belum menemukan pelayanan yang bebas dari kesalahan. Jika Anda dikejutkan oleh beberapa konten terbitan yang bukan buatan WLC [baik artikel maupun episode radio], ingatlah kitab Amsal 4:18. Pemahaman kita tentang kebenaran-Nya akan berkembang, seiring bertambah banyaknya terang yang dicurahkan di jalan kita. Kita harus menghargai kebenaran lebih dari hidup itu sendiri, dan mencarinya di mana pun itu dapat ditemukan.
|

Pasal pertama dari Kitab Ayub menceritakan bagaimana Ayub, yang pada suatu pagi terbangun sebagai orang terkaya di Timur, menjadi miskin pada sore harinya. Di pagi hari, ia memiliki 1.000 ekor sapi dan 500 ekor keledai betina; pada sore harinya, semuanya lenyap. Di pagi hari, ia memiliki 7.000 ekor domba dan 3.000 ekor unta; pada malamnya, semuanya telah dibunuh atau dicuri. Di pagi hari, ia memiliki tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan; pada malam harinya, ia kehilangan seluruh anak-anaknya. Di pagi hari, ia memiliki banyak pelayan; pada malamnya, hanya empat orang yang tersisa—semuanya pembawa kabar duka tentang kehancuran hartanya.

Bayangkan Anda berada dalam posisi Ayub, Saudara terkasih. Bagaimana Anda akan merespons? Bagaimana jika banjir, kebakaran, angin topan, atau bencana lainnya yang dikirim oleh Yahuwah membuat Anda jatuh miskin dan kehilangan keluarga saat Anda pulang dari gereja hari ini?
Pasal ini menjelaskan respons Ayub terhadap pencobaan berat tersebut. Pertama, ia menunjukkan kesedihan. Tertulis dalam ayat 20: “Maka berdirilah Ayub, mengoyakkan jubahnya, dan mencukur kepalanya.” Tindakan ini merupakan ekspresi nyata dari dukacitanya. Perlu dicatat bahwa tidak salah untuk berduka saat Yahuwah mengizinkan pencobaan datang dalam hidup kita. Ada waktu untuk segala sesuatu—termasuk waktu untuk menangis. Dalam penderitaan, kita tidak perlu berpikir bahwa kita tidak boleh menangis atau harus tampak kuat demi orang lain. Ayub berduka, demikian pula kita. Namun, dalam dukacita kita, kita tidak boleh menyalahkan Yahuwah secara sembrono.
Kedua, Ayub merespons penderitaannya dengan menyembah Yahuwah. Tertulis dalam ayat 20 bahwa setelah mengoyakkan jubahnya dan mencukur kepalanya, “ia sujud dan menyembah.” Frasa ini mencerminkan sikap dan posisi tubuhnya dalam penyembahan. Ia tersungkur ke tanah, posisi yang menandakan kerendahan hati seorang manusia yang menyadari ketidakberdayaannya dan sepenuhnya bersandar pada Yahuwah.
Ketiga, Ayub membuat pengakuan iman, sebagaimana tercatat dalam ayat 21: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke sana. Yahuwah yang memberi, Yahuwah yang mengambil, terpujilah nama Yahuwah.” Melalui pengakuan ini, Ayub menunjukkan bahwa ia menerima penderitaannya dengan sabar. Terutama dari pengakuan ini, kita perlu mengambil pelajaran. Mari kita kaji lebih dalam agar dapat menjadikannya milik kita dalam masa pencobaan.
MENGAKUI KEDAULATAN YAHUWAH
Inti dari pengakuan Ayub adalah: “Yahuwah yang memberi, dan Yahuwah yang mengambil.” Ayub mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi kepadanya merupakan pekerjaan Yahuwah, yang menunjukkan kedaulatan-Nya.
Mungkin kita akan menanggapi dengan berkata, “Tidak, Ayub, engkau keliru; ini lebih merupakan pekerjaan Setan daripada pekerjaan Yahuwah.”
Memang, pasal ini menyingkapkan peran Setan dalam penderitaan Ayub. Kita mengetahui bahwa suatu hari anak-anak Yahuwah, yakni para malaikat, datang menghadap Yahuwah di surga. Mereka berkumpul untuk menyembah dan menerima perintah dari-Nya. Namun, bersama malaikat baik, Setan pun hadir di surga. Sebelum kematian Kristus, Setan masih diizinkan hadir di hadirat kemuliaan Yahuwah.
Yahuwah melihat Setan dan menyapanya. Mengetahui bahwa tujuan Setan adalah menghancurkan Kerajaan-Nya, menggulingkan segala karya-Nya, dan menjadikan dirinya sebagai kuasa tertinggi alam semesta, Yahuwah bertanya, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun seperti dia di bumi, seorang yang saleh dan jujur, yang takut akan Eloah dan menjauhi kejahatan” (ayat 8). Seakan-akan Yahuwah bertanya kepada Setan, “Jika engkau mengklaim dapat menggulingkan kerajaan-Ku, tidakkah engkau melihat bahwa Ayub adalah warga-Ku yang setia?”
Setan mengakui bahwa ia tidak mampu memalingkan Ayub dari Yahuwah. Karena Ayub diberkati dengan kekayaan yang besar, Setan berargumen bahwa Ayub akan tetap setia selama ia diberkati. Ia mempertanyakan motif kesetiaan Ayub dan menyatakan bahwa Ayub akan setia kepada siapa pun yang membuatnya sejahtera.
Yahuwah memahami hal ini sebagai sebuah tantangan. Jika Ayub melayani Yahuwah bukan karena kuasa yang diberikan Yahuwah kepadanya sebagai anak yang telah diperbarui, melainkan semata-mata karena kekayaan dan kebahagiaan yang diberikan kepadanya, maka Ayub sebenarnya bukanlah anak dan warga Kerajaan yang setia. Oleh karena itu, Yahuwah hendak menunjukkan kepada Setan bahwa argumennya keliru. Karena Setan berpendapat bahwa Ayub melayani Yahuwah hanya karena kekayaan yang diberikan kepadanya, maka Yahuwah mengizinkan Setan untuk mengambil seluruh harta milik Ayub.
Dengan demikian, dalam satu sisi, pencobaan Ayub adalah hasil dari pekerjaan Setan. Gagasan untuk menimpakan penderitaan kepada Ayub berasal dari Setan. Bahkan pelaksanaan penderitaan itu pun merupakan pekerjaan Setan karena ia diberi kuasa untuk melakukannya—namun tetap dalam batas kedaulatan dan kehendak Yahuwah. Maka, kita mungkin tergoda untuk berkata kepada Ayub: “Engkau salah! Engkau keliru saat berkata bahwa Yahuwah yang memberi dan Yahuwah yang mengambil!” Dan kita mungkin berkata pula, saat penderitaan menimpa kita: “Yahuwah tidak mengirimkan penderitaan ini!”
Namun, kita akan keliru jika berpikir demikian. Ayub benar. Ayub mengakui bahwa Yahuwah adalah penyebab utama dari segala sesuatu yang terjadi. Ia tidak perlu memahami bagaimana dan mengapa penderitaan itu terjadi untuk menyatakan pengakuan tersebut. Ia tidak perlu mengetahui percakapan antara Yahuwah dan Setan yang berlangsung di surga. Ia hanya perlu memahami bahwa Yahuwah adalah satu-satunya Pribadi yang berdaulat dan yang melaksanakan segala sesuatu sesuai dengan keputusan dalam kehendak-Nya! Karena tidak ada satu pun yang terjadi dalam hidup kita selain yang diizinkan dan dikirimkan oleh Yahuwah, maka baik Ayub maupun kita dapat mengakui kuasa kedaulatan Yahuwah: “Yahuwah yang memberi, Yahuwah yang mengambil.”
Barangkali bagian pertama dari pengakuan Ayub, “Yahuwah yang memberi,” terasa lebih mudah untuk kita terima. Sering kali, kita mengabaikan fakta bahwa segala sesuatu berasal dari Yahuwah; sebaliknya, kita justru mengaitkan keberhasilan kita dalam mengumpulkan kekayaan, membangun rumah tangga, dan membesarkan anak-anak sebagai hasil jerih payah kita sendiri. Namun, Yahuwah secara berulang mengingatkan bahwa semua kerja fisik dan rohani kita hanya dapat berhasil melalui kuasa-Nya. Anak-anak adalah anugerah dari Yahuwah, dan segala sumber daya adalah berkat dari-Nya. Meskipun kita memperoleh harta melalui kerja keras, kekuatan untuk bekerja dan berkat atas usaha kita itu pun berasal dari Yahuwah. Yahuwah-lah yang menyediakan segala sesuatu.
Teks ini mengajarkan bahwa apa yang benar tentang pemberian dari Yahuwah juga, dan selalu, benar dalam hal pengambilan-Nya. “Yahuwah yang mengambil.” Yahuwah memberi kepada umat-Nya sesuai dengan maksud dan keputusan-Nya, sebagai wujud kuasa dan kasih-Nya yang berdaulat. Ketika Ia mengambil orang-orang yang kita kasihi atau harta milik kita, hal itu pun tetap selaras dengan maksud dan keputusan-Nya; dan itu juga merupakan pernyataan dari kuasa-Nya yang berdaulat serta manifestasi kasih-Nya kepada umat-Nya di dalam Kristus.

Jangan pernah berkata, Saudara terkasih: “Yahuwah yang memberi, tetapi Setan yang mengambil!” Seolah-olah Yahuwah bermaksud agar aku tetap memiliki harta dan orang-orang yang kukasihi, namun ada kuasa lain yang lebih besar dari Yahuwah yang telah merampasnya dariku! Janganlah demikian! Sebaliknya, akuilah kuasa kedaulatan Yahuwah! Hanya Dia-lah Elohim yang sejati! Ia berkuasa melakukan segala yang dikehendaki-Nya! Dan dalam segala hal, Ia akan bertindak demi memuliakan nama-Nya!
Namun timbul pertanyaan: mengapa Dia mengambilnya? Mengapa Dia mengambil sesuatu yang begitu berharga bagi kita? Jawabannya adalah: Ia melakukannya dalam kasih-Nya!
MEMPERCAYAI KASIH SETIA YAHUWAH
Ayub percaya pada kasih setia Yahuwah. Ia memahami bahwa penderitaan yang diizinkan Yahuwah terjadi adalah bukti kasih, bukan kebencian.
Setan berusaha keras dalam penderitaan ini untuk meyakinkan Ayub bahwa Yahuwah membencinya. Pertama, ia mengatur agar penderitaan Ayub terjadi pada hari pertama dalam satu pekan. Kita dapat menyimpulkan hal ini karena dikatakan bahwa anak-anak Ayub berpesta di rumah anak yang sulung, dan bahwa masing-masing anak secara bergiliran menjadi tuan rumah pesta mingguan tersebut. Setelah rangkaian pesta selesai, Ayub mempersembahkan korban bagi semua anaknya. Kemungkinan besar, malam sebelumnya atau pagi hari penderitaan itu, Ayub telah mempersembahkan korban bakaran dan korban penghapus dosa, serta mengalami persekutuan dengan Yahuwah, sehingga hatinya dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Yahuwah bagi dirinya dan anak-anaknya. Setan menggunakan waktu ini untuk mengguncang iman Ayub, agar Ayub mempertanyakan kasih Yahuwah. Sama halnya jika kita mengalami ibadah yang penuh penghiburan, menikmati perjamuan kudus, lalu pulang ke rumah dan menemukan bencana besar terjadi—Setan ingin kita bertanya, “Inikah kasih Yahuwah?”

Kedua, perhatikan bahwa sementara unta, lembu, dan keledai dicuri, domba-domba Ayub dibinasakan oleh api yang turun dari langit. Domba-domba itu adalah hewan kurban utama Ayub bagi Yahuwah. Kini, mereka dibinasakan oleh api penghakiman dari langit. Dalam Alkitab, api dari langit merupakan lambang penghakiman Yahuwah—seperti pada penghancuran Sodom dan Gomora, atau pada hari penghakiman terakhir. Setan ingin Ayub menyimpulkan bahwa Yahuwah telah menolak korban-korbannya. “Mengapa Yahuwah menghakimi aku dengan membakar dombaku? Apakah Ia membenci persembahanku?”
Ketiga, seluruh anak-anak Ayub dimusnahkan. Ayub juga memahami keberadaan perjanjian (covenant). Meskipun mungkin pemahamannya tidak sejelas kita sekarang, ia menyadari bahwa perjanjian Yahuwah berlangsung lintas generasi. Pada titik ini, Ayub bisa saja berpikir, “Yahuwah tidak memiliki perjanjian dengan aku. Dia hanya menghancurkannya.” Dalam cara yang serupa, Setan mengarahkan perhatian kita kepada bencana-bencana yang diizinkan Yahuwah terjadi dalam hidup kita, dan berupaya membuat kita berpikir bahwa Yahuwah membenci kita.
Namun sampai pada batas tertentu, Ayub memahami kasih setia Yahuwah. Dengan menggunakan nama “Yahuwah,” Ayub menunjukkan bahwa penderitaannya berasal dari Elohim pribadinya, satu-satunya Elohim yang sejati. Penderitaan ini tidak berasal dari dewa-dewa Kasdim atau berhala-berhala orang Syeba; melainkan datang dari Yahuwah, Elohim yang mengasihi Ayub! Lebih lanjut, dengan menyebut nama Yahuwah, Ayub menyatakan pengakuannya akan kasih setia Yahuwah yang tidak berubah. Dalam konteks ini, karya Yahuwah dalam mengizinkan penderitaan sangat berbeda dengan peran Setan di dalamnya. Penting untuk kita ingat bahwa pencobaan dan ujian pada dasarnya berasal dari situasi yang serupa. Namun, Setan memanfaatkan keadaan tersebut sebagai godaan untuk merusak kasih karunia Yahuwah dalam diri kita dan menumbuhkan kebencian terhadap-Nya. Sebaliknya, Yahuwah menggunakan keadaan yang sama sebagai ujian untuk menguatkan iman dan kesalehan kita, yang berakar pada kasih-Nya kepada kita.
Penderitaan yang diizinkan Yahuwah menimpa umat-Nya selalu bersumber dari kasih-Nya. Tidak ada motif lain bagi-Nya dalam mengizinkan pencobaan terjadi atas kita. Melalui pencobaan-pencobaan ini, Ia mempersiapkan kita bagi kemuliaan yang telah disediakan! Itulah mengapa penderitaan dan ujian dialami oleh anak-anak Yahuwah—ini semua adalah karunia kasih yang agung bagi para pendosa seperti kita, yang hanya dapat kita terima melalui kematian Kristus di kayu salib.
Inilah yang dipercayai Ayub. Tidak ada satu pun indikasi bahwa Ayub berpikir Yahuwah kini membencinya. Ia tidak menuduh Yahuwah telah berpura-pura mengasihinya. Jika ia berpikir demikian, ia akan bersalah karena menuduh Yahuwah secara sembrono. Tetapi ia tidak melakukannya. Dalam perkataannya, “Yahuwah yang memberi, Yahuwah yang mengambil,” Ayub menyatakan: “Semua ini dilakukan dalam kasih-Nya. Yahuwah mengasihi aku!”
Pengakuan ini juga harus menjadi milik kita dalam penderitaan. Yahuwah tidak berubah. Ia telah menunjukkan kasih-Nya kepada gereja melalui kematian Kristus. Ia tidak akan pernah membenci gereja. Ia juga telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita secara pribadi dengan mencurahkan keselamatan melalui Roh Kudus dalam hati kita. Ia tidak akan membenci kita. Semua yang Ia izinkan terjadi adalah karena kasih-Nya—termasuk penderitaan yang pahit. Dalam kasih, Ia mengoreksi, mendidik, memurnikan, dan membersihkan kita, seperti emas diuji dalam api. Tetapi selalu, semuanya karena kasih.
Bisakah Anda mempercayainya? Bisakah Anda mengakuinya jika malam ini Anda pulang dari ibadah di gereja dan mendapati semua harta benda Anda hilang dan orang-orang yang Anda kasihi telah tiada? Dalam kuasa Kristus dan pengenalan sejati akan Yahuwah, kita bisa! Dan untuk melakukannya, kita juga harus percaya kepada hikmat besar Yahuwah.
MEMPERCAYAI HIKMAT BESAR YAHUWAH
Hikmat Yahuwah adalah kemampuan-Nya untuk mengatur segala sesuatu yang terjadi sedemikian rupa sehingga tujuan ilahi-Nya tercapai. Tujuan tersebut, sebagaimana kita ketahui, adalah kemuliaan nama-Nya melalui keselamatan umat-Nya. Maka ketika Yahuwah mengizinkan penderitaan menimpa hidup kita, hanya dua kemungkinan yang dapat terjadi: entah Yahuwah telah melupakan tujuan-Nya dan membiarkan segalanya berada dalam bahaya, atau sebaliknya, segala sesuatu—termasuk penderitaan kita—merupakan bagian dari rencana-Nya untuk mencapai tujuan tersebut. Manakah yang Anda percayai, Saudara terkasih? Apakah Yahuwah pernah membahayakan rencana-Nya sendiri? Tidak, karena Eloah kita adalah eloah yang berhikmat.
Teks ini menunjukkan bahwa Ayub percaya kepada hikmat Yahuwah melalui dua cara. Pertama, dikatakan, “Dalam semuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Eloah berbuat yang kurang patut.” Secara harfiah: “tidak menuduh Yahuwah melakukan kebodohan.” Ini berarti Ayub tidak berkata bahwa Yahuwah adalah bodoh. Ia tidak menuduh Yahuwah dengan kebodohan. Karena Roh Kudus menarik perhatian kita pada apa yang tidak dilakukan Ayub, maka kita dapat menyimpulkan apa yang ia lakukan: Ayub mengakui dan menghormati hikmat Yahuwah.
Kedua, keyakinan Ayub terhadap hikmat Yahuwah juga terlihat dari pernyataannya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke sana.” Yang dimaksud “ke sana” adalah kembali ke tanah, asal manusia (debu tanah), bukan kembali ke rahim ibu. Ayub memiliki pemahaman akan firman Yahuwah kepada Adam: “Engkau debu dan akan kembali menjadi debu.”
Melalui pernyataan ini—“Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke sana”—Ayub menyampaikan kesadarannya akan ketidaklayakannya terhadap harta benda yang pernah dimilikinya. Ia datang ke dunia tanpa membawa apa-apa dan tidak memiliki hak untuk memperoleh apa pun dari Yahuwah. Seluruh anak-anak dan kekayaannya adalah milik Yahuwah. Kini, Yahuwah telah mengambil semuanya dalam kedaulatan-Nya.
Namun, melalui kata-kata ini, Ayub juga mengakui kebijaksanaan Yahuwah. Ia berkata, “Aku datang telanjang.” Artinya, ia datang ke dunia untuk melayani Yahuwah, bukan untuk melayani dirinya sendiri! Karena tujuan hidupnya adalah untuk melayani Yahuwah, maka ia tidak perlu dilahirkan dengan kepemilikan duniawi. Yahuwah-lah yang setiap hari mencukupi segala kebutuhannya demi pengabdian tersebut. Dan ketika kematian tiba, ia pun tidak memerlukan harta apa pun. Dengan demikian, Ayub memahami bahwa pengambilan semua miliknya oleh Yahuwah merupakan bentuk persiapan menuju hari kematiannya. Bukan berarti Ayub menganggap bahwa hari kematiannya sudah dekat, tetapi ia menyadari bahwa hari itu akan tiba dan menafsirkan tindakan Yahuwah dalam terang kesadaran akan akhir hidup tersebut.
Namun, dalam pernyataannya, Ayub juga menunjukkan keyakinan bahwa apa yang Yahuwah ambil darinya adalah bagian dari persiapan untuk kematiannya. Ia tidak semata-mata percaya bahwa kematian sudah dekat, tetapi ia menyadari bahwa kematian adalah suatu kepastian. Maka ia melihat bahwa pencabutan semua harta itu adalah langkah Yahuwah untuk mempersiapkannya menghadapi kematian dengan hati yang bebas dari keterikatan duniawi.
Apakah kita juga mengenali hikmat Yahuwah dalam penderitaan kita? Betapa mudahnya kita tergoda untuk menuduh Yahuwah bertindak tanpa bijaksana. Kita mungkin berkata, “Mengapa Yahuwah melakukan ini kepadaku? Semua rencanaku kini gagal total. Aku tidak mengerti bagaimana mungkin aku bisa melayani-Nya dalam keadaan seperti ini.” Atau kita mungkin bersikap seolah-olah Yahuwah tidak memperlakukan kita dengan baik. Namun, Ayub mengajar kita untuk melihat bahwa setiap peristiwa, termasuk penderitaan, adalah bagian dari rencana berhikmat Yahuwah untuk mempersiapkan kita bagi kemuliaan dan untuk memuliakan nama-Nya.
Apakah Anda dapat mengakui hikmat Yahuwah? Apakah Anda memahami rencana keselamatan-Nya melalui Kristus? Jika ya, maka Anda juga dapat melihat bahwa segala sesuatu yang menimpa kita merupakan wujud nyata dari hikmat-Nya yang besar.
Ketika dalam penderitaan kita mengakui kuasa, kasih, dan hikmat Yahuwah, maka kita akan siap untuk mengucapkan apa yang diucapkan Ayub berikutnya: “Terpujilah nama Yahuwah.”

MENGINGINKAN NAMA YAHUWAH DIPERMULIAKAN
Nama Yahuwah senantiasa dipermuliakan ketika manusia bersujud, memuliakan, dan melayani Dia. Keinginan Ayub, sebagaimana tersirat dalam teks, adalah agar dirinya sendiri dan keempat hambanya yang masih hidup—yang telah menyaksikan dan mengalami kehancuran besar—tidak berkata apa-apa selain ini: “Terpujilah nama Yahuwah!” Bahwasanya segala jalan dan perbuatan-Nya adalah baik.
Saudara terkasih, hendaklah setiap pria, wanita, dan anak-anak yang mendengar tentang bencana yang menimpa Ayub hari ini berkata pula: “Terpujilah nama Yahuwah!” Hormatilah Eloah ini! Bersujudlah di hadapan-Nya dan sembahlah Dia! Dan apabila kelak bencana serupa menimpa Anda, nyanyikanlah kebesaran-Nya! Katakanlah kepada siapa pun yang datang menghibur Anda, “Aku tidak akan mempertanyakan maksud atau jalan-Nya; aku hanya akan menyerahkan segala kemuliaan kepada-Nya.”
Melalui pengakuannya yang utuh—terutama dalam keinginannya agar nama Yahuwah dipermuliakan—Ayub menunjukkan kasih karunia pemeliharaan yang terus-menerus dianugerahkan Yahuwah kepada umat-Nya. Di sinilah kita melihat bagaimana Yahuwah secara mutlak menggagalkan rencana Setan. Setan sebelumnya berkata, “Ia akan mengutuki Engkau di hadapan-Mu” (ayat 11). Ia dengan cermat merancang rincian penderitaan Ayub agar Ayub tergoda mempertanyakan kuasa, kasih, dan hikmat Yahuwah, dan akhirnya mengutuki-Nya. Namun, alih-alih mengutuki, Ayub justru menyatakan, “Terpujilah nama Yahuwah!”

Inilah penghiburan bagi kita dalam masa-masa pencobaan. Pernahkah Anda bertanya-tanya sebelumnya, bagaimana mungkin Anda dapat memuliakan nama Yahuwah dalam penderitaan yang akan datang? Bersandarlah kepada Yahuwah—kasih karunia-Nya akan memampukan Anda untuk melakukannya! Ataukah Anda pernah memuliakan nama-Nya dalam pencobaan-pencobaan di masa lalu? Itu adalah bukti bahwa kasih karunia-Nya telah dinyatakan. Untuk mengalami kasih karunia ini, kita harus mengakui kuasa-Nya yang berdaulat, kasih-Nya yang setia, dan hikmat-Nya yang agung. Melalui kuasa, kasih, dan hikmat-Nya itulah Ia memelihara dan memperlengkapi kita untuk memuliakan nama-Nya. Dalam pencobaan, anak-anak Yahuwah terkadang bisa terjatuh dalam tuduhan terhadap-Nya. Namun, Yahuwah menyatakan kuasa, kasih, dan hikmat-Nya dengan membawa kita kembali kepada pertobatan yang tulus dan penyesalan akan dosa, serta menyadarkan kita bahwa segala sesuatu yang Ia lakukan adalah demi kebaikan kita.
Sebab Yahuwah akan menang! Dalam peperangan antara Yahuwah dan Setan, Yahuwah akan senantiasa meraih kemenangan! Dan kita dapat turut mengalami serta menyatakan kemenangan itu dalam penderitaan kita dengan memuliakan nama-Nya. Ketika kita mengenali kasih Yahuwah bagi kita di dalam Kristus dan memohon kasih karunia agar dapat memuliakan Dia dalam penderitaan, Ia akan memampukan kita berkata bersama Ayub: “Terpujilah nama Yahuwah.” Amin.

Artikel ini bukan buatan WLC ditulis oleh Rev. Doug Kuiper.
Kami telah mengeluarkan nama-nama dan gelar-gelar umum dari Bapa dan Anak yang ada di dalam artikel ini, dan menggantinya dengan nama-nama dan gelar-gelar asli yang sudah diberikan. Kami juga melakukan hal yang sama pada kutipan-kutipan Alkitab yang ada, dengan mengganti nama-nama dan gelar-gelar yang ada dengan nama-nama dan gelar-gelar asli sebagaimana yang dituliskan oleh para penulis Alkitab yang terilhami. -Tim WLC
| Di website WLC, kami telah mengembalikan nama-nama dan gelar-gelar umum dari Bapa dan Anak, sebagaimana yang sebelumnya ditulis oleh para penulis Alkitab yang terilhami. Klik di sini untuk mengundu versi Alkitab tersebut. Versi Alkitab (RNV) ini adalah bukan berasal dari WLC. -Tim WLC |

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” 2 Tawarikh 7:14, 15
Salah satu fakta paling menakjubkan dalam kehidupan rohani adalah bahwa Yahuwah mendengar dan menjawab doa. Alkitab penuh dengan kesaksian orang-orang yang doanya telah dijawab dengan nyata, dan setiap anak Yahuwah yang tulus dapat juga merasakan pengalaman ini secara pribadi.
Doa menghubungkan manusia dengan Yahuwah. Doa menjadi jembatan antara kelemahan manusia dan kemahakuasaan Yahuwah. Dari kelemahan, manusia dijadikan kuat. Lihat Ibrani 11:34.
Keistimewaan Doa
1. Apa itu doa?
Ketika kamu berdoa, katakanlah: Bapa kami yang di sorga. Lukas 11:2. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:15–16
Dan karena Yahushua adalah sahabat orang-orang berdosa, Ia mengundang yang paling berdosa sekalipun untuk datang kepada Yahuwah melalui Dia.
Jawaban:
A. Seruan jiwa yang sedang membutuhkan.
Doa adalah seruan dari jiwa yang membutuhkan, tetapi tidak hanya sebatas itu.
Kasihanilah aku, ya Yahuwah, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. Mazmur 31:9
Elohim adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita, penolong yang hadir dalam kesesakan. Mazmur 46:1
B. Membuka hati kepada Yahuwah.
Doa sejati adalah membuka hati kepada Yahuwah sebagaimana kepada seorang sahabat. Doa bukan sekadar meminta sesuatu. Doa bukan hanya Tindakan berbicara dari pihak manusia atau pihak Yahuwah. Doa adalah gabungan keduanya—dan lebih dari itu. Kadangkala doa adalah persekutuan dalam keheningan—hanya perasaan khusuk akan kehadiran-Nya.
Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Elohim. (Mazmur 46:10)
Yahuwah meminta kita memanggil-Nya “Bapa”; karena itu kita dapat datang kepada-Nya dengan bebas membawa permasalahan maupun sukacita kita.
2. Apa yang bukan merupakan doa?
Jawaban: Berdoa bukanlah sebuah jasa dengan imbalan perkenaan Yahuwah. Yahushua berkata: Dia … menurunkan hujan kepada orang benar maupun orang yang tidak benar.” (Matius 5:45)
Jika doa menjamin semua yang kita inginkan, maka mungkin kita akan lebih banyak berdoa untuk meminta hal-hal duniawi dan bukan untuk kekudusan, dan hal-hal duniawi itu tidak akan digunakan untuk kebaikan kita maupun untuk kemuliaan Yahuwah.
Doa bukanlah pameran atau pertunjukan (Matius 6:1–8). Doa adalah persekutuan dengan Yahuwah, dan dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun ketika jiwa manusia sungguh-sungguh merindukan Penciptanya.
3. Mengapa kita berdoa?
Empat pertanyaan yang akan membantu menemukan jawabannya:
A. Apakah untuk memberi informasi kepada Yahuwah?
Ya Yahuwah, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Yahuwah. (Mazmur 139:1–4)
Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya.
(Matius 6:8). Bersikaplah hormat ketika kamu berbicara kepada Yahuwah, maka doamu akan didengar.
B. Apakah untuk membuat Yahuwah bersedia?
Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapa Surgawimu, Dia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya! (Lukas 11:13)
Doa adalah mengambil bagian dalam kerelaan Yahuwah: Doa tidak membuat Dia bersedia, karena Dia memang selalu bersedia menolong kita.
C. Apakah untuk mengubah Yahuwah?
Akulah Yahuwah, Aku tidak berubah. (Maleakhi 3:6)
Dalam Dia tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. (Yakobus 1:17). Ada syarat untuk pemenuhan janji-janji Yahuwah; karena itu jawaban-Nya dapat bervariasi. Tetapi Yahuwah tidak pernah berubah. (Ibrani 13:8). Marilah sekarang, dan baiklah kita berperkara bersama-sama. (Yesaya 1:18)
D. Apakah untuk mengubah kita?
Doa adalah kekuatan terbesar yang belum dimanfaatkan di alam semesta untuk mengubah hal yang paling perlu diubah—manusia itu sendiri. Kita berdoa agar kita mampu menerima Dia. Doa tidak membawa Yahuwah turun kepada kita, tetapi membawa kita naik kepada-Nya. Bacalah pengalaman Paulus dalam Kisah Para Rasul 9:10–18.

Kesiapan Yahuwah Untuk Menjawab
4. Bagaimana Yahushua menggambarkan kesediaan Bapa Surgawi untuk memberikan apa yang kita butuhkan ketika kita memohon?
Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapa Surgawimu, Dia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Lukas 11:13).
Jawaban: Tidak ada seorang ayah manapun, yang hatinya baik, yang akan menolak permintaan makanan dari anaknya yang lapar. Apakah dia akan berjanji memberikan makanan yang baik dan bergizi, lalu kemudian justru memberikan batu?
Kuasa Doa
5. Bagaimana Yahushua menggambarkan kuasa tak terbatas yang dapat diterima setiap murid yang beriman melalui doa?
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:21–22)
6. Apa bagian kita dalam menerima jawaban doa?
Jawaban: Bacalah kisah orang Farisi dan pemungut cukai di Bait Suci (Lukas 18:10–14). Perhatikan dengan cermat delapan poin berikut:
A. Menyadari kebutuhan kita akan Yahuwah.
“Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus.” (Yesaya 44:3)
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)
B. Mengakui Yahuwah sebagai penolong yang tidak tergantikan.
“Akulah pokok anggur, kamu adalah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak; sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)
Lihat juga: Yakobus 1:17; Yesaya 50:10–11
C. Berdoa dengan iman.
“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Yahuwah yang memberi kepada semua orang dengan murah hati dan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Tetapi hendaklah ia memintanya dengan iman, dan sama sekali tidak bimbang.” (Yakobus 1:5–6)
Mintalah dengan iman (Ibrani 11:6)
D. Mengakui dan meninggalkan segala dosa.
“Siapa yang menyembunyikan dosanya tidak akan beruntung, tetapi siapa yang mengakuinya dan meninggalkannya akan mendapat belas kasihan.” (Amsal 28:13)
“Jika aku menyimpan kejahatan dalam hatiku, Yahuwah tidak akan mendengarkan aku.” (Mazmur 66:18). Lihat juga Amsal 28:9.
Akui dan tinggalkan dosa. Kita tidak boleh hanya bersandar pada perasaan; kita harus bertindak. (1 Samuel 12:19)
Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum (1 Yohanes 3:4). Kita harus meninggalkan dosa, dan ketaatan harus menjadi aturan hidup kita. Itu adalah buah dari iman sejati. Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:20).
E. Berdoa sesuai dengan kehendak Yahuwah.
“Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39, lihat juga ayat 42)
“Kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa” (Roma 8:26).
Jawaban yang diterima terkadang adalah Tidak, atau Belum sekarang; sebuah penundaan. Tetapi percayalah kepada Yahuwah. Ia tahu yang terbaik.
F. Tekun bersama Yahuwah.
Bacalah Lukas 18:1–8 — kisah janda yang terus memohon.
Bertekunlah dalam doa. Rutinlah berdoa. Ini memerlukan iman dan kesungguhan, sebagaimana dalam doa Elia meminta hujan dan menyuruh hambanya tujuh kali naik ke puncak bukit untuk melihat tanda-tanda hujan.
G. Berdoalah dalam nama Yahushua.
“Apa pun yang kamu minta dalam namaku, aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam anak.” (Yohanes 14:13)
Berdoa dalam nama Yahushua berarti berdoa dalam pikiran dan semangat Yahushua, sambil percaya kepada janji-Nya, bergantung pada anugerah-Nya, dan melakukan pekerjaan-Nya.
H. Mendengarkan, tidak hanya berbicara.
Lihat Habakuk 2:1
Ruang doa bukan hanya tempat berbicara, melainkan tempat mengamati. Menunggu Yahuwah berbicara dalam doa terkadang menjadi satu-satunya jawaban yang kita perlukan atas permohonan kita.

Syarat-syarat Untuk Mendapatkan Jawaban
7. Mengapa beberapa doa tidak dijawab?
Jawaban: Untuk mendapatkan jawaban doa, kita harus menghapus semua hambatan yang menghalangi saluran doa. Pertimbangkan empat hal berikut:
A. Kita harus mengampuni orang lain.
“Jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu yang di surga juga akan mengampuni kamu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni orang lain, maka Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14–15; lihat juga Matius 18:21–35)
B. Kita harus mendoakan orang lain.
“Yahuwah memulihkan keadaan Ayub, setelah ia berdoa untuk sahabat-sahabatnya.” (Ayub 42:10; lihat juga Matius 5:44)
Seseorang yang selalu berdoa “Ya Tuhan, berkati aku”, tidak akan menjadi seperti Yahuwah dalam karakter. Kita harus memiliki pandangan ke luar, tidak hanya ke dalam. Jhon Knox berdoa, “[Yahuwah], berikan aku Skotlandia atau aku mati.” Ia berdoa bagi musuh-musuhnya.
Jika kita tidak mendoakan mereka yang menyakiti kita, kita pasti akan membenci mereka. Doa tulus untuk mereka penting bagi keselamatan kita sendiri.
C. Kita harus saling mengakui kesalahan.
“Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” (Yakobus 5:16; lihat juga Matius 5:23–24)
Kita harus mengakui kesalahan kepada mereka yang telah kita rugikan. Ini adalah bentuk kesopanan dasar. Jika kamu mematahkan kaki seseorang, lakukan yang terbaik untuk memperbaikinya. Jika kamu mematahkan hatinya, hanya kamu yang bisa memperbaikinya. Lakukan ini sekarang dengan kebaikan dan kata-kata tulus.

D. Kita harus mengembalikan apa pun yang diambil dengan penipuan atau perampokan.
“Jika orang fasik mengembalikan barang jaminan, mengembalikan apa yang telah dirampasnya, berjalan dalam ketetapan kehidupan tanpa melakukan kejahatan, maka ia akan hidup, ia tidak akan mati.” (Yehezkiel 33:15; lihat juga kisah Zakheus dalam Lukas 19:1–9)
8. Dengan cara bagaimana Yakobus mengatakan Yahuwah akan menjawab doa dengan iman?
“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Yahuwah yang memberi kepada semua orang dengan murah hati dan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Tetapi hendaklah ia memintanya dengan iman, dan sama sekali tidak bimbang. Sebab orang yang bimbang adalah seperti ombak laut yang diombang-ambingkan angin.” (Yakobus 1:5–6)
9. Dengan kekuatan apa Yakub menang di sungai Yabok?
Lihat Kejadian 32:24–28
Jawaban: Dengan kekuatan iman. Doa yang tekun.
10. Apa yang dikatakan Yohanes sebagai syarat untuk mengalami kuasa doa yang efektif?
“Dan apa pun yang kita minta, kita terima dari-Nya, karena kita menuruti perintah-Nya dan melakukan apa yang menyenangkan di hadapan-Nya. Dan inilah keyakinan kita kepada-Nya: bahwa jika kita meminta sesuatu menurut kehendak-Nya, Ia mendengar kita. Dan jika kita tahu bahwa Ia mendengar kita, maka kita tahu bahwa kita telah menerima apa yang kita minta kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22; 5:14–15)

Pujian Dalam Doa
11. Apa yang dikatakan Paulus yang selalu menyertai doa sejati?
“Jangan khawatir tentang apa pun, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Yahuwah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
12. Apa yang terjadi saat Paulus dan Silas menambahkan pujian dalam doa mereka?
Lihat Kisah Para Rasul 16:25–26
Jawaban: Di penjara Filipi, dalam keadaan menderita karena pukulan yang kejam dan kaki mereka dibelenggu, Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan pujian kepada Yahuwah. Malaikat dikirim dari surga untuk membebaskan mereka. Bumi bergetar karena jejak kaki para utusan surgawi, dan pintu penjara terbuka, membebaskan para tahanan.
Doa Pribadi Dan Doa Di Depan Umum
13. Nasihat apa yang diberikan Yahushua kepada murid-muridnya mengenai kehidupan doa pribadi?
“Tetapi engkau, apabila engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat dari tempat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6)
CATATAN: Milikilah tempat khusus untuk doa pribadi. Yahushua memiliki tempat-tempat tertentu untuk bersekutu dengan Yahuwah, dan kita pun harus demikian.
14. Jenis doa lain apa yang didukung oleh Yahushua dengan janji kehadirannya?
“Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari antara kamu di bumi sepakat meminta apa pun juga, maka permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapaku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaku, di situ aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:19–20)
CATATAN: Kita tidak boleh berkumpul hanya untuk diam. Waktu bersama harus diisi dengan kesaksian singkat dan doa-doa yang langsung pada pokoknya. Mintalah, percayalah, dan terimalah.
Sikap Fisik Dalam Doa

15. Teladan apa yang ditunjukkan Daniel dan Paulus mengenai sikap fisik saat berdoa?
“Saat didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Eloahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:10). “Dan ketika ia selesai berbicara, ia berlutut dan berdoa bersama mereka semua.” (Kisah Para Rasul 20:36)
Silakan baca juga: Lukas 22:41; Kisah Para Rasul 9:40; 7:59–60; 21:5; Ezra 9:5–6; 2 Tawarikh 6:1–13; Efesus 3:14
CATATAN: Baik dalam ibadah umum maupun pribadi, adalah kewajiban kita untuk berlutut di hadapan Yahuwah saat kita menyampaikan permohonan kepada-Nya. Tindakan ini menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya.
16. Dengan cara bagaimana Yahuwah menginginkan kita mendekat kepada-Nya dalam doa selama ibadah umum?
“Marilah kita sujud menyembah dan berlutut di hadapan Yahuwah, Pencipta kita.”
(Mazmur 95:6)
CATATAN: Doa yang disampaikan oleh Salomo saat pentahbisan bait suci tidak dilakukan dalam posisi berdiri. Raja itu berlutut dalam sikap rendah hati, sebagaimana seharusnya seperti seorang pemohon.
Hendaklah orang-orang datang dengan lutut yang ditekuk, sebagai subjek dari kasih karunia, seorang pemohon di kaki takhta belas kasihan. Dengan demikian ia menyatakan bahwa seluruh jiwa, tubuh, dan rohnya tunduk kepada Penciptanya.
Mengapa Kita Harus Berdoa Sekarang
17. Mengapa kita secara khusus dianjurkan untuk berdoa sekarang?
“Karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!.” (Roma 13:11–12)
Jawaban: Petrus berkata: “Akhir dari segala sesuatu sudah dekat; karena itu kuasailah dirimu dan berjaga-jagalah dalam doa.” (1 Petrus 4:7)
Jika kita ingin siap menyambut Yahushua, baik melalui kematian maupun pada saat kedatangannya, kita harus membiasakan diri untuk berdoa setiap hari dan senantiasa berdoa. Pagi, siang, dan malam kita harus menaikkan jiwa kita kepada Yahuwah. Yahushua berkata: “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan supaya hari itu jangan tiba-tiba jatuh atasmu seperti jerat… Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu layak untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan supaya kamu dapat berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:34, 36)
“Karena apa pun yang lahir dari Yahuwah mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4, Restored Names Scripture)
Apakah anda mau berkomitmen untuk lebih mengenal Yahuwah dengan menyediakan waktu setiap pagi untuk berbicara dengan-nya dalam doa pribadi yang kudus dan rahasia?

|
Artikel ini bukan buatan WLC. Saat menggunakan sumber dari penulis luar, kami hanya mempublikasikan konten yang 100% selaras dengan Alkitab dan selaras dengan keyakinan Alkitabiah WLC pada saat ini. Jadi artikel semacam ini bisa dianggap seolah-olah bersumber langsung dari WLC. Kami sangat diberkati oleh pelayanan banyak hamba-hamba Yahuwah. Tetapi kami tidak menyarankan anggota kami untuk mengeksplorasi karya lain dari para penulis ini. Karya lain yang mengandung kesalahan tidak akan kami publikasikan. Sayangnya, kami belum menemukan pelayanan yang bebas dari kesalahan. Jika Anda dikejutkan oleh beberapa konten terbitan yang bukan buatan WLC [baik artikel maupun episode radio], ingatlah kitab Amsal 4:18. Pemahaman kita tentang kebenaran-Nya akan berkembang, seiring bertambah banyaknya terang yang dicurahkan di jalan kita. Kita harus menghargai kebenaran lebih dari hidup itu sendiri, dan mencarinya di mana pun itu dapat ditemukan.
|

Mazmur 31:5 “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku; selamatkanlah aku, Yahuwah, Eloah yang setia…” 14 “Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, Yahuwah! Aku berkata: ‘Engkaulah Elohimku!’ 15 Masa hidupku ada dalam tangan-Mu; lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan dari orang-orang yang mengejarku! 16 Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu.”
Seratus tahun sebelum Martin Luther memulai Reformasi Protestan, tokoh-tokoh seperti John Hus telah mempersiapkan jalannya. Hus adalah seorang imam Katolik Roma di Bohemia yang menentang berbagai penyimpangan dalam gereja. Karena berani mengkritik paus dan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Firman Yahuwah, John Hus dijatuhi hukuman mati dibakar sebagai seorang bidat. Ketika ia diikat pada tiang pembakaran, seorang uskup berkata, “Kini kami menyerahkan jiwamu kepada iblis.” John Hus menjawab, “Namun aku menyerahkan rohku ke dalam tanganmu, ya Tuan [Yahushua] Kristus, rohku yang telah engkau tebus.”¹
Mazmur 31:5 telah menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi umat kudus sepanjang zaman.
|
Mazmur 31:5 telah menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi umat kudus sepanjang zaman. Doa ini merupakan doa pertama yang diajarkan para ibu Yahudi kepada anak-anak mereka sebelum tidur. Kalimat ini pun sering menjadi kata-kata terakhir yang terucap dari bibir orang-orang kudus menjelang kematian, saat mereka menyerahkan diri kepada pemeliharaan Yahuwah. Setelah berjam-jam menderita di salib menanggung dosa dunia, Yahushua pun mengucapkan kata-kata ini sebelum wafat: “Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku.”
Ini adalah doa pengakuan iman yang paling mendalam! Ketika kita membaca Mazmur 31, kita dapat merasakan dampak emosional dari penderitaan Daud. Ia menggambarkan hidupnya sebagai “habis karena susah hati,” tubuhnya lemah dan mendekati maut karena dukacita dan tekanan batin (ayat 9–13). Bahkan penderitaan itu sempat membuatnya tergoda untuk berpikir bahwa Yahuwah tidak peduli, namun pada akhirnya ia bersandar pada kasih Yahuwah dan mendorong orang lain dengan berkata, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Yahuwah!” (ayat 22–23).
Seiring dengan keyakinan untuk menyerahkan hidup ke dalam tangan Yahuwah, Daud juga mengingatkan kita: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu” (ayat 15). Ini adalah pemikiran yang sangat menghibur! Misionaris Afrika terkemuka, Dan Crawford (1870–1926), pernah mengungkapkannya demikian: “Seluruh jalan hidupku—kapan, di mana, dan untuk apa—semuanya ada dalam tangan-Nya!”²
DOA PEMIKIRAN: Dalam 1 Petrus 4:19, rasul Petrus menggemakan kata-kata ini: “Karena itu, baiklah mereka yang harus menderita sesuai dengan kehendak Eloah, menyerahkan jiwanya kepada Pencipta yang setia, dan terus melakukan yang baik.” Mungkin Anda merasa seperti Daud? Dikepung dari segala arah, tanpa jalan keluar! Daud mengajak kita untuk berhenti hidup berdasarkan perasaan dan mulai hidup berdasarkan iman. Bawa segala kekhawatiran dan perasaan Anda kepada Yahuwah dan ingatlah:
“Oleh karena nama-Mu, tuntunlah dan pimpilah aku.” (ayat 3)
“Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu.” (ayat 16)
“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kau simpan bagi orang-orang yang takut akan Engkau.” (ayat 19)
¹ Foxe’s Book of Martyrs, Bab VIII – Penganiayaan terhadap John Hus
² John Philips, Exploring the Psalms, Volume 1, hlm. 236
Artikel ini bukan buatan WLC. Sumber: https://s3.amazonaws.com/media.cloversites.com/19/196db2ea-297d-4503-9a12-49043489c907/documents/Jan_4_-_Into_Your_Hands_-_Psalm_31.pdf
Kami telah mengeluarkan nama-nama dan gelar-gelar umum dari Bapa dan Anak yang ada di dalam artikel ini, dan menggantinya dengan nama-nama dan gelar-gelar asli yang sudah diberikan. Kami juga melakukan hal yang sama pada kutipan-kutipan Alkitab yang ada, dengan mengganti nama-nama dan gelar-gelar yang ada dengan nama-nama dan gelar-gelar asli sebagaimana yang dituliskan oleh para penulis Alkitab yang terilhami. -Tim WLC
|

“Hidup adalah ‘lembah air mata’, masa pencobaan dan penderitaan, persiapan yang tidak menyenangkan tetapi diperlukan menuju kehidupan setelah mati, di mana hanya di sanalah manusia dapat berharap menemukan kebahagiaan.”
(The Inferno, Dante Alighieri) (Gambar: Vale of Tears oleh Gustave Doré)
|
Ada alasan mengapa hidup sering disebut sebagai “lembah air mata.” Hidup di dunia yang penuh dosa, dengan kodrat manusia yang telah jatuh, memang sulit. Penderitaan terjadi. Hal-hal buruk menimpa orang-orang baik. Dalam kitab Ayub, Elifas mengamati dengan tepat: “Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan; melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.” (Ayub 5:6-7)

Namun, pernahkah Anda menyadari bagaimana reaksi orang terhadap penderitaan bisa sangat berbeda? Ada yang kehilangan iman sepenuhnya, sementara yang lain justru keluar dari “malam gelap jiwa” dengan iman yang jauh lebih kuat. Perbedaan antara keduanya terletak pada bagaimana seseorang memilih untuk memandang pengalaman tersebut. Jika Anda ingin melewati ujian hidup dengan iman yang semakin kuat, penting untuk berfokus pada keuntungan jangka panjang, bukan pada rasa sakit jangka pendek.
Adalah hal yang wajar untuk fokus pada penderitaan dan kesulitan dari ujian hidup, namun mata iman dapat memilih untuk melihat manfaat jangka panjang dari pengalaman itu — dan di sinilah rahasia untuk meningkatkan iman melalui pencobaan.
Pencobaan diizinkan demi kebaikan kita: untuk menghancurkan kita, membentuk kembali kita, dan menyelaraskan kita dengan kehendak Yahuwah.
Pencobaan Menghancurkan Kita
“Supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Eloah, supaya utusan itu mundur dariku. Tetapi jawab Eloah kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan, dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:7-10)
Saat hidup berjalan lancar, kita cenderung mengandalkan diri sendiri, namun itu tidak mengajarkan kita untuk bergantung pada Yahuwah.
|
Berapa banyak orang yang hanya berdoa saat mereka membutuhkan bantuan? Saat hidup berjalan lancar, kita cenderung mengandalkan diri sendiri, namun itu tidak mengajarkan kita untuk bergantung pada Yahuwah. Kita melihat hal ini dalam pengalaman bangsa Israel. Berkali-kali, mereka dibawa ke dalam situasi putus asa: mereka terperangkap di Laut Merah tanpa jalan keluar, air minum mereka habis, makanan mereka habis, dan kemudian air minum mereka habis lagi… Semua pengalaman ini diizinkan agar mereka belajar berpaling kepada Yahuwah.
Yahuwah bisa saja mengirim manna sebelum makanan mereka habis. Ia bisa saja menyediakan air sebelum mereka haus. Tetapi jika itu terjadi, mereka akan kehilangan pelajaran yang perlu mereka pelajari. Kemandirian dan kepercayaan diri justru menjauhkan kita dari Yah.
Pelajaran ini tidak harus menyakitkan. Pencobaan hidup dimaksudkan untuk mendekatkan kita kepada Bapa. Saat kita bekerja sama, sengatan dari kekecewaan akan digantikan oleh manisnya kepercayaan.
Pencobaan Membentuk Kembali Kita
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih [Yahuwah] telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:3-5)
Setiap pencobaan memiliki tujuan. Yeremia menegaskan bahwa Yahuwah “tidak dengan rela hati menindas dan mendukakan anak-anak manusia.” (Ratapan 3:33). Bapa menimbang setiap pencobaan sebelum mengizinkannya terjadi. Ia tahu seberapa banyak yang bisa kita tanggung, dan hanya mengizinkan minimum yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan: ketergantungan kepada-Nya.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab [Yahuwah] setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)
Diperlukan iman untuk mempercayai bahwa bahkan dalam kekacauan dan kebingungan akibat kehilangan dan tragedi, Yahuwah sedang bekerja demi kebaikan kita — tetapi inilah janji Kitab Suci: “Kita tahu sekarang bahwa [Yahuwah] turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.” (Roma 8:28)
Saat kita memilih untuk percaya melalui penderitaan, kita sedang secara aktif memilih untuk dibentuk kembali. Kita menanggalkan keraguan dan ketakutan dari kodrat kita yang telah jatuh dan memilih iman. Ini tidak hanya memperkuat iman kita tetapi juga mempercepat proses transformasi. Pencobaan ini adalah alat yang digunakan Yahuwah untuk membentuk kita menjadi serupa dengan gambar-Nya. Inilah cara orang percaya memperoleh kekuatan, hikmat, dan mulai memancarkan citra ilahi.
Pencobaan Menyelaraskan Kita
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan sesudah kamu menderita seketika lamanya, [Yahuwah], sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” (1 Petrus 5:8-11)
Iblis tentu bermaksud agar pencobaan melemahkan iman kita sehingga kita melepaskan pegangan pada Yahuwah. Namun, pencobaan itu sendiri justru mendatangkan manfaat bagi kita dalam banyak cara, yang semuanya mengubah dan menyelaraskan kita dengan kehendak Yahuwah. Pencobaan mengungkapkan apa yang tersembunyi dalam hati kita. Mereka memberikan kesempatan untuk bertobat. Pencobaan juga memperlihatkan titik-titik lemah dalam iman kita, memberikan peluang untuk berpaling kembali kepada Yahuwah. Pencobaan menjadi kesempatan untuk pertumbuhan karakter, membentuk kita menjadi serupa dengan gambar Yahuwah, dan menyelaraskan kita dengan kehendak-Nya dalam hidup ini.
Penderitaan memiliki tujuan. Itu bukan kebetulan, dan bukan tanpa makna. Itu ada demi kebaikan kekal kita. Saat kita menerima pencobaan dan memilih untuk percaya, saat kita membiarkannya menghancurkan, membentuk kembali, dan menyelaraskan kita dengan kehendak Bapa, pencobaan yang terasa paling berat akan menjadi berkat terbesar dalam hidup kita.
“Percayalah kepada YAHUWAH dengan segenap hatimu,
dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri;
akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
(Amsal 3:5-6)


Ketika anak pertama saya diletakkan di pelukan saya, satu pikiran paling mendominasi benak saya: “Saya yang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan kecil ini. Tidak ada orang lain. Bahkan jika seorang pengasuh menyakitinya saat saya tidak ada, saya tetap bertanggung jawab karena sayalah yang memilih siapa yang boleh menjaganya.”
Sebagai orang percaya, kita ingin membesarkan anak-anak kita agar menjadi warga Kerajaan Yahuwah. Tentu, memberikan pendidikan yang baik, berharap mereka menemukan pasangan hidup yang tepat, dan memiliki keamanan finansial adalah hal-hal yang kita inginkan bagi mereka. Namun, perhatian utama yang mendasari setiap harapan dan keinginan kita adalah agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Yah bersama dengan anak-anak kita di sisi kita.
Permasalahan yang membingungkan banyak orang tua adalah bahwa Kitab Suci tidak memberikan terlalu banyak rincian tentang bagaimana tepatnya kita harus melakukannya.
Efesus 6:4 mengatakan: “Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Yahuwah.” Amsal 13:24 sejalan, menyatakan: “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya, tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” Dengan kenangan masa kecil saat dihukum, mudah untuk mengira bahwa disiplin sama dengan hukuman, tetapi kenyataannya keduanya sangat berbeda.
Disiplin ≠ Hukuman
Kamus American Heritage mendefinisikan disiplin sebagai: “Latihan yang dimaksudkan untuk menghasilkan karakter atau pola perilaku tertentu, khususnya pelatihan yang menghasilkan peningkatan moral atau mental… Perilaku yang terkendali sebagai hasil dari pelatihan disipliner; pengendalian diri.”
Hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita adalah mengajarkan pengendalian diri. Itu diperoleh melalui disiplin. Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab yang diberikan Yah untuk melatih anak-anak kita, mendidik mereka dalam kebenaran dan dalam perilaku ilahi yang kita ingin mereka tunjukkan. Dasar dari disiplin adalah pengendalian diri. Para prajurit memiliki disiplin. Atlet dan pesenam sangat disiplin, demikian pula musisi, seniman, dan siapa pun yang melalui latihan telah mengasah keterampilan apa pun.
Menjadi orang tua itu sulit. Ya, memang memberi kepuasan, tetapi mari kita jujur: menjadi orang tua dengan benar adalah pekerjaan yang berat! Anak-anak tidak lahir dengan pengetahuan tentang cara merapikan tempat tidur setiap pagi. Mereka tidak lahir dengan pemahaman bahwa mereka harus menyikat gigi, berbagi mainan, bekerja dengan tekun, jujur, dan tidak meledak-ledak. Itu semua datang melalui pelatihan. Seorang anak yang dibiarkan memukul saat marah akan tumbuh menjadi seseorang yang memukul istrinya atau atasannya. Ia bahkan bisa berakhir di penjara, memberi kesempatan kepada pemerintah untuk mengajarkan melalui hukuman apa yang gagal ia pelajari melalui disiplin di masa kecil.
Didiklah anak menurut jalan yang patut baginya
Saat melatih anak-anak kita, penting untuk memahami perbedaan antara sifat berdosa dan sifat kekanak-kanakan. Tidak setiap hal kecil adalah serangan rohani atau kemenangan rohani. Beberapa hal hanya bersifat biologis. Beberapa hal adalah konsekuensi dari hidup di dunia berdosa. Sama seperti menjadi manusia bukanlah dosa, maka menjadi anak-anak juga bukanlah dosa secara inheren. Sifat kekanak-kanakan bukanlah dosa, dan tidak seharusnya diperlakukan sebagai dosa.
Lukas 2:52 sering diterjemahkan sebagai: “[Yahushua] makin bertambah besar hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh [Yahuwah] dan manusia.” Namun, dalam bahasa Yunani aslinya, bukan bentuk lampau “makin bertambah” yang digunakan, melainkan kata kerja intransitif yang artinya Yahushua terus-menerus bertumbuh dalam hikmat, pertumbuhan fisik, serta kasih dari Yah dan manusia.
Yahushua sempurna sebagai anak usia tiga tahun, tetapi bukan dengan hikmat dan pengalaman orang dewasa. Ia sempurna sebagai anak usia sembilan tahun, usia tujuh belas, namun belum dengan hikmat usia tiga puluh. Sifat kekanak-kanakan bukanlah sifat berdosa dan tidak boleh diperlakukan sebagai demikian. Yang perlu dilakukan adalah pelatihan. Pengajaran. Amsal 22:15 memperjelas hal ini: “Kebodohan melekat pada hati anak (orang muda), tetapi tongkat didikan akan mengusir itu daripadanya.”
Jadi, benar. Anak-anak memang membutuhkan koreksi, tetapi bukan karena mereka adalah anak-anak, dan tidak pernah—tidak pernah boleh—dilakukan dengan kemarahan. Itu hanya akan mengajarkan bahwa kekuatan menentukan kebenaran.
Maka ketika ia dewasa, ia tidak akan menyimpang darinya
Amsal 22:6 adalah janji yang menarik sekaligus sering disalahartikan: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Sebagai orang tua, kita cenderung mengartikan ini sebagai jaminan bahwa jika kita melakukan semuanya dengan benar, maka anak-anak kita yang telah dewasa akan tetap setia dan menjadi orang Kristen yang taat. Namun, itu bukan yang sebenarnya dijanjikan.
Amzal 22:15: “Kebodohan melekat pada hati anak (orang muda), tetapi tongkat didikan akan mengusir itu daripadanya”
|
Yahuwah tidak pernah memaksa kehendak siapa pun. Anak-anak kita adalah individu yang memiliki hak yang diberikan Yah untuk menerima atau menolak keselamatan, sama seperti kita. Janji ini meyakinkan bahwa ketika mereka sudah tua, anak-anak kita tidak akan dapat menghapus prinsip-prinsip dan nilai-nilai ilahi yang ditanamkan sejak masa kanak-kanak. Mereka mungkin berusaha keras, berlari sejauh dan secepat mungkin dari kebenaran itu, tetapi kebenaran yang ditanamkan dalam masa kecil akan tetap ada di dalam hati mereka, meskipun mereka menolak untuk hidup sesuai dengannya.
Sebagai orang tua, mudah untuk mengira bahwa tugas kita adalah meyakinkan anak-anak kita akan kebenaran. Kita ingin mereka membuat keputusan yang kita anggap benar. Dan mari kita akui: kadang-kadang anak-anak kita yang telah dewasa membuat pilihan yang salah, dan mereka harus menanggung konsekuensinya. Namun, tugas meyakinkan bukanlah tanggung jawab kita. Itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Yahushua menjanjikan bahwa setelah kenaikannya, dia akan mengirim Penghibur untuk melakukan pekerjaan yang sangat khusus: “Dan kalau dia datang, dia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.” (Yohanes 16:8). Jika Anda mau meluangkan waktu, energi, dan usaha untuk melatih anak-anak Anda, jika Anda mendidik mereka dalam kebenaran dan keadilan, jika Anda mengoreksi mereka dan mengajarkan kedisiplinan pengendalian diri, maka Yahuwah akan memberkati usaha Anda.
Yesaya 49:25 memberikan jaminan akan berkat Yahuwah: “Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau, dan Aku akan menyelamatkan anak-anakmu.” Kata melawan dalam bahasa Ibrani berarti memohon, berjuang, dan membela. Dengan kata lain, Yahuwah berjanji untuk melakukan segala sesuatu yang berada dalam kuasa-Nya demi menyelamatkan anak-anak kita. Maka, ketika mereka telah dewasa, apa pun pilihan yang mereka buat dalam kehidupan selanjutnya, benih-benih yang ditanamkan di masa kecil akan selalu ada, sebagai dasar bagi Roh Yah untuk terus bekerja dan menarik mereka kembali kepada-Nya.

|
Kepatuhan menguduskan hari Sabat bukanlah sebuah beban melainkan sebuah sukacita!
Pelajari rahasia cara menjadikan hari Sabat menjadi sebuah hari yang menyenangkan.
|
Saya senang anggota tim WLC tetap anonim, karena saya mempunyai sebuah pengakuan dan ini adalah sebuah hal yang memalukan. Sungguh memalukan. Apakah anda sudah siap?
Pengakuan: Dalam sebagian besar hidupku hari Sabat telah menjadi sebuah beban.
 |
|
Rambut yang dibentuk berombak, gaun cantik, dan makanan lezat membuat Sabat terasa istimewa, namun juga menciptakan sebuah harapan akan apa yang dianggap perlu agar pengudusan Sabat menjadi tepat.
|
Saya telah menguduskan hari Sabat dari rahim ibu saya. Dengan kata lain, dalam seluruh hidupku. Jangan salah sangka, saya selalu menyukai hari Sabat. Sebagai seorang gadis kecil, hari Sabat adalah hari yang sangat spesial. Ibu saya mempercantik rambut saya dengan gaya berombak pada malam sebelumnya dan mengenakan gaun cantik berendah untuk dipakai ke gereja. (Adalah penting untuk memakai hal yang terbaik saat pergi ke rumah Yahuwah). Makanan pada hari Sabat sangat lezat, itu adalah makanan siap saji dan makanan penutup yang nikmat. Dalam ibadah, kami akan bernyanyi, “Jangan Lupakan hari Sabat (hari yang telah diberkati oleh Tuhan kita)” dan “Kita Memiliki Enam Hari untuk Bekerja dan Bermain (Hari yang ketujuh adalah untuk Yesus)”. Hari Sabat selalu membuat saya merasakan sebuah kebahagian yang indah.
Tapi, itu juga telah menjadi sebuah beban. Setelah makan Sabat, orang-orang dewasa akan secara aktif berpartisipasi dalam “kegiatan normal” -itu adalah kata-kata candaan yang maksudnya adalah tidur siang. Jika ada tamu, mereka akan duduk-duduk dan membicarakan hal-hal yang tidak bisa saya pahami. Yang paling ditunggu dari hari itu datang saat matahari terbenam ketika (akhirnya) hari Sabat berakhir!. Saat itulah kesenangan sesungguhnya dimulai dengan menikmati krupuk jagung dan bermain-main.
Dan semakin umur saya bertambah, semakin banyak beban pada hari Sabat yang saya dapatkan. Sebagai orang dewasa, ada harapan tertentu tentang bagaimana pemeliharaan Sabat dilakukan: makanan harus dipersiapkan sehari sebelumnya; rumah kami harus disucikan. Sebagai seorang ibu, sangat sulit untuk memastikan semua orang sudah mandi, menata rambut anak-anak perempuan, menyiapkan makanan, mengemas tas popok, semuanya harus siap untuk menyambut hari Sabat.
Saat mencoba sebisa mungkin, saya tidak pernah bisa benar-benar menyiapkan semuanya sampai tuntas. Saya dapat membuat anak-anak tampil bersih; menyiapkan makanan sampai selesai; dan mengemas tas popok. Tapi satu hal yang tidak pernah bisa saya selesaikan adalah menyetrika pakaian. Mengenakan pakaian yang terbaik ke rumah Yahuwah berarti mengenakan pakaian khusus yang memerlukan persiapan khusus. Menyetrika kemeja dan celana panjang untuk suami dan tiga anak laki-laki saya, juga gaun untuk kedua putri saya dan saya sendiri. . . adalah cukup berat dan, setelah menghabiskan satu minggu yang panjang di tempat kerja, suami saya sudah terlalu lelah untuk membantu.
Suatu ketika, saya mencoba menyetrika pakaian untuk hari Sabat di awal minggu, namun menjelang hari Sabat tiba, tekanan dari tumpukan pakaian lain di dalam lemari membuat pakaian saya dan anak-anak perempuan saya yang akan dikenakan pada hari Sabat menjadi kusut. Di lain waktu, saya mencoba menyetel alarm saya lebih pagi, sebelum matahari terbit, tapi rasanya tidak tepat untuk bekerja sampai fajar menyingsing. Jadi, minggu demi minggu, saya mendapati diri saya menyetrika pakaian kami setelah anak-anak terlelap di tempat tidur. Dan minggu demi minggu, saya berjuang dengan rasa bersalah karena tidak dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu untuk “menjaga pinggiran” pada hari Sabat.
Namun, kesalahan terburuk dari semuanya adalah ketakutan yang saya rasakan mengenai waktu hari Sabat dimulai. Dan setelah mendapat pengetahuan tentang hari Sabat lunar dan kapan sebuah hari yang alkitabiah dimulai, hal itu menjadi lebih mudah karena waktu-waktu kudus menjadi lebih singkat. Itu saja.
Saya menyukai hari Sabat. Saya benar-benar menyukainya. Tapi itu sangat sulit, sehingga bukannya menjadi hari istirahat, malahan, bagi saya, hari Sabat justru menjadi hari terberat dalam setiap minggu! Dan kelelahan fisik pada hari yang sulit itu diperparah oleh rasa bersalah yang kurasakan karena tidak menyelesaikan setrikaan dan bahkan lebih buruk lagi, merasa kuatir pada hari terbaik dalam sebuah minggu!
The Sabbath: A Burden?
The Sabbath is one of Yahuwah’s most precious gifts! How could something intended for our blessing become so twisted that it actually becomes a burden?
Sabbath observance is synonymous with the Jews. But even for them, the Sabbath became a burden. To this day, the most conservative of Jews will hire a “Shabbat goy” (a gentile) to come to their homes on Sabbath to turn on lights, turn on the stove, change hearing aid batteries, or other menial tasks that would be “work” (and thus breaking the Sabbath) for the Jew to do.
Most Christians would never take Sabbath observance this far, but the idea might seem to have merit: hire a neighbor kid to come in and make your life easier on the Sabbath. The problem is, doing so violates not just the letter of the law, but the spirit of the law as well. The fourth commandment clearly states: “Remember the Sabbath day, to keep it holy. Six days shalt thou labour, and do all thy work: But the seventh day is the Sabbath of Yahuwah thy Eloah: in it thou shalt not do any work, thou, nor thy son, nor thy daughter, thy manservant, nor thy maidservant, nor thy cattle, nor thy stranger that is within thy gates.” (Exodus 20:8-10, KJV)
In a news article about the Lakewood, New Jersey Police Department stepping in to help perform menial tasks for the 60,000 Orthodox Jews living in their community, Hemant Mehta observed:
Even from a religious angle, what the Jews are doing violates the spirit of the law. If you’re not supposed to switch on the lights because your Holy Book says so, then don’t do it. Forget church/state separation — asking cops to do your dirty work because you choose not to do it is just a waste of the officers’ time. They’re not your personal weekend servants. In fact, there are people Orthodox Jews can hire (“shabbat goy“) to do those tasks for them, but even that seems problematic if they take the Sabbath seriously. To quote one online commenter, “If your religion says you can’t turn on the light, then sit in the dark or convert.”1
It was this very mentality among the Israelites of His day that Yahushua denounced. From the beginning of His public ministry, the Saviour tried to teach the people the blessing of true Sabbath observance. Mark 2 records: “And it came to pass, that He [Yahushua] went through the corn fields on the Sabbath day; and His disciples began, as they went, to pluck the ears of corn. And the Pharisees said unto Him, Behold, why do they on the Sabbath day that which is not lawful?” (Mark 2:23-24, KJV)
The Pharisees were not accusing the disciples of stealing. It was part of the Levitical laws handed down through Moses that any person who was hungry, could help themselves from the fields or orchards of others, taking only what they could eat right then. The Pharisees knew this. What they were accusing the disciples of doing was working.
“Corn” could also be translated as “grain.” By “plucking the ears of corn” and then eating it, the Pharisees were accusing the disciples of, first, harvesting on the Sabbath. Then, secondly, when they rubbed the grain between their hands to remove the chaff, that act could be construed to be “threshing.”
 |
|
The Jews have developed very ritualistic traditions for Sabbath observance. Many Sabbath-observant Christians have adopted this same attitude.
|
Yahushua understood what they meant and He wanted to lift the heavy burden Sabbath-keeping had become, transforming it into the blessing Yah originally intended. Knowing the high regard in which the Pharisees held David, the Saviour gently asked: “Have ye never read what David did, when he had need, and was an hungred, he, and they that were with him? How he went into the house of Yah in the days of Abiathar the high priest, and did eat the shewbread, which is not lawful to eat but for the priests, and gave also to them which were with him?” (Mark 2:25-26, KJV)
He was trying to draw them beyond a ritualistic, very legalistic observance of the Sabbath. Then, Yahushua made a statement that very beautifully establishes for all time that the Sabbath is meant to be a gift, not a burden. He said: “The Sabbath was made for man, and not man for the Sabbath: Therefore the Son of man is Lord also of the Sabbath.” (Mark 2:27-28, KJV)
Sadly, the Israelites were not interested in changing their practices. To this day, Sabbath-keeping among the vast majority of Jews is not a spiritual blessing, but a traditional obligation. Shortly before His death, Yahushua made a final attempt to break through the works-oriented stony hearts of the Pharisees. It’s a heartbroken plea to return to the true spirit of the law, and is recorded in Matthew 23. Yahushua was concerned for the influence the Israelites would have on the converts He knew would come in as the gospel message spread. He said, do not do what the Pharisees do:
For they bind heavy burdens and grievous to be borne, and lay them on men’s shoulders; but they themselves will not move them with one of their fingers. Woe unto you, scribes and Pharisees, hypocrites! for ye compass sea and land to make one proselyte, and when he is made, ye make him twofold more the child of hell than yourselves. (See Matthew 23:3-4, 15, KJV.)
Satan has worked hard to spread this same attitude toward the Sabbath among Sabbath-keeping Christians. There are very good reasons why many Sunday-keeping Christians accuse Sabbatarians of being legalistic. But that is not the fault of the Sabbath. Now, this close to the end of earth’s history, it is time to reclaim the Sabbath; to delight in it as the tremendous gift it truly is.
The Sabbath: For all people
If you or someone close to you is wondering, “Why all the fuss over a day? I worship every day!” I would like to gently suggest that such a response entirely misses the point of the Sabbath. It stems from a misunderstanding that views the Sabbath as a burden, rather than a delight.
| “What did the Savior mean when He said that “the sabbath was made for man, and not man for the sabbath”? I believe He wanted us to understand that the Sabbath was His gift to us, granting real respite from the rigors of daily life and an opportunity for spiritual and physical renewal. [Yah] gave us this special day, not for amusement or daily labor but for a rest from duty, with physical and spiritual relief.”
Russell M. Nelson, “The Sabbath Is a Delight.” |
Furthermore, it suggests that there are certain obligations or requirements (as well as certain blessings) held solely in reserve for the biological descendents of Abraham. This is not true. It’s a false idea perpetrated by Zionists, that the Jews are superior while all gentiles are somehow less than.
Peter was forcefully shown that all are alike in the eyes of Yahuwah when Cornelius, a Roman centurion and righteous man, converted and received the same outpouring of the Holy Spirit that the disciples had received on Pentecost.
Peter declared: “Of a truth I perceive that Yahuwah is no respecter of persons:
But in every nation he that feareth Him, and worketh righteousness, is accepted with Him.” (Acts 10: 34 and 35, KJV)
Yahuwah’s gifts are freely available to all, and that includes the gift of the Sabbath. In deeply moving words, the prophet, Isaiah, records:
Thus saith Yahuwah, Keep ye judgment, and do justice: for my salvation is near to come, and my righteousness to be revealed.
Blessed is the man that doeth this, and the son of man that layeth hold on it; that keepeth the Sabbath from polluting it, and keepeth his hand from doing any evil.
Neither let the son of the stranger, that hath joined himself to Yahuwah, speak, saying, Yahuwah hath utterly separated me from His people: neither let the eunuch say, Behold, I am a dry tree.
For thus saith Yahuwah unto the eunuchs that keep my Sabbaths, and choose the things that please Me, and take hold of My covenant;
Even unto them will I give in Mine house and within My walls a place and a name better than of sons and of daughters: I will give them an everlasting name, that shall not be cut off.
Also the sons of the stranger, that join themselves to Yahuwah, to serve Him, and to love the name Yahuwah, to be His servants, every one that keepeth the Sabbath from polluting it, and taketh hold of My covenant;
Even them will I bring to My holy mountain, and make them joyful in My house of prayer: their burnt offerings and their sacrifices shall be accepted upon Mine altar; for Mine house shall be called an house of prayer for all people.
Yahuwah, which gathereth the outcasts of Israel saith, Yet will I gather others to Him, beside those that are gathered unto Him. (Isaiah 56:1-8, KJV)
Satan knows what tremendous blessings are available to all who will keep the Sabbath in the manner Yahuwah intended. This is why he has brought in the idea that the Sabbath was done away with at the cross. And for those who understand it’s continuing validity, he has made it a burden, heavy and “grievous to be borne.”

The blessings of Yahuwah are freely and equally available to all, regardless of race. Yahuwah is no “respecter of persons,” holding some in higher esteem simply due to their DNA.
The Sabbath: Yah’s gift
The infinite love and wisdom of the Father foresaw the confusion that would arise over the Sabbath. He knew the Sabbath would be lost sight of. He also knew that when the truth was restored, the legalistic mentality of the Pharisees would corrupt Sabbath observance yet again among the remnant. He graciously and compassionately provided clear directions on how anyone, anywhere, can delight in the gift of the Sabbath.
It’s not dependent on wearing the right clothes, or fixing special foods, or doing Yah’s work on His holy day. It has nothing whatsoever to do with the beauty of stained glass windows, or hearing a thousand voices united in singing. All of these are thrilling experiences, but they are not experiences equally available to all.
No, to delight in the Sabbath is more simple, and yet far more profound, than anything so dependent on exterior factors.
The dark ages were a time of not just technological ignorance and ideological error. They were also a time of great spiritual darkness where many souls longed for the peace and comfort that only comes from Yah. Isaiah 58 reveals Yahuwah’s understanding of the situation: what caused the darkness, and the divine remedy for gaining peace and finding delight in the gift of the Sabbath:
Cry aloud, spare not, lift up thy voice like a trumpet, and shew My people their transgression, and the house of Jacob their sins.
Yet they seek me daily, and delight to know My ways, as a nation that did righteousness, and forsook not the ordinance of their Eloah: they ask of Me the ordinances of justice; they take delight in approaching to Eloah.
Wherefore have we fasted, say they, and Thou seest not? wherefore have we afflicted our soul, and Thou takest no knowledge? (Isaiah 58:1-3a, KJV)
These are not insincere questions. For someone who loves Yah and wishes to honor Him, it can be confusing when the desired blessing remains so elusive. Gently, Yahuwah explains what is going on in their inner hearts of which they, themselves, are unaware. “Behold, in the day of your fast ye find pleasure, and exact all your labours. Behold, ye fast for strife and debate, and to smite with the fist of wickedness: ye shall not fast as ye do this day, to make your voice to be heard on high.” (Isaiah 58:3b-4, KJV)
 |
|
Simply going through the motions of a religious experience will never satisfy our soul-hunger for a deep, spiritual connection with the Creator.
|
You’re fasting, Yahuwah is saying, because of what you get out of it. You’re religious, rather than spiritual. You go through the motions because it makes you feel as though you’re pretty good. But, the problem is, your heart is still wicked.
It’s the same message as was given to the Laodicean church: “Thou sayest, I am rich, and increased with goods, and have need of nothing; and knowest not that thou art wretched, and miserable, and poor, and blind, and naked.” (Revelation 3:17, KJV)
I have always loved the Sabbath, but it was the man-made traditions, the human interpretation of Proper Sabbath Observance, it was meeting the expectations of fellow-churchgoers for what was proper church attire that made me feel I was properly keeping the Sabbath holy. And yet, it was these very things that turned my Sabbath day’s blessing into a burden . . . and I did not even realize it.
But even when our motives are impure, Yahuwah does not abandon us. Instead, He gently leads us on, revealing to our gaze the hidden recesses of our hearts and instructing us in the paths of righteousness. In Isaiah 58, He asks: “Is it such a fast that I have chosen? a day for a man to afflict his soul? is it to bow down his head as a bulrush, and to spread sackcloth and ashes under him? wilt thou call this a fast, and an acceptable day to Yahuwah?” (Isaiah 58:5, KJV)
Have I asked you to make yourselves miserable? Yahuwah inquires. Is this really what you think I want?
Did I receive a Sabbath day’s blessing when I labored under a burden of guilt and human-imposed difficulties on the Sabbath? Of course! Yahuwah, who reads the heart, knew that I loved Him and wanted to honor Him. As Yahushua explained in His sermon on the mount:
Ask, and it shall be given you; seek, and ye shall find; knock, and it shall be opened unto you: For every one that asketh receiveth; and he that seeketh findeth; and to him that knocketh it shall be opened.
Or what man is there of you, whom if his son ask bread, will he give him a stone? Or if he ask a fish, will he give him a serpent?
If ye then, being evil, know how to give good gifts unto your children, how much more shall your Father which is in heaven give good things to them that ask him? (Matthew 7:7-11, KJV)
Yahuwah will always bless His children. But He knew there was so much more to the blessing of the Sabbath that I was missing in my ignorance and blindness.
In Isaiah 58, He does not stop once He has revealed the deeply hidden impure motives of the heart that steal our delight in the Sabbath. Instead, He explains what He really desires, and it cuts through the externals and goes straight to the heart:
Is not this the fast that I have chosen? to loose the bands of wickedness, to undo the heavy burdens, and to let the oppressed go free, and that ye break every yoke?
Is it not to deal thy bread to the hungry, and that thou bring the poor that are cast out to thy house? when thou seest the naked, that thou cover him; and that thou hide not thyself from thine own flesh? (Isaiah 58:6-7, KJV)
It is and always has been heart work. It was with Yahushua, and it is with us. But when we allow Yahuwah to purify our motives and remove anything standing between our hearts and His, the overflow of blessings is truly “a good measure, pressed down, shaken together, and running over.” (Luke 6:38, KJV) Listen to the flood of blessings Heaven is just waiting with eager anticipation to pour upon you:
Then shall thy light break forth as the morning, and thine health shall spring forth speedily: and thy righteousness shall go before thee; the glory of Yahuwah shall be thy reward. Then shalt thou call, and Yah shall answer; thou shalt cry, and He shall say, Here I am. If thou take away from the midst of thee the yoke, the putting forth of the finger, and speaking vanity; And if thou draw out thy soul to the hungry, and satisfy the afflicted soul; then shall thy light rise in obscurity, and thy darkness be as the noon day: And Yahuwah shall guide thee continually, and satisfy thy soul in drought, and make fat thy bones: and thou shalt be like a watered garden, and like a spring of water, whose waters fail not. (Isaiah 58:8-11, KJV
What an abundant reward! And all freely given just for allowing Yahuwah to reveal your hidden, inner heart, and remove every obstacle that would stand in the way of receiving His blessing. When this happens, the law of Yahuwah is seen in an entirely new light. It is no longer seen as a burden that was nailed to the cross. Now, it is seen as a transcript of the very thoughts and feelings of the Almighty. The divine law allows us to gain glimpses of His hidden, inner heart! And what we discover is pure beauty.
 |
|
The law of Yah is a transcript of His character of love. It will never pass away! Instead, it reveals the hidden heart of Yah. The more one studies the divine law, the more beauty is seen.
|
Part of that divine law is the Sabbath – a perpetual invitation to spend time, one-on-one with the One who knows you, and loves you, best. Notice how in the very next verse, those who do this recognize that the fourth commandment, far from being done away with at the cross, is still binding! The invitation to spend intimate time with the Creator is still open!
“And they that shall be of thee shall build the old waste places: thou shalt raise up the foundations of many generations; and thou shalt be called, The repairer of the breach, The restorer of paths to dwell in.” (Isaiah 58:12, KJV) The “breach” in the law of Yah is the assumption that the fourth commandment was nailed to the cross. But when the blinders are removed and we grasp the beauty of the divine law, we will recognize the fallacy of that assumption. Not only will we keep the Sabbath of Yah, but we will do everything in our power to share this wonderful truth with others.
And lest we should ever return to a legalistic “keeping” of the Sabbath, right here, Yahuwah clearly lays out a three-step process by which all can delight in the Sabbath:
If thou turn away thy foot from the Sabbath, from doing thy pleasure on My holy day; and call the Sabbath a delight, the holy of Yahuwah, honourable; and shalt honour Him, not doing thine own ways, nor finding thine own pleasure, nor speaking thine own words: Then shalt thou delight thyself in Yahuwah; and I will cause thee to ride upon the high places of the earth, and feed thee with the heritage of Jacob thy father: for the mouth of Yahuwah hath spoken it. (Isaiah 58:13-14, KJV)
This is the secret to delighting in the Sabbath.

It is not our task to make the day sacred. It is already holy! It is sacred and holy because the
Creator has already blessed and declared it so. It is our job to keep it so.
Delighting in the Sabbath
To truly gain the blessing of the Sabbath, you must first regard the Sabbath as a delight. Not just in your words only. But in your own mind and heart, see the Sabbath as the best day of the week because on this day, the Monarch of the Universe lays aside His work to focus on His greatest treasure: you.
Then there are three specific things Yahuwah has laid out. If we do these, the Sabbath will be the gift and delight He intended all along . . . and it will not be because of our efforts to have the proper clothes ironed and all the cooking done ahead of time!
The three steps for delighting in the Sabbath are:
- Not doing my own work.
- Not speaking my own words.
- Not seeking my own pleasure.
Not doing my own work
This is fairly clear and self-explanatory. We are not to do our own work during the holy hours of the Sabbath. Those who claim the Sabbath was nailed to the cross, and besides, they worship every day, are missing the point about no work.
 |
|
The hearts of young children are drawn to the Creator. They will respond very eagerly to the drawing of the Holy Spirit.
|
We are to worship every day! Starting the day with personal one-on-one time with the Creator is very important. When my children were still very young, 3 to 4, they had their own “quiet time with Yahushua,” where they could listen to Bible stories on CD, look at Bible story books, etc. And, closing the day with a recounting of that day’s blessings, prayer, and thanksgiving, keeps the mind in a spirit of prayer so that the next morning, one’s thoughts more naturally tend to go to Yah first thing.
But again, even with personal devotions, and morning and evening family worship, a normal, work day is not the same thing as laying aside the normal daily activities and focusing solely on Yahuwah.
Not speaking my own words
This can be especially easy to forget. Whether we invite guests to join us for the Sabbath meal, or we join with other home-churching families to enjoy a potluck meal, speaking our own words is something that is far too common.
Such times of fellowship can be a tremendous blessing if it is used to glorify Yah, to discuss lessons learned from His Word, and to share the many ways in which He has blessed you throughout the preceding week.
Far too often, however, mothers start talking about the children or events occurring in the lives of mutual friends. Men will talk about work, about the winning score of their favorite football team, or the trouble they’ve been having with their vehicle. And in none of this is Yahuwah glorified as the focus is shifted away from Him and on to secular matters.
To truly delight in the Sabbath, it is important to speak Yah’s words, not our own.
Not seeking my own pleasure
This can appear self-evident. Obviously, you’re not going to go to a ball game, or a party, or concert during the sacred hours of the Sabbath. But this element of taking delight in the Sabbath reaches far deeper than either of the previous two.
For people who have dedicated their life in service to Yah, this is especially important. As someone who is privileged to be a part of the WLC team, it has been very easy for all of us to justify doing work for the website or the WLC Radio programs, answering e-mails, etc. After all, it’s doing Yah’s work. Right?
But the truth is, we all like doing Yah’s work! We love having a part in this ministry. Speaking for myself, it brings me great joy and personal satisfaction knowing I have had some small part in bringing truth to others. The comments left by readers on the website warm my heart and inspire me to work even harder and more diligently spreading the truths Yahuwah has given WLC with others.
But see, even that is seeking my own pleasure. I am not to seek my own pleasure on the Sabbath. I am to seek Yahuwah’s joy. The Sabbath is not a time for me to seek my own delight. It is a time for me to seek Yahuwah’s delight. And when I do this, then I, too, am delighted!
It has often been said that you can’t “out-give” the Father, and when it comes to joy, that is certainly true. One of the ways we can seek the Father’s joy is by being a blessing to those around us. Hebrews 4:15 reveals an amazing truth: the Father and Son feel what we feel! “For we have not an high priest which cannot be touched with the feeling of our infirmities; but was in all points tempted like as we are, yet without sin.”
In other words, it is saying: He does feel what we feel. Every happy emotion that thrills our hearts, every painful pang that vibrates through our soul, all throb the heart of Yah. This realization gives far more depth to Yahushua’s words in Matthew 25 than we’ve ever understood: “Verily I say unto you, Inasmuch as ye have done it unto one of the least of these My brethren, ye have done it unto Me.” (Matthew 25:40, KJV)
When we hurt, Yahuwah hurts. Literally. And while someone who is suffering can take comfort in the thought that her pain is understood, it should also inspire us to know that we can, in a very real and literal way, relieve the suffering of the Father and bring Him joy.
Then shall the King say unto them on his right hand, Come, ye blessed of My Father, inherit the kingdom prepared for you from the foundation of the world:
For I was an hungred, and ye gave Me meat: I was thirsty, and ye gave Me drink: I was a stranger, and ye took Me in:
Naked, and ye clothed Me: I was sick, and ye visited Me: I was in prison, and ye came unto Me.
Then shall the righteous answer Him, saying, Lord, when saw we Thee an hungred, and fed Thee? or thirsty, and gave Thee drink?
When saw we Thee a stranger, and took Thee in? or naked, and clothed Thee?
Or when saw we Thee sick, or in prison, and came unto Thee?
And the King shall answer and say unto them, Verily I say unto you, Inasmuch as ye have done it unto one of the least of these My brethren, ye have done it unto Me. (Matthew 25:34-40, KJV)
We are to be Yahuwah’s hands to strengthen and help, His voice to comfort and cheer. And since He literally feels everything His children feel, when we alleviate suffering, sadness or loneliness in those within our sphere of influence, we are alleviating His suffering, sadness, and loneliness, and literally making Him happy!
 |
|
When we minister to the lonely, troubled, or depressed, we are in a very real way, alleviating the pain the Father feels, since He feels what His children feel. The Sabbath is a wonderful time to include the “least of these” and glorify the Father.
|
Many people, the world over, work six days a week. In the country where I live, a 72-hour workweek is the norm: 12 hours a day, six days a week. If we do not selfishly seek our own pleasure on the Sabbath, but instead seek Yahuwah’s joy, the Sabbath is a wonderful opportunity to do that. There may be an elderly person who is too sick or frail to get out much and who is lonely. Inviting him to your home for a Sabbath meal and Bible study would cheer him up. There may be a young mother who wants to raise her children for Yah, but is overwhelmed with the many duties of caring for young children and does not know how to make the Sabbath special for them. Including her family in your family’s Sabbath worship could be very encouraging to her.
And in every way that we seek Yahuwah’s joy, and seek His pleasure rather than our own, the sheer joy we receive in return far outweighs anything we have to give.
Anticipating the Sabbath!
This understanding of how Yahuwah wants us to keep the Sabbath has revolutionized the WLC team. Each one of us feels a keen sense of responsibility to pass on the truths with which we have been blessed and we all felt convicted that we had been falling short of receiving the fullness of the Sabbath day’s blessing the Father has been longing to bestow.
One team member stated: “Never in my life have I ever heard a sermon about delighting in the Sabbath. I heard sermons about keeping it, observing it, that sort of thing. But when I observed those three conditions, the Sabbath immediately became a delight! Immediately!”
| “I thank Yahuwah that He has prolonged my life to learn now, at this late stage of my life, that I was not on the life-track for heaven by not being able to keep the Sabbath properly as a delight.”
~ WLC Team Member |
Another team member says: “I’m ashamed of all those years when, by my life, I was broadcasting to others the Sabbath as a day of burden. But now, I want to tell the world: it’s truly a day of delight!”
When you keep the Sabbath the way Yahuwah has ordained, a wonderful transformation will take place. You will look forward to the Sabbath in a new way you have never experienced before.
Because the Sabbath is truly a delight, I now look forward to it all week long. Unlike the anticipation I felt as a child for the Sabbath’s end, I am now honestly sad when it is over. By following Yah’s instructions, I delight in both the Sabbath and the Giver of the Sabbath, and the blessing received is beyond anything I could previously have imagined. And I want it for you, too.
When the Sabbath is loaded down with man-made traditions and Pharisaical expectations, it becomes a burden. But when, in the simplicity of Yah’s instructions, we do not do our own work, we do not speak our own words, or seek our own delight, then our focus is where it should be: on the Source of all love, and joy, happiness, and fulfillment.
If you honor Yahuwah by delighting in the Sabbath, you will be given eternal life. This is an important end-time concept to grasp. Yahuwah, in His great mercy, has slowed down events so we could learn this great truth. A tremendous reward awaits all who delight in the Sabbath. Isaiah 58, verse 14, promises that all who do this shall be fed with the heritage of Jacob our father. Yahuwah will say to you, “You belong to Me. You are one of My special ones, the 144,000. I want you to be with Me. You belong to Heaven!”
A Challenge
The WLC team would like to challenge each one reading these words to search his or her own heart. Has the Sabbath truly been a delight to you? Or, if you are being honest with yourself, is it a burden? Are you relieved when the Sabbath (finally) ends? Or are you sad that it will not come again for another entire week?
 |
|
Embrace the instruction in Isaiah 58. Lay aside manmade traditions. When you do this, the Sabbath will be the delight and the blessing Yahuwah always intended it to be.
|
If, in searching your heart, you find that the Sabbath has been more of a burden than a delight, don’t be discouraged! If you will keep these three conditions on how to honor Yah, you will both honor Him and delight in Him. The Sabbath, your special time to be with your Maker and Best Friend, will be a delight that you are loathe to see go. Yet, the blessings received during those sacred hours will carry you through the week, sustaining you in every trial through which you are called upon to go. Yah’s spirit, so deeply partaken of during the sacred hours, will be your constant companion and you will greet the next Sabbath with joy and eager anticipation. It will truly be your delight.
This is becoming one with Yah. He in you, and you in Him, delighting in each other’s company. The Sabbath is a joy that, begun here, will continue to delight for all time. It is a gift that will never be taken away. Throughout the ceaseless ages of eternity, the redeemed will gather every New Moon, and every seventh-day Sabbath for the privilege of worshipping the Creator in His very presence.
“And it shall come to pass, that from one new moon to another, and from one sabbath to another, shall all flesh come to worship before me, saith Yahuwah.” (Isaiah 66:23, KJV)
|
Children are younger members of the family of Heaven and should be treated with the respect and kindness the older members expect as a matter of course. When children are taught the truths of salvation in a way their tender, young minds can grasp, the spirit of Yah draws them to Him. Their hearts are softened and they, too, delight in the Sabbath.
Parents have a special responsibility to bring their children along with them, and guard them in the way of righteousness. Depending on the age of the child, there are various activities that can help these precious young souls learn to delight in the sacred hours of the Sabbath.
1. Have a special family worship in which everyone participates. Even young children can bring an item and explain how it reminds them of Yahuwah.
2. Listen to sacred, uplifting music. Better yet, sing along.
3. Do a topical Bible study on a subject all will find interesting.
4. Spend the afternoon in nature. Make a point of looking for reminders of Yah’s love and watchful care in nature.
5. Read Malachi 3:16. Begin your own family Book of Remembrance in which you record blessings received and prayers answered. It can be a simple notebook, or even a scrapbook in which young children can add pictures they have drawn of things for which they are grateful. Flowers and pretty leaves collected on nature walks can be pressed within its pages.
6. Read a psalm. Write your own psalm!
7. Read Revelation 21. Study the foundation stones of the New Jerusalem. Draw and color a picture how you imagine it to look.
8. Write a letter to Yahuwah. Tell Him what is on your heart.
9. Read an inspiring story of missionaries or others who have stayed faithful to Yah through trial.
10. Spend quiet time in prayer and meditation, listening for the still, small voice.
11. Try charades! One or more people act out various Bible stories while the others guess.
12. Start a special Sabbath box for young children in which you collect special things for the children to do only on Sabbath.
13. Read a book of faith-inspiring stories that illustrate Yah’s love and protection.
14. Simplify, simplify, simplify! Focus on Yah, rather than clothes, or food, or other man-made traditions.
|
1 http://www.patheos.com/blogs/friendlyatheist/2014/11/19/cant-turn-off-your-lights-on-the-sabbath-no-problem-just-ask-the-local-police-to-do-it-for-you/, retrieved Nov. 20, 2017.
|
Michael dan Margaretha Sattler adalah orang biasa. Mereka merasakan
kegembiraan dan kesedihan, harapan dan ketakutan seperti orang lain.
Namun, pada saat diuji, mereka tetap setia kepada Yahuwah. Keteguhan
mereka dalam menghadapi perlawanan akan sangat dihargai di Surga. Baca
kisah mereka dan dapatkan inspirasi bahwa apa yang telah dilakukan
Yahuwah untuk orang lain, Dia juga akan melakukannya untuk Anda.
|
“Lihat, lihat ini. Kami mendapat Badai Grace yang bergerak ke utara dari pesisir Atlantik. Sangat Besar . . . dan bertambah besar. Dua, pulau Sable yang rendah ini, siap meledak. Lihat ini. Tiga, sebuah udara dingin baru menukik dari Kanada. Tapi itu tertahan dan terbawah aliran kencang. . . dan berbelok ke arah Atlantik. Bagaimana jika Badai Grace masuk menghantamnya? Tambahkan ke skenario ini bayi badai dari Pulau Sable, yang mencari energi. Dia akan mulai bertambah besar di depan Kanada yang dingin. . . dan Badai Grace. Anda bisa menjadi ahli meteorologi sepanjang hidup anda. . . dan tidak pernah melihat sesuatu yang seperti ini. Ini akan menjadi sebuah bencana dalam bentuk yang luar biasa. Itu akan menjadi . . . badai yang sempurna.”
~ Todd Gross, Pengamat Meteorologi TV
28 Oktober 1991: Menjelang akhir musim badai, sebuah badai mulai berkembang di Samudera Atlantik, di sebelah timur Kanada. Sebuah Badai “pemukul” yang kuat, menyerap Badai Grace dan menjadi semakin besar lagi. Kondisi udara bertekanan tinggi memaksa badai besar bergerak ke selatan di mana badai itu berkembang menjadi topan yang sangat besar dan sangat kuat. Itu adalah sebuah badai yang luar biasa, dibentuk oleh kombinasi faktor yang mengakibatkan bencana yang langsung merenggut nyawa 13 orang dan menghasilkan kerusakan dengan total lebih dari 200 juta dolar. Itu adalah: “badai yang sempurna.”
|
|
Gambar yang menunjukkan Badai yang Sempurna tahun ’91, sebelah selatan Nova Scotia, pada tanggal 30 Oktober 1991.
|
Sebuah kapal nelayan komersial sepanjang 22 meter, bernama Andrea Gail, terperangkap di tengah-tengah pertemuan badai dahsyat ini. Kapten Frank “Billy” Tyne, Junior, dengan kru lima orang laki-laki, telah memancing melewati Grand Banks di Flemish Cap. Meskipun laporan cuaca memperingatkan cuaca buruk, orang-orang tersebut memutuskan untuk mencoba pulang ke rumah karena mesin es mereka sudah tidak berfungsi dan muatannya tidak akan bertahan lama. Dalam perjalanan pulang, mereka menemukan diri mereka terbungkus dalam badai yang sempurna itu.
Kata-kata terakhir Kapten Tyne yang terekam adalah: “Dia datang, anak-anak, dan dia datang dengan kekuatan”. Drum bahan bakar, tangki bahan bakar, rakit kosong dan beberapa peti lainnya adalah benda-benda milik kapal Andrea Gail yang ditemukan kemudian. Kapten Tyne dan lima pria yang bersamanya merupakan separuh dari total jumlah kematian yang disebabkan oleh badai yang dikemudian hari dikenal dengan nama Badai yang Sempurna tahun ’91.
Seandainya itu hanya sebuah badai petir, orang-orang itu bisa saja melewatinya. Seandainya itu adalah sebuah badai yang baru, mereka bisa saja memutarinya. Seandainya mesin es mereka tidak rusak, mereka dapat bertahan di lautan lebih lama, dan tidak bertaruh berlayar melewati lautan yang penuh badai. Tapi itu adalah kombinasi dari faktor-faktor yang menciptakan situasi bencana yang membuat kapal itu tenggelam dan merenggut semua nyawa yang ada di dalam kapal itu.
Sebuah Badai yang Sempurna
Saat itu adalah waktu terbaik, sekaligus waktu terburuk. Masa kebijaksanaan, sekaligus masa kebodohan. Zaman iman sekaligus zaman keraguan. Musim terang sekaligus musim kegelapan. Musim semi pengharapan sekaligus musim dingin keputusasaan. Kita memiliki semuanya di hadapan kita, sekaligus tidak memiliki semuanya. Kita semua langsung pergi ke Surga, sekaligus langsung pergi ke jalan lainnya. Pendeknya, zaman itu begitu persis dengan zaman sekarang.
~ Charles Dickens, A Tale of Two Cities
Sebuah “Badai yang sempurna” adalah: “Kombinasi beberapa peristiwa yang tidak berbahaya secara individual, tapi terjadi bersama-sama menghasilkan hasil yang mengerikan.”1 Tidak seperti badai biasa, sebuah badai yang sempurna disebabkan oleh “efek gabungan yang kuat dari sebuah keadaan yang unik.”2 Badai yang sempurna tidak sering terjadi, tapi selalu berbahaya saat terjadi.
Eropa abad keenam belas merupakan badai yang sempurna dari berbagai gagasan – dan seringkali saling bertentangan. Di Prancis, Gerakan Renaisans berada pada puncaknya. Di Jerman, Martin Luther menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa umum, menantang otoritas paus, dan mempromosikan konsep radikal tentang keselamatan yang hanya diperoleh dengan iman. Di Italia, Giordano Bruno mengajarkan bahwa bintang-bintang hanyalah matahari yang jauh, mungkin dikelilingi oleh planet mereka sendiri sementara Pietro Pomponazzi memperdebatkan ajaran tentang keabadian jiwa. Di Dunia Baru, Spanyol menaklukkan Kekaisaran Aztec. Di seluruh Eropa, tentara Muslim menyerang, membunuh dan memperbudak orang-orang Kristen kemanapun mereka telah pergi.
Eropa sendiri terbagi antara umat Katolik dan Protestan. Gagasan tentang hukum alam – bahwa hak-hak tertentu bersifat bawaan dan umum bagi semua umat manusia – mulai berkembang. Gagasan baru mengilhami pemikiran baru, aspirasi baru di hati massa petani tertindas yang mulai memberontak terhadap pajak berat yang dipungut oleh tuan-tuan mereka. Ini menciptakan sebuah “badai sempurna” yang, pada gilirannya, meletakkan dasar bagi Abad Pencerahan 200 tahun kemudian. Dalam kawah mendidih dari perubahan yang kacau ini, terdapat sepasang manusia yang bertekad untuk mengikuti kebenaran, apapun juga harganya. Waktu mereka bekerja secara aktif untuk Yahuwah sebenarnya sangat singkat – kurang dari dua tahun – namun pengaruhnya, serta contoh kesetiaan mereka dalam menghadapi penganiayaan, berlanjut sampai hari ini.
Pada masa ketika Christopher Columbus mencoba mendapatkan dukungan finansial untuk melakukan usahanya menemukan rute baru ke India dengan berlayar ke barat, seorang bayi laki-laki lahir di Stauffen, Jerman. Sangat sedikit yang diketahui tentang kehidupan awal dan pendidikan Michael Sattler, namun diketahui bahwa dia memasuki Biara Santo Petrus di dekat Freiberg. Diyakini bahwa dia menjadi kepala dari biara Benediktin ini, yang dengan sendirinya menunjukkan bahwa dia memiliki etika kerja yang baik, merupakan seorang administrator yang cakap, dan memiliki karakter yang dapat dipercaya. Sebagai kepala biara, dia akan menjadi penanggung jawab kedua dari seluruh biara. Ini adalah posisi yang memiliki kekuasaan dan dihormati. Hal itu membuat Michael menjadi anggota kelas atas pada masanya.
Karena Michael jujur secara intelektual, dia taat dalam kepercayaannya. Dia terlibat dalam reformasi antar-Benediktin Bursfeld, sebuah pembaruan spiritual di biara Santo Petrus. Sebagai kepala biara, dia bahkan mungkin bertanggung jawab atas hal itu. Tapi perubahan muncul, seperti yang selalu harus dilakukan bagi mereka yang jujur secara intelektual. Berabad-abad kemudian, presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln berkata: “Ketika seseorang yang benar-benar salah mendengar kebenaran, dia akan berhenti menjadi salah atau berhenti bersikap jujur.” Dan Michael jujur.
|
|
Biara Santo Petrus di Freiberg, Jerman,
tempat di mana Michael Sattler memperoleh jabatan sebagai kepala biara.
|
Pada pertengahan tahun 1520-an, para petani Protestan menguasai Biara Santo Petrus. Mereka menuntut kebebasan dari tambahan pajak dan penindasan oleh kaum bangsawan. Dengan gagasan baru tentang kebebasan dan kesetaraan semua orang percaya, mereka menginginkan keadilan dan kebebasan berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Kitab Suci.
Beberapa dari petani ini adalah anggota Anabaptis. “Anabaptis” berarti dibaptis ulang, karena mereka menolak baptisan bayi yang tidak alkitabiah. “Bagaimana mungkin seorang bayi yang baru lahir bisa dengan sadar membuat keputusan untuk melayani Yahuwah?” Demikian tuntutan mereka. Bagaimanapun, Sang Juruselamat sendiri tidak dibaptis sampai Dia menjadi dewasa: “Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yahushua juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. . . . Ketika Yahushua memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun”. (Lukas 3: 21-23, KJV).
Kemungkinan besar, bahkan mungkin, bahwa para petani mengajukan permohonan mereka kepada Michael, sebagai kepala biara. Meskipun tidak ada catatan tertulis tentang pemikirannya yang masih tersimpan, tiga fakta berikut ini diketahui:
- Michael Sattler jujur secara intelektual dan merupakan seorang Kristen yang saleh. Dengan demikian, ketika kebenaran ditunjukkan, dia tidak segan-segan menerimanya.
-
Michael meninggalkan biara pada pertengahan tahun 1525.3
-
Setelah meninggalkan biara Santo Petrus, Michael pergi ke daerah Waldshut yang merupakan tempat di mana banyak para revolusioner muncul.
Dengan fakta-fakta yang diketahui ini, adalah aman untuk menyimpulkan bahwa, sebagai orang yang jujur secara intelektual, Michael telah bersimpati kepada para petani dan tertarik pada, jika tidak langsung yakin, pada kepercayaan mereka. Pastinya, setelah sampai di Waldshut, dia berkesempatan untuk belajar lebih jauh mengenai kepercayaan yang dianut oleh para Anabaptis.
Beberapa bulan kemudian, pad atanggal 6-8 November di tahun yang sama, Michael menghadiri perselisihan baptisan bayi yang terkenal di Zurich, Swiss. Dia mungkin hanya pergi untuk mendengar argumen yang mendukung dan melawan persoalan itu. “Pada tahun 1525, reformasi tersebut telah dikukuhkan di kota Zurich.”4 Namun, orang-orang Protestan di Zurich belum memahami konsep kebebasan beragama yang sejati: hak individu untuk beribadah dengan bebas seperti yang didikte oleh nuraninya sendiri. Otoritas Protestan yang dengan gigih menganiaya orang-orang Anabaptis, menangkap Michael dan melemparkannya ke dalam penjara. Dia akhirnya dibebaskan pada tanggal 18 November 1525, setelah berjanji untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Pertentangan awal ini hanyalah sebuah kepanikan dari apa yang akan segera terjadi.
Bekerjalah karena malam akan tiba. . .
Karakter asli terungkap pada pilihan yang diambil sewaktu mendapat tekanan –semakin kuat tekanan, semakin dalam pengungkapan, semakin bermakna pilihan tersebut bagi sifat dasar karakter. ~ Robert McKee, Story
|
|
Lukisan minyak dari konsepsi seniman tentang pemimpin Anabaptis Michael Sattler yang sedang berkhotbah di hutan.
|
Suatu saat dalam kurun tahun 1525 sampai 1526, Michael menikahi seorang wanita bernama Margaretha yang telah menjadi seorang biarawati Beguine. Seperti Michael, Margaretha jujur secara intelektual dan telah meninggalkan perintah berdasarkan keyakinan pribadinya tentang kebenaran. Pada bulan Juni tahun 1526, Michael dibaptis ulang sebagai orang dewasa. Tindakan ini menuntut keberanian besar dari mereka berdua, karena kemungkinan besar Margaretha juga dibaptis ulang.
Para reformator paling awal membela kebebasan hati nurani sebagai hak yang diberikan oleh Yahuwah. Namun, ketika paham Protestan telah menjadi agama negara, ini pula yang kemudian menjadi kekuatan yang menganiaya.
Ini adalah fakta yang diakui oleh banyak sejarawan baru-baru ini, bahwa penganiayaan terhadap para Anabaptis melampaui tingkat keparahan penganiayaan orang-orang Kristen awal oleh Roma kafir! Penganiayaan dimulai di Zurich segera setelah Majelis telah mengorganisir sebuah kongregasi. Pemenjaraan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, terkadang di ruang bawah tanah yang gelap, diikuti oleh eksekusi. Dalam waktu singkat para pemimpin dari Saudara-saudara kehilangan nyawa mereka dalam penganiayaan.
Paham Anabaptis dijadikan sebagai sebuah kejahatan besar. Bayarannya telah ditetapkan pada kepala para Anabaptis. Memberi mereka makanan dan tempat berlindung adalah berarti melakukan sebuah kejahatan. Duke Bavaria, pada tahun 1527, memberi perintah agar para Anabaptis yang dipenjarakan dibakar di tiang pancang – kecuali jika mereka mau mengakui kesalahannya, dalam hal ini mereka harus dipenggal.5
Bahaya dari menyingkirkan kesalahan dan mengikuti kebenaran sangat nyata. Michael dan Margaretha menyukai kebenaran. Kebenaran lebih berharga bagi mereka daripada hal lainnya. James Lane Allen menulis: “Kesulitan tidak membangun karakter anda, tapi mengungkapkannya.” Dan itu nyata dari para pendukung Sattler. Kesulitan mengungkapkan karakter yang disempurnakan di sekolah Surga, bersinar dengan cahaya yang dipantulkan dari Sang Juruselamat.
Kualitas karakter Michael dan Margaretha terungkap dalam persahabatan mereka yang terus berlanjut dengan orang-orang yang tidak setuju dengan keyakinan mereka. Pada akhir tahun 1526, Michael pergi ke Strasbourg di mana dia tinggal bersama Wolfgang Capito, seorang humanis Jerman dan pemrakarsa Protestan terkemuka. Sementara di Strasbourg, Michael juga bertemu dengan seorang reformis Protestan lainnya, Martin Bucer. Capito dan Bucer tidak setuju dengan Michael dalam sejumlah hal, termasuk sikap kelompok Anabaptis terhadap baptisan bayi. “Orang-orang Protestan saat ini membenci kelompok Anabaptis karena pandangan mereka, dan karena kebanyakan orang tidak berpendidikan dan ketinggalan zaman. Namun, Michael juga berada pada level yang sama dalam tingkatan sosial dengan mereka dan mereka menghormatinya. Dia meminta mereka untuk membebaskan para Anabaptis yang telah mereka penjarakan.”6 Terlepas dari perbedaan keyakinan mereka, kebaikan hati dari Michael dapat dilihat dalam fakta bahwa dia menyebut Capito dan Bucer sebagai” saudara terkasih di dalam Tuhan”.
Bahkan di antara orang-orang percaya saat ini, banyak orang yang mengikuti kebenaran bersikap keras dan mengutuk orang-orang yang tidak mengikuti dan menerima terang yang baru. Terlalu mudah untuk menghina orang-orang yang tenggelam dalam kesalahan lama dengan menyebut mereka sebagai orang-orang sesat. Kasih Michael, yang meneladani kasih Kristus bagi mereka yang tidak memiliki pandangan yang sama dengannya adalah saksi bagi semua orang yang mengikuti kebenaran pada hari ini. Perhatian yang baik dan lembut terhadap orang lain, yang menunjukkan rasa hormat terhadap martabat orang lain, membangunkan hal yang sama di hati orang lain. Setelah Michael dieksekusi, Capito dan Bucer sendiri menyebut dia sebagai “teman baik mereka di dalam Tuhan.” Hal ini menginformasikan betapa besarnya karakter Michael Sattler pada suatu era ketika orang-orang Protestan lainnya diketahui menyiksa dan membakar orang-orang yang tidak memiliki pandangan yang sama dengan mereka.
Waktu Michael bekerja untuk Surga sangat singkat, tapi riak dari pekerjaan yang dia lakukan selama ini masih terasa sampai sekarang. Pada bulan Januari sampai Februari tahun 1527, Michael pergi ke Lahr, sebuah kota di utara Freiburg, untuk berbagi kebenaran dengan orang lain. Pada akhir bulan Februari, dia pergi ke desa Schleitheim untuk mengadakan pertemuan penting di antara orang-orang percaya Anabaptis. Itu adalah pertemuan rahasia. Masa-masa itu adalah masa yang berbahaya. Mereka yang tampil maju di depan sebagai para pemimpin memiliki harapan hidup hanya dua tahun. Michael bahkan jauh lebih sedikit.
Michael memimpin pertemuan pada tanggal 24 Februari, di mana Anabaptis mencapai kesepakatan mengenai keyakinan mereka. Pertemuan itu sangat revolusioner untuk sementara waktu. Selain menolak baptisan bayi, mereka mengecam sumpah-sumpah yang bertentangan dengan ucapan Yahushua; Mereka menyatakan bahwa pembaptisan hanyalah tindakan lahiriah dari seseorang untuk secara sadar menyatakan iman yang dimiliki oleh roang itu; dan, yang paling mengejutkan, menyerukan pemisahan sepenuhnya antara Gereja dan Negara!
Setelah menyetujui sebuah pernyataan yang berisi tujuh pernyataan, Michael menulis Pengakuan Iman mereka dalam sebuah dokumen yang disebut Pengakuan Schleitheim. Dokumen ini terus memiliki otoritas yang sangat besar di antara jemaat Amish, Mennonite, dan Baptis sampai hari ini.
Desa Schleitheim, sebelah utara Zurich dekat perbatasan Jerman.
“Inilah saat-saat di mana jiwa manusia diuji. . . “
Saya belajar bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tapi kemenangan atas rasa takut itu. Manusia pemberani bukanlah dia yang tidak merasa takut, tapi dia yang telah menaklukkan ketakutan itu. ~ Nelson Mandela
Ada sebuah ketinggian level rohani yang datang dengan melakukan apa yang anda tahu benar. Tanpa diragukan lagi, Michael dan Margaretha Sattler merasakan sukacita dan harapan akan masa depan kebenaran setelah pertemuan yang sukses di Scheitheim. Namun, itu tidak berlangsung lama. Petrus memperingatkan: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5: 8, KJV).
Dimanapun kebenaran mendapatkan sebuah kemenangan, para lawan dari kebenaran itu akan melakukan yang terbaik untuk melawannya. Beberapa saat setelah pertemuan Schleitheim, Michael dan Margaretha Sattler, bersama dengan sejumlah penganut Anabaptis lainnya, ditangkap di Horb atas perintah Pangeran Joachim von Zollern, bupati untuk Archduke Ferdinand dari Austria. Setelah ditangkap pada bulan Maret tahun 1527, mereka dibawa ke menara penjara di Binsdorf.
Ini manusiawi. Penangkapan tersebut, begitu cepat menyusul pertemuan yang berkemenangan di Schleitheim, membuat segelintir orang percaya merasa terguncang dan takut. Tidak ada orang yang mau menghadapi penganiayaan, penyiksaan, dan kematian. Dari penjara, Michael menulis sepucuk surat kepada mereka, mendorong mereka untuk menjadi kuat dan penuh iman.
Aku berkata kepadamu melalui anugerah [Yahuwah], agar kamu menjadi gagah berani, dan hidup sebagai orang-orang kudus [Yahuwah . . . Jangan biarkan siapapun mengalihkan anda dari tujuan anda, seperti yang terjadi pada beberapa orang bahkan sampai sekarang; tetapi berjalanlah dengan segenap kesabaran, janganlah menyimpang, supaya jangan kamu melepaskan salib yang telah diletakkan [Yahuwah] atas kamu, jangan melepaskan salib itu karena melepaskannya berari anda tidak menghormati dan memuji [Yahuwah], dan itu merupakan pelanggaran pada Perintah-Nya yang kekal, benar, adil, dan memberi hidup.
Jangan menjadi letih, jika kamu dihajar [Yahuwah]. . . karena [Yahuwah] menghajar orang yang dikasihi-Nya, bahkan sebagai seorang ayah yang sangat senang dengan anaknya. Apa untungnya jika anda melarikan diri dari [Yahuwah]? Siapa yang dapat menolong anda jika anda meninggalkan [Yahuwah]? Bukankah [Yahuwah] yang memenuhi langit dan bumi?
. . . Dan janganlah ada orang yang menjauhkan kamu dari dasar yang diletakkan berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci, dan dimeteraikan dengan darah Kristus dan banyak saksi dari [Yahushua]. . . . Pertimbangkanlah apa yang saya tulis kepada anda; fikirkanlah dengan hati anda,. . . agar anda ditemukan sebagai anak-anak yang rendah hati, berbuah dan patuh pada [Yahuwah]. Saudara-saudara terkasih, janganlah heran karena saya menanggapi hal ini dengan sungguh-sungguh; karena saya melakukannya bukan tanpa alasan. Saudara-saudara pasti telah memberi tahu anda bahwa beberapa dari kita telah dipenjara; dan setelah itu saudara-saudara juga telah ditangkap ketika berada di Horb, mereka membawa kami ke Binzdorf. Saat ini kita menghadapi berbagai bentuk rencana musuh. Pertama mereka mengancam kita dengan penjara; lalu dengan api, dan kemudian dengan pedang. Dalam bahaya ini saya benar-benar menyerahkan diri saya ke dalam kehendak [Yahuwah], dan bersama dengan semua saudara dan istri saya, saya mempersiapkan diri bahkan untuk menghadapi kematian karena kesaksian-Nya dan kemudian saya memikirkan adanya banyak saudara-saudara palsu, dan mengenai anda, yang hanya sedikit, yang disebut kawanan yang kecil; dan juga, bahwa hanya ada sedikit pekerja yang setia di ladang Yahuwah. . . Oleh karena itu saya merasa perlu untuk membangkitkan anda dengan peringatan ini, untuk mengikuti kami dalam peperangan ilahi ini, agar anda dapat menghibur diri anda dengan hal itu, agar anda tidak menjadi lelah karena hajaran [Yahuwah].7
Kata-kata Michael bersinar seperti emas murni, tidak terpadamkan oleh waktu sekalipun berabad-abad. Imannya pada Yahuwah, kasihnya akan kebenaran, tak tergoyahkan.
Persidangan berlangsung pada tanggal 17-18 Mei 1527 di Rottenburg. Michael berbicara untuk membela semua tahanan, yang menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi penentu kebenaran dan kesalahan.
Michael mengerti bahwa dalam perihal keyakinan seseorang; kerohanian yang sejati jauh melebihi ucapan bibir belaka: ini adalah pekerjaan hati. Misalnya, dalam pembelaannya untuk menjelaskan mengapa kelompok Anabaptis tidak mau mengangkat senjata, dia berkata:
Jika orang-orang Turki datang, kita seharusnya tidak melawan mereka; Sebab ada tertulis: Jangan membunuh. Kita tidak boleh membela diri terhadap orang-orang Turki dan orang-orang lain dari penganiaya kita, tapi harus memohon kepada [Yahuwah] dengan sungguh-sungguh untuk mengusir dan melawan mereka. Tapi saya mengatakan, bahwa jika berperang itu dibenarkan, saya lebih suka menggunakan medan perang untuk melawan mereka yang disebut orang Kristen, yang menganiaya, menangkap dan membunuh orang Kristen yang saleh, daripada melawan orang-orang Turki, karena alasan ini: Orang Turki adalah seorang Turki sejati, tidak tahu apa-apa tentang iman Kristen; dan mereka ini adalah Turki duniawi; tetapi anda, yang menyebut diri Kristen, dan yang membanggakan Kristus, namun menganiaya saksi Kristus yang saleh, adalah merupakan orang-orang Turki rohani.8
Butuh keberanian yang luar biasa untuk membuat pernyataan seperti itu. Dia meringkas pembelaannya dengan sebuah pernyataan berani lainnya:
Kamu para pelayan [Yahuwah], saya menasihati anda untuk mempertimbangkan akhir dari ketetapan yang [Yahuwah] buat untuk anda, untuk menghukum yang jahat, dan untuk membela dan melindungi orang-orang yang saleh.
“Sebaliknya, kami tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan [Yahuwah] dan Injil, anda akan menemukan bahwa baik saya maupun saudara-saudara saya yang lain tidak bersalah dalam kata-kata atau perbuatan melawan otoritas manapun. Oleh karena itu, kamu sebagai para pelayan [Yahuwah], jika kamu belum pernah mendengar atau membaca Firman [Yahuwah], kirimlah yang orang yang paling terpelajar, yang mempelajari kitab yang paling suci, dari bahasa apapun mereka, dan biarkan mereka menghakimi kami berdasarkan Firman [Yahuwah]; dan jika mereka membuktikan dengan Kitab Suci kepada kami, bahwa kami telah salah dan melakukan yang tidak benar, maka dengan senang hati kami akan berhenti dan mengakui kesalahan itu dan juga akan rela menanggung hukuman berdasarkan tuduhan yang diperhadapkan kepada kami, namun jika tidak ada kesalahan yang terbukti telah kami lakukan, saya berharap kepada [Yahuwah], agar anda mau bertobat, dan menerima perintah-perintah-Nya”
Setelah pidato ini, para hakim tertawa sambil menyatukan pemikiran mereka bersama-sama, dan imam kota Ensisheim berkata, “Wahai anda penjahat dan imam yang nakal, akankah kami berdebat dengan anda? Saya menyakinkan anda, algojolah yang akan membantah anda, percayalah”.
Michael berkata, “Jadilah kehendak [Yahuwah].”9
Setelah berunding selama satu setengah jam, hakim kembali dan mengucapkan kalimat:
Dalam kasus Gubernur Yang Mulia berhadapan dengan Michael Sattler, penghakiman telah diberikan, bahwa Michael Sattler akan dikirim ke algojo, yang akan menuntunnya ke tempat eksekusi, dan memotong lidahnya; lalu melemparkannya ke sebuah gerobak, dan di sana merobek tubuhnya dua kali dengan penjepit merah yang panas; dan setelah itu dia akan dibawa dan dagingnya akan dicungkil lima kali dengan alat yang sama.10
Itu adalah sebuah hukuman yang mengerikan dan sangat menyiksa: lidahnya dipotong dan dagingnya dicungkil dari tubuhnya dengan jepit merah panas, yang pada akhirnya di akhiri dengan pembakaran hidup-hidup. Beberapa tahanan mengaku bersalah. Namun, Michael, tetap kuat. Pada tanggal 20 Mei 1527, Michael dibawa ke alun-alun kota di Rottenburg dan disiksa. Melalui proses ini, imannya tidak pernah goyah. Meski lidahnya telah dipotong, dia terus berdoa, dengan berkata:
“[Yahuwah] Yang Mahakuasa yang abadi, Engkau adalah jalan dan kebenaran; karena saya tidak terbukti salah, saya akan dengan pertolongan-Mu pada hari ini bersaksi tentang kebenaran dan memeteraikannya dengan darahku. “Dia kemudian didorong ke dalam nyala api yang besar. Ketika tali yang mengikat tangannya sudah terbakar, Sattler memberi isyarat kepada kelompoknya dengan menunjukkan bahwa dia yakin akan nasibnya dan berdoa, “Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan jiwaku.”11
Pada tanggal 20 Mei 1527, Michael Sattler disiksa dan kemudian diikat pada sebuah tangga, lalu digulingkan ke dalam api, dia memeteraikan kesaksiannya dengan darahnya. Dia menjadi anggota kelompok Anabaptis kurang dari dua tahun.
Setia Sampai Mati
“Keberanian sejati adalah saat anda tahu anda akan kalah sebelum memulai, tapi anda tetap memulai dan merampungkannya, apapun yang terjadi.”
~ Harper Lee, To Kill A Mockingbird
Sangat sedikit yang diketahui tentang Margaretha Sattler tapi dia segera bergabung dengan suaminya dalam kematian. Margaretha “jelas merupakan perempuan dengan keyakinan kuat dan merupakan satu dari sedikit perempuan yang secara aktif terkait dengan gerakan Reformasi. Banyak perempuan lain, para istri orang-orang Radikal, yang dipenjara bersama dia, namun, banyak di antara mereka yang dibebaskan karena kurangnya keterlibatan nyata mereka dalam gerakan tersebut dan karena sebagian besar dari mereka mengaku bersalah setelah mereka ditangkap.”12
Keberanian dan kekuatannya bahkan mengesankan Putri Hechingen, istri Pangeran Joachim von Zollern. Pangeran inilah yang memerintahkan agar Sattler ditangkap dan menjadi hakim utama dalam persidangan mereka. Sang putri mengunjungi Margaretha di penjara, mendesaknya untuk mengaku bersalah dan menjanjikan tempat tinggal untuknya di dalam istana.
Jawaban Margaretha kepada sang putri menunjukkan kekuatan keyakinannya sendiri. Ketika sang putri berkata bahwa Margaretha dipenjara hanya karena dia adalah seorang istri yang patuh, yang menaati suaminya, Margaretha dengan berani menjawab: “Saya tidak mengikuti keyakinan saya karena suami saya. Saya mengikuti suami saya karena keyakinan saya.”13
Dua hari setelah suaminya dibakar sampai mati, Margaretha dibawa ke Sungai Neckar dan ditenggelamkan, pada hari Rabu, 22 Mei 1527. Pernikahan mereka paling lama, hanya dua tahun.
Sebuah batu peringatan untuk Michael dan Margaretha Sattler menyatakan secara sederhana:
“Mereka mati karena iman mereka.”
“Banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi. . . “
Keberanian adalah perlawanan terhadap ketakutan, menguasai ketakutan – bukan ketiadaan ketakutan. ~ Mark Twain
Kehidupan Michael dan Margaretha Sattlers dibuat terlalu singkat, tapi bagi mereka yang akan tetap hidup untuk melihat Yahushua kembali, mereka yang harus menjalani hari-hari akhir dari sejarah bumi, menghormati Yahuwah, mereka adalah cahaya yang bersinar: sebuah janji bahwa apa yang telah dilakukan Yahuwah bagi kedua orang ini, Dia juga bisa melakukannya untuk anda.
Stuart Hamblen adalah penyanyi, aktor, dan host radio yang tangguh. Setelah menyerahkan hidupnya kepada Yahushua, dia mengalami transformasi kehidupan dan karakter yang menakjubkan. Hollywood yang riuh—bukan menyebut kesenangan yang sedikit—membuat pria tangguh yang dulu selalu bersikap terang-terangan itu sekarang secara terbuka mengaku sebagai seorang Kristen. Suatu sore, Hamblen bertemu dengan temannya, rekan artisnya, John Wayne.
“Apa yang telah kudengar tentang dirimu, Stuart?” Tanya Wayne.
“Nah, anda tahu apa yang mereka katakan, John,” jawab Hamblen. “Bukan rahasia lagi apa yang bisa Tuhan lakukan.”
“Kedengarannya seperti judul sebuah lagu,” kata Wayne.
Stuart Hamblen pulang ke rumah dan mengubahnya menjadi sebuah lagu. Kesaksian Michael dan Margaretha Sattler, pelajaran yang mereka ajarkan hari ini, diringkas dengan baik oleh ucapan dalam sebuah nyanyian rohani:
Bukan rahasia lagi apa yang bisa dilakukan [Yahuwah].
Apa yang Dia lakukan untuk orang lain, Dia akan melakukannya untukmu!
Dengan tangan terbuka lebar, Dia akan mengampunimu.
Bukan rahasia lagi apa yang bisa dilakukan [Yahuwah].
Orang-orang percaya saat ini memiliki kesempatan yang sangat unik. Kita sekarang hidup di hari-hari akhir sejarah bumi. Waktu kesusahan ada di depan kita. Saat sangkakala mulai terdengar, tidak akan ada jeda sampai akhir. Kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan meledak di dunia ini. Ketika setan, yang menyamar sebagai mahluk luar angkasa, menyerbuh bumi, ketika paus ditinggikan menjadi perwakilan umat manusia, ketika hari ibadah palsu ditegakkan dengan ancaman kematian, apakah anda memiliki iman untuk tetap patuh terhadap hukum Yahuwah? Ketika Setan datang, menyamar sebagai Yahushua, dan mengklaim telah mengubah Sabat kuno ke hari Minggu dalam kalender Masehi, maukah anda berpegang teguh hanya pada Firman Yahuwah?
Bayangan akan menghadapi penganiayaan dan kematian mungkin menakutkan bagi anda. Anda mungkin berpikir bahwa anda tidak memiliki keberanian untuk menjadi seorang martir. Lalu bagaimana? Mereka juga tidak. Keberanian itu adalah sebuah anugerah, yang diberikan oleh Yahuwah kepada anak-anak-Nya yang setia, jika dibutuhkan.
Anda tidak perlu takut akan hari-hari depan. Anda tidak perlu khawatir apakah Anda akan mengalami penyiksaan. Anda bisa menyerahkan semua itu di tangan Bapa yang penuh kasih.
Sebuah badai yang sempurna akan datang! Kekuatan jahat, iblis dan manusia, akan bergabung untuk menghilangkan dari seluruh bumi orang-orang yang menghormati Yahuwah.
Bagian anda, sekarang, hari ini, adalah untuk mengenal Yahuwah dengan baik, agar anda dapat berpegang teguh pada Dia, janji-janji-Nya, dan kasih-Nya, dan bukan pada yang lain.
Putuskan pilihan anda. Hari ini! “Dengan tangan terbuka lebar, Dia akan mengampuni kamu.” Jadi pergilah kepada-Nya.
Hari ini.

Sebuah badai yang sempurna akan datang.
Bersiaplah hari ini sehingga ketika badai itu menghantam, anda tidak akan goyah.
“Yahuwah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya”. (Mazmur 46: 1-3, KJV).
7 Thieleman Van Bragt and Jan Luyken, Martyrs Mirror, hal. 419-420.
13 Sebagaimana dikutip dalam buku The Radicals.
|
Gunakan teknik-teknik ini untuk membesarkan anak anda agar mampu berdiri teguh dalam melawan daya tarik pornografi.
|
Jace dan Haylie adalah pasangan emas yang sempurna. Jace bertubuh besar dan berkulit cokelat dengan rambut pirang putih kapas turunan dari nenek moyangnya yang berasal dari Eropa Utara. Dia menjadi seorang pemain bertahan pada tim sepak bola di SMA. Haylie bertubuh tinggi dan langsing dengan rambut emas gelap, seperti warna gandum pada saat panen. Dia menjadi seorang pelari di SMA yang sama dengan Jace. Bersama-sama, mereka berhasil menjadi pasangan yang menonjol.
Seringkali sepulang sekolah Jace datang ke perusahaan teknik ayahnya di mana saya bekerja. Dia akan meminta sejumlah uang kepada ayahnya atau bermain game komputer di komputer tambahan yang tidak ada orang yang menggunakannya. Ibu Jace sambil tertawa berkata kepada istri saya bahwa dia dan ibu Haylie sudah berspekulasi tentang seperti apa cucu-cucu masa depan, yang memiliki dua orang tua yang menonjol.
Suatu hari, ayah Jace meminta saya untuk melacak sumber masalah komputer yang kami telah miliki di kantor. Komputer-komputer tersebut berjaringan, jadi apa pun yang terjadi pada satu komputer, akan mempengaruhi semua komputer. Masalah virus yang terus-menerus terjadi tampaknya berasal dari komputer yang Jace gunakan untuk menghabiskan waktu saat berada di kantor. Ketika saya menyelidiki jauh ke dalam komputer, saya menemukan penyebab masalahnya. Meskipun Jace telah menghapus riwayat penjelajahannya, dia tidak tahu semua cara untuk menyembunyikan aktivitas onlinenya dan saya menemukan bahwa dia telah menghabiskan banyak waktu mengunduh pornografi.
 |
|
Pornografi berdampak negatif pada hubungan-hubungan karena pornografi mengubah cara pandang terhadap lawan jenis. Pada akhirnya, hal ini mengubah cara mereka diperlakukan.
|
Saya tahu dari pengalaman pertama bagaimana jadinya jika kecanduan pornografi, sehingga waktu berikutnya Jace mampir, saya mengundang dia ke kantor saya untuk bicara sebagai sesama pria dengan tenang. Saya mengatakan kepadanya apa yang telah saya temukan dan saya khawatir karena hal itu sangat membuat ketagihan. Saya memperingatkannya bahwa jika dia terus menonton pornografi, itu akan mengubah bagaimana dia melihat gadis-gadis dan hal ini akan mempengaruhi bagaimana dia memperlakukan mereka. Saya mengatakan kepadanya bahwa hal ini pada akhirnya akan mengacaukan hubungan apapun yang dia coba miliki dengan wanita. Jace berterima kasih untuk peringatan tersebut dan berjanji untuk berhenti.
Tidak lama setelah itu, Jace berbicara kepada ayahnya agar memberinya komputer tersebut, karena komputer itu tidak digunakan lagi di kantor, dan dia memindahkan komputer itu ke kamar tidurnya di rumah. Pada bulan-bulan mendatang, saya melihat bahwa cara Jace memperlakukan Haylie mulai berubah. Dia tidak tertarik menghabiskan waktu dengan Haylie dan dia tidak sebaik sebelumnya pada Haylie. Dia sering berbicara kepada Haylie dengan tidak sabar. Haylie tidak mengerti mengapa Jace telah berubah, tapi dia yakin tidak seperti itu. Dipertengahan tahun mereka sebagai kakak kelas, Haylie putus dengan Jace. Ibu mereka, yang bersahabat baik, sangat kecewa, tapi saya tidak terkejut. Pornografi mengubah anda dan bukan untuk menjadi lebih baik. Pornografi telah mengubah cara Jace melihat Haylie dan sehingga, pada akhirnya, mengubah cara dia memperlakukan Haylie.
Pornografi adalah sebuah jebakan. Tingkat kecanduannya sama dengan kecanduan terhadap nikotin atau alkohol dan para orang tua yang bijaksana akan melakukan semua hal yang bisa dilakukan semampu mereka untuk mempersiapkan anak-anak mereka untuk melawan godaan ketika itu datang, karena pada beberapa titik, godaan itu akan datang.
Masalah Pornografi
Para remaja1 saat ini menghadapi tantangan-tantangan yang tidak dihadapi generasi sebelumnya. Internet telah membuat pornografi yang paling bejat tersedia hanya dengan meng-klik sebuah tombol. Masalahnya adalah, menonton film porno mengubah sistem otak orang yang rutin menontonnya.
Ada masalah yang meningkat dari kecanduan pornografi pada remaja. Dampak-dampak negatif dari kecanduan pornografi bahkan lebih besar pada remaja karena otak mereka lebih rentan terhadap efek kelebihan kimiawi yang datang karena terus-menerus menonton. … Dopamin adalah pemancar zat neuro yang merupakan pendorong kita untuk mendapatkan penghargaan pribadi. Ketika para remaja mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang merangsang atau berpotensi melakukan kebiasaan-kebiasaan adiktif, seperti pornografi, maka akan terjadi kelebihan dopamin pada otak. Dengan kenaikan dopamin yang berulang dilepaskan ke dalam otak remaja tersebut, itu membangun sistem baru untuk keinginan mendapatkan efek yang sama.
Otak remaja paling sensitif terhadap dopamin pada sekitar usia 15 tahun dan bereaksi hingga empat kali lebih kuat terhadap gambar-gambar yang dianggap menarik. Otak remaja sedang berada di puncaknya memproduksi dopamin dan neuroplastisitas, sehingga sangat rentan terhadap kecanduan dan pembangunan sistem baru karena otak mereka belum selesai berkembang.
Seksualitas secara khusus meningkatkan DetaFosB, sebuah protein yang berfungsi sebagai mediator dalam memori penghargaan alami. Penelitian ini juga menemukan bahwa kelebihan DeltaFosB memicu sindrom hiperseksual.2
Pada akhirnya, masalahnya bukanlah pornografi yang lebih dari alkoholisme, obat-obatan, atau nikotin. Masalah sebenarnya adalah kecanduan. Penggunaan jangka panjang pornografi benar-benar menghasilkan penurunan dorongan seks karena wanita sejati dengan tubuh yang normal tidak lagi memiliki daya tarik.
Laki-laki (dan mereka adalah laki-laki sejati) yang menjadi kecanduan hal yang tidak masuk akal ini sering menderita dalam hal tersebut. Mereka tahu bahwa itu mempengaruhi kemampuan mereka untuk mencintai dan dicintai oleh wanita sejati. Sebagaimana yang dijelaskan [psikiater Norman] Doidge, “para penulis Pornografi menjanjikan kesenangan yang sehat dan pembebasan dari hasrat seksual, tetapi apa yang mereka sering berikan adalah kecanduan, toleransi, dan pada akhirnya penurunan kesenangan. Secara paradoks, pasien-pasien laki-laki yang saya tangani sering menginginkan pornografi tetapi tidak menyukainya.”3
Perilaku-perilaku adiktif memberikan pelarian dari tekanan, stres, dan bahkan kebosanan, dari kehidupan sehari-hari. Kecanduan memberikan jalan keluar dari kenyataan. Ini adalah bahaya yang sesungguhnya dari kecanduan apapun. Jika para orang tua membekali anak-anak mereka untuk mengetahui bagaimana menangani stres dengan cara-cara yang membangun, para remaja akan cenderung tidak mencari penopang pelarian emosional untuk mengatasi tekanan dari kehidupan normal sehari-hari.
Melindungi Jiwa
Pekerjaan yang paling penting di dunia adalah menjadi orangtua. Orang tua sebagian besar bertanggung jawab untuk karakter-karakter yang membentuk anak-anak mereka. Adalah penting bagi para orang tua untuk membekali seorang anak dengan sarana-sarana untuk mengatasi stres dengan cara yang membangun. Melatih anak anda untuk melihat dan bersyukur atas kesenangan-kesenangan kecil dan berkat di kehidupan sehari-hari juga penting.
Berikut adalah tujuh cara konkrit untuk membantu seorang anak, dari usia muda, membentuk karakter yang akan bertahan dari daya pikat pornografi yang menggoda. Prinsip yang sama dapat diterapkan untuk perilaku adiktif yang lainnya juga.
1. Bekali anak-anak dengan menampilkan sebuah pernikahan yang sehat dan penuh kasih.
Anak-anak yang melihat orangtua mereka menikmati sebuah pernikahan yang romatis dan sehat jauh lebih mungkin bertumbuh dengan memiliki hubungan-hubungan yang sehat. Ketika anak anda melihat Ayah mengasihi dan menghormati Ibu dalam kehidupan nyata, dan memiliki hubungan yang romantis, sebuah dasar diletakkan untuk harapan-harapan yang realistis dan sehat di dalam kehidupan anak anda sendiri.
Salah satu cara terbaik bagi suami untuk menonjolkan keindahan sejati adalah dengan menemani istrinya di dalam rumah. Diperlukan banyak pelukan dan ciuman antara suami dan istri. Memberitahukan tentang seksualitas dan asmara yang alkitabiah, dan ajarlah anak-anak anda pandangan tentang kasih yang Alkitabiah.
Anak-anak perlu melihat pernikahan yang romantis dan penuh kasih sayang. Seorang ayah dapat memberikan sebuah pesan yang jelas tentang keindahan dan apa yang membuat dia tertarik. Meskipun dia tidak akan mengatakan cara ini kepada anak-anaknya. Memegang tangan, berdansa di ruang tamu, berpelukan dalam waktu yang lama di depan anak-anak adalah contoh-contoh yang indah tentang siapa dan apa yang berharga dari kasih seorang pria.4
2. Sebuah lingkungan rumah yang sehat
Semua bentuk kecanduan, termasuk pornografi, adalah metode-metode untuk melarikan diri. Pastikan rumah anda adalah tempat perlindungan yang nyaman dari dunia, di mana cinta, kehangatan, dukungan, dan penerimaan yang bebas kritik selalu diberikan kepada anak-anak anda. Memuji seorang anak karena usaha-usaha dan kerja kerasnya, bukan karena hasil akhirnya, akan mengembangkan kepuasan dalam kerja keras di dalam dirinya. Pada akhirnya, ini akan memajukan anak tersebut dari pada sekedar memuji karena hasil akhirnya, atau memuji seorang anak karena kepintarannya. Remaja mudah merasa bosan. Ketika seorang anak dipuji karena kerja kerasnya dan karena upayanya dalam mencapai sesuatu, sebuah karakter yang menemukan kepuasan dan kenikmatan dalam kerja keras terbentuk. Kemudian, ketika stres dan tantangan-tantangan pada usia remaja datang, kurang kemungkinan mereka beralih kepada penolong-penolong emosional dari kecanduan untuk mengatasinya.
 |
|
Di dalam rumah-rumah dengan orang tua tunggal tanpa ayah, adalah sangat penting bagi ibu untuk membangun hubungan yang hangat dan mendukung dengan putranya dari sejak awal. Dia harus merasa bahwa ia dapat berbicara secara terbuka dan tanpa malu tentang topik apa saja yang menyangkut dirinya. Sebuah sikap yang tenang dan tidak menghakimi diperlukan jika anda ingin putra anda untuk merasa cukup aman untuk curhat pada anda.
|
Jika rumah anda bukanlah sebuah tempat yang hangat, ramah dan menggembirakan, anak anda akan tertarik untuk mencari perlindungan di tempat lain dan pornografi menyediakan pelarian yang mudah. Rumah harus menjadi tempat pelarian bukan sebaliknya. Dalam kerangka rumah tangga sebagai tempat perlindungan seorang remaja harus diajarkan teknik-teknik yang sehat untuk mengatasi stres. Teknik-teknik yang beragam ini mulai dari tidur yang cukup, diet sehat, dan olahraga, agar dapat berdoa dan percaya kepada kekuatan ilahi.
3. Ajarkan anak anda pentingnya menahan godaan
Ketika saya berumur 14 tahun, orang tua saya membawa saudara saya dan saya untuk melakukan perjalanan ke luar negeri yang lama. Ini adalah perjalanan pertama saya keluar dari Amerika Utara dan kejutan budaya sangat besar. Salah satu dari hal-hal yang benar-benar mengejutkan pikiran muda saya adalah sikap orang pada umumnya di negara lain tersebut terhadap pekerjaan. Di AS di mana saya dibesarkan, etos kerja kaum Puritan kebanyakan “Bekerja sekarang, bermain kemudian (jika tidak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan)”. Namun, di negara yang kami kunjungi, sikapnya adalah “bermain sekarang, bekerja kemudian (mungkin-kalau tidak kita bisa bermain lebih lagi kemudian)”. Ini adalah budaya kepuasan yang instan.
Adalah sangat penting bagi pengembangan karakter anak anda untuk menanamkan prinsip menahan godaan. Pornografi sudah tersedia di Internet. Tentunya akan lebih mudah mengakses pornografi daripada mengembangkan dan memelihara hubungan-hubungan pribadi di dunia nyata. Seorang remaja yang mendapat kepuasan dari melihat pornografi secara online, akan tumbuh menjadi seorang laki-laki yang lebih mudah menemukan kesenangan untuk dirinya sendiri saat melihat pornografi, daripada berupaya mencintai dan merasakan kenikmatan bersama istrinya, dan sebaliknya, membiarkan istrinya memberinya kenikmatan.
|
“Ketika anak-anak dengan mudah membujuk orang tua mereka untuk memberikan keinginan-keinginan hati mereka, maka tidak ada yang dapat menghentikan anak tersebut saat mendapatkan pornografi jika ada kesempatan. Dan kesempatan akan muncul.
“[Sebuah statistik baru-baru ini] mengatakan dari 813 orang dewasa berumur 18-26 tahun, dua dari tiga setuju bahwa melihat pornografi dapat diterima. 86% dari laki-laki dan 32% perempuan menggunakan pornografi. Persentase di kalangan perempuan meningkat. Saya pikir kita semua setuju bahwa pornografi secara eksponensial sekarang lebih mudah diakses daripada sepuluh tahun yang lalu. Jika anak tersebut sudah terbiasa dengan keinginannya yang terpenuhi, tidak akan sulit baginya untuk terpikat oleh pornografi.”
(Rick Thomas, penulis dan konselor)
|
Menahan godaan adalah sebuah prinsip yang diajarkan di masa kanak-kanak saat seorang anak diajar untuk taat ketika “Ibu” atau “Ayah” berkata “Tidak.” Anak-anak yang diberikan segala sesuatu yang mereka minta akan mengembangkan karakter-karakter yang selalu berharap semua keinginan mereka dikabulkan. Terlalu banyak orang tua mengalihkan perhatian anak di tahun-tahun awal masa kanak-kanak. “Mengalihkan perhatian” seorang anak, bukannya mengajarinya untuk belajar “Tidak,” adalah salah satu cara yang paling berbahaya bagi orang tua untuk membesarkan seorang anak. Ini secara aktif mengajarkan kepuasan instan: “Saya tidak ingin dia memiliki ini, jadi saya akan membujuk dia dengan sesuatu yang ia temukan bahkan lebih menarik dan diinginkan.” Ini tidak mengembangkan kekuatan karakter pada anak! Ini hanya akan meneguhkan keyakinan bahwa ia dapat memiliki apa pun yang ia inginkan. Selanjutnya, ini akan mengalihkan perhatian sementara yang dengan mudah merasa bosan.
Seorang anak yang dibiarkan menikmati kepuasan instan, merasa bosan dengan segala sesuatu yang membutuhkan komitmen dan kerja keras, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang berpuas diri yang hanya mencari kepuasan instan dalam semua bagian hidupnya.
4. Ajarkan anak anda bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi
Seorang anak yang tidak pernah bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan salah, akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang tahu bagaimana melarikan diri dari apa pun, termasuk berbohong kepada istrinya, dan bahkan menyalahkan istrinya karena kecanduannya. Hal ini akan memberikan dampak pada setiap bagian lain dari hidupnya, termasuk kehidupan rohaninya.
Hal ini dimulai pada masa bayi saat seorang anak tidak diajarkan untuk mematuhi pertama kalinya ketika Ibu atau Ayah mengatakan untuk melakukan sesuatu. Beberapa anak diajarkan bahwa mereka dapat tidak taat selama Ibu masih menghitung: “Satu … dua … dua setengah … dua tiga-perempat- hampir tiga!” Dan dengan cepat, anak baru saja diajarkan bahwa dia bisa tidak taat sampai saat itu. Anak-anak lain diajarkan bahwa mereka dapat tidak taat sampai suara Ayah mencapai ketinggian nada tertentu.
Anak-anak harus diajar untuk taat saat pertama kalinya mereka disuruh melakukan sesuatu dengan nada suara yang menyenangkan. Jika tidak, mereka secara aktif diajarkan untuk bebas dengan ketidaktaatan sampai Ayah berteriak atau Ibu menghitung “dua-tiga-perempat”.
Anak-anak yang diajarkan batas-batas yang jelas dan wajar dan yang tahu bahwa mereka dicintai, adalah anak-anak yang bahagia dan aman. Seorang anak manja yang tidak pernah bertanggung jawab karena melakukan hal yang salah akan tumbuh dengan berpikir bahwa aturan-aturan dan hukum-hukum (termasuk hukum-hukum Yahuwah) tidak berlaku baginya. Sikap mental seperti itu adalah undangan terbuka bagi kecanduan pornografi.
5. Secara aktif tanamkan nilai yang anda inginkan pada anak anda
Para orang tua Kristen seringkali terbiasa berpikir anak mereka sama seperti sebuah kebun. Usaha-usaha yang melelahkan bersumber dari rumput-rumput liar yang tak sedap dipandang, yang dengan berani membesarkan kepala jeleknya di tanah hati anak mereka yang subur. Masalahnya adalah jika semua yang pernah anda lakukan adalah rumput liar, anda hanya akan berakhir dengan sebidang tanah kotor yang tidak subur. Untuk memiliki sebuah kebun yang indah dan produktif, memerlukan lebih dari sekedar menyiangi. Sebuah kebun yang indah akan memiliki berbagai macam bunga dan anggur sehingga penampakan yang indah dan aroma yang wangi menarik perhatian kupu-kupu dan burung-burung. Sebuah kebun yang produktif juga akan memiliki buah-buahan dan sayur-sayuran untuk makanan serta tanaman-tanaman obat yang dapat digunakan dalam berbagai cara yang produktif. Namun, memiliki lebih dari sekedar sebidang tanah kotor yang tidak subur, membutuhkan kerja keras. Itu memerlukan perencanaan. Itu juga perlu secara aktif menanamkan apa yang anda inginkan dan kemudian memelihara apa yang telah ditanam.
Menjadi rupa remaja seperti apa yang anda inginkan untuk anak anda ketika ia berumur 18 tahun? Apakah anda menginginkan ia menjadi anak yang sopan, menghormati wanita, pekerja keras, baik terhadap orang lain, melindungi orang-orang yang lebih kecil dan lebih lemah dari dirinya? Maka anda perlu mulai menanamkan hal-hal tersebut di dalam karakternya dari usia dini dan secara aktif mengasuh mereka saat mereka bertumbuh.
6. Miliki sebuah percakapan jujur dengan anak-anak anda
Jangan pernah berbohong kepada anak-anak anda. Biarkan mereka bertumbuh dengan mengetahui bahwa mereka dapat selalu datang kepada anda untuk kebenaran. Jika ada sesuatu yang belum bisa diketahui di usia mereka, anda dapat memberitahu mereka bahwa anda akan menjawab pertanyaan mereka ketika usia mereka sudah tepat untuk mengetahuinya. Menolak untuk menjawab pertanyaan adalah tindakan yang salah. Tapi berbohong adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dan akan menghancurkan kepercayaan mereka pada anda.
Mulailah percakapan terbuka yang sesuai usia dengan anak-anak anda dari usia muda. Jika mereka tidak mendapatkan informasi dari anda, mereka akan mendapatkannya dari rekan-rekan mereka dan yang pasti bukan tempat yang aman untuk belajar nilai-nilai Kristen.
 |
|
Berbicara secara jujur dengan anak-anak anda. Anda ingin mereka belajar nilai-nilai mereka dari anda, bukan dari rekan-rekan mereka.
|
Dengan membentuk komunikasi yang terbuka, jelaskan bahaya-bahaya pornografi pada anak-anak anda yang sedang bertumbuh. Di dunia saat ini, gambar-gambar pornografi sangat mudah diakses secara online, anda akan perlu pembicaraan tentang hal tersebut sebelum mereka mencapai masa puber. Putri bungsu saya baru-baru ini tidak sengaja menemukan gambar secara online yang benar-benar membuatnya kesal. Dia baru berumur 11 tahun dan mencari gambar-gambar binatang cantik dan tidak biasa seperti kelinci berambut panjang, dan gambar-gambar sejenis lainnya. Tiba-tiba, saat ia mencari gambar anjing terbesar di dunia, sebuah gambar tubuh terpenggal muncul. Itu bukan jenis gambar yang dia cari, tetapi muncul juga.
Penampakkan yang sangat jelas dari gambar tersebut sangat membuatnya sedih dan mengganggunya selama berbulan-bulan. Beberapa hal tertentu akan memicu ingatan tentang apa yang telah dilihatnya, dan dia akan kesal lagi. Pornografi juga berulang kali muncul dalam pencarian yang tampaknya sama sekali tidak berhubungan. Seseorang yang masih lugu yang mencari busana-busana kecil yang lucu untuk anjing dapat memperoleh gambar pornografi yang sangat menjijikkan. Para ahli website untuk situs-situs porno memanfaatkan berbagai kata kunci untuk menarik orang ke situs mereka.
Beritahukan anak-anak anda tentang bahaya pornografi! Jangan biarkan ketidaknyamanan anda terhadap topik tersebut menjadikan anak-anak mengabaikan bahaya-bahayanya. Jelaskan bahwa cara terbaik untuk menghindari kecanduan adalah jangan pernah mencobanya sejak awal!
Anda bahkan dapat menerapkan beberapa pernyataan komitmen:
Komitmen pertama: Saya memahami bahwa pornografi adalah dosa adiktif yang dapat menghancurkan harapan saya memiliki pernikahan yang penuh kebahagiaan suatu hari nanti.
Komitmen kedua: Saya terbuka kepada Yahuwah dan akan terbuka kepada orang tua saya atas apa yang saya masukkan ke dalam pikiran saya melalui buku-buku, film, internet, dan apa yang saya dengarkan.
Anda adalah orang tua. Ini adalah tugas anda untuk memantau hiburan anak anda. Jika anda tidak melakukannya, anda tidak akan tahu apa yang sedang mempengaruhinya. Konsekuensi-konsekuensi jangka panjang karena mengabaikan peran anda sebagai orang tua ketika anak tersebut masih remaja dapat membuat dia kehilangan pekerjaan, kehilangan pernikahan, dan kehidupannya sangat tidak bahagia serta tidak memuaskan ketika anak anda mencapai usia dewasa. Kebiasaan-kebiasaan tersebut diajarkan pada masa kecil, baik atau jahat, akan tetap bersama dan mempengaruhi seseorang sepanjang umurnya.
7. Ajarlah anak anda pengendalian diri
Dari semua prinsip yang terdaftar di sini, inilah yang paling penting. Seorang anak yang diajarkan pengendalian diri akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang meletakkan hukum Yahuwah di atas keinginan pribadi, dan kewajiban di atas kepuasan pribadi. Orang-orang yang tidak diajarkan pengendalian diri pada masa kecil akan dipaksakan pada mereka ketika mereka lebih tua dengan paksaan-paksaan dari luar.
- Seorang remaja yang kurang pengendalian diri dalam hal belajar dengan tekun menerima nilai lebih rendah dan, kemudian, memiliki peluang-peluang lebih sedikit di dalam bursa pekerjaan.
- Seorang dewasa yang kurang pengendalian diri dalam melakukan pekerjaan tidak akan mendapat promosi dalam pekerjaannya atau langsung dipecat.
- Skenario terburuk, seorang dewasa yang tidak memiliki pengendalian diri akan berakhir di penjara. Negara memaksa pengendalian yang ia kurang miliki dengan menghapus kebebasannya untuk memilih dan memenjarakan dia.
Pengendalian diri dimulai dari bayi di pelukan ibunya. Bayi yang berusia 18 bulan yang dibiarkan untuk melempar dengan marah-marah dan berteriak, dan menendang, sedang diajarkan kurangnya pengendalian diri dari awal. Seorang anak berusia 8 tahun yang dibiarkan kasar kepada saudara-saudaranya ketika ia sakit dan tidak enak badan, sedang diajarkan kurangnya pengendalian diri dari awal. Seorang anak berusia 14 tahun yang dibiarkan menaikkan suaranya dan berteriak ketika marah sedang diajarkan kurangnya pengendalian diri lagi dari awal. Siapapun bisa berteriak ketika marah. Seseorang tidak memerlukan kekuatan karakter saat kehilangan kendali. Namun, diperlukan pengendalian diri yang sangat besar dan karakter yang kuat untuk mempertahankan ketenangan dan pengendalian diri seseorang ketika terprovokasi.
 |
|
Para orang tua yang tidak melatih anak mereka untuk mengendalikan diri melakukan tindakan yang sangat merugikan bagi anak tersebut yang akan membayar harga tinggi di kemudian hari.
|
Gagal dalam mengajarkan pengendalian diri adalah salah satu tindakan yang sangat merugikan yang dapat dilakukan orangtua pada anak. Ini terbawa sampai ke dalam setiap bagian kehidupan, termasuk kehidupan rohani. Menyerahkan kehendak kepada Yahuwah, menolak untuk memanjakan diri dalam perbuatan dosa ketika anda benar-benar menginginkannya, membutuhkan kekuatan karakter yang hanya berasal dari pengendalian diri.
Mungkin anda tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi godaan pada diri anda sendiri. Kita semua memiliki bagian yang membutuhkan bantuan ilahi untuk mengatasinya. Tapi itu membutuhkan perilaku pengendalian diri dengan memilih untuk datang kepada Yahushua untuk meminta pertolongan ketika tergoda, daripada menyerah pada godaan yang diinginkan.
Dimana dosa dimulai
Dosa selalu pertama kali dimulai dalam pikiran. Itu terpendam dalam imajinasi. Kemudian, ketika kesempatan datang, godaan di luar bertemu dengan kerusakan di dalam dan orang tersebut jatuh ke dalam dosa. Ini bisa terjadi karena kurangnya pengendalian diri.
Salah satu pekerjaan terbesar anda sebagai orang tua adalah menanamkan pada anak-anak anda prinsip-prinsip pengendalian diri. Dia tidak pernah bisa mencapai sosok seorang pria sejati di dalam Yahuwah selama ia diperbudak oleh keinginan-keinginan yang berubah-ubah dari sifat lemahnya.
Jikalau anak anda telah menonton pornografi
Bahkan di dalam keluarga yang paling rohani, dengan orangtua yang paling hati-hati, remaja masih dapat menjadi korban godaan pornografi. Ini tidak menjadikan anda orangtua yang buruk. Lusifer memberontak di Surga! Namun, perlu disadari bahwa apa yang sedang anda hadapi adalah kecanduan sejati.
Dr. Donald L. Hilton, Jr., mendorong:
[Kita perlu] menganggap pornografi dan kecanduan seksual sebagai kecanduan penuh, dan bukan dari perspektif perilaku / rohani saja. … orang-orang yang sedang berjuang dengan pornografi dan kecanduan seksual harus memahami bahwa karena ini adalah kecanduan sejati, mereka tidak akan dapat berhenti kecuali mereka mencari bantuan dari sumber-sumber yang tepat. Anggapan bahwa “ini adalah dosa pribadi saya, dan saya bisa mengatasinya secara pribadi dengan Tuhan” hanya akan menghasilkan meningkatnya kecanduan, dan mengabadikan mereka dalam kehidupan ganda. Mereka harus memiliki keinginan pribadi untuk mencari dan mendapatkan pertobatan dan pemulihan.6
Jika anda menemukan bahwa anak anda telah terjerat dalam pornografi, ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan untuk membantu membebaskan mereka.
A) Jangan menanggapi dengan marah, jijik atau air mata emosional. Jangan berusaha mempermalukan anak anda. Anak-anak dan remaja adalah anggota-anggota dari keluarga kerajaan Surga yang lebih muda dan harus diberikan martabat dan rasa hormat.
Jika anak anda sudah berjuang dengan kecanduan porno, berikan dia kebaikan dan pemahaman yang anda ingin Yahuwah berikan kepada anda ketika anda gagal.
 |
|
Jika anak anda sudah berjuang dengan kecanduan porno, berikan dia kebaikan dan pemahaman yang anda ingin Yahuwah berikan kepada anda ketika anda gagal.
|
B) Jadilah tenang, baik dan pengertian. Perlakukan anak anda seperti yang anda ingin Yahuwah lakukan kepada anda ketika anda membuat kesalahan. Jika anda juga telah berjuang dengan pornografi, anda dapat berbagi apa yang telah membantu anda mengatasinya. Biarkan anak anda tahu bahwa dia tidak sendirian.
C) Dorong dan tumbuhkan kepercayaan anak anda. Sekarang bukan waktunya bagi orang tua dengan “kasih yang keras.” Orang tua yang memerintah remaja dengan “kasih yang keras” akan menghukum bahkan jika ia telah mengaku dan meminta maaf. Pornografi, pada dasarnya, adalah sifat buruk rahasia yang tersembunyi. Jangan memberikan anak remaja anda alasan untuk menjadikannya lebih rahasia lagi. Kasih yang keras hanya mendorong remaja untuk berbohong karena mereka tahu mereka akan dihukum, bahkan jika mereka mengatakan yang sebenarnya. Jadilah tempat yang aman bagi anak anda untuk didatangi jika ia sedang berjuang dan membutuhkan bantuan.
D) Jelaskan bahaya-bahaya dan masalah-masalah dari pornografi. Beritahu anak anda bahwa menonton pornografi benar-benar akan mempengaruhi kimiawi otak.
E) Dapatkan penasihat yang berkualitas yang terampil dalam menangani kecanduan seksual untuk bekerja dengan anak anda. Ingat, karena perubahan kimiawi otak, anda berurusan dengan kecanduan sejati.
F) Batasi akses komputer.
G) Jagalah anak anda agar tetap terkendali dan aktif secara fisik. Hilangkan atau kurangi asupan makanan yang merangsang dan membangkitkan sifat lemah (daging, telur, gula berlebih, kafein, dll)
H) Jangan pernah “meragukan anak anda” saat ia kalah. Anda tidak serta merta menjadi orangtua yang buruk jika anda menemukan anak anda telah menjadi pencandu pornografi. Semua manusia diberikan jaminan kebebasan memilih.
I) Berdoa, berdoa, berdoa untuk anak anda. Berdoa untuk anak anda adalah mandat ilahi. Ketika bangsa Israel bersikeras memiliki seorang raja untuk menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain, respon Samuel yang menginspirasi adalah teladan bagi setiap orangtua yang berurusan dengan anak yang sedang berjuang: “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Yahuwah dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.” (1 Samuel 12:23, NKJV). Jika anda tidak berdoa untuk anak anda, lalu siapa?
Bantulah anak anda mengatasinya
Penulis Rick Thomas mengamati: “Masalahnya bagi banyak dari kita adalah kita tidak mengerti godaan pornografi yang membahayakan dan bagaimana perilaku kita, meskipun tidak disengaja, dapat membantu membentuk seorang anak mendambakan sesuatu yang dapat menyebabkan dia menjadi budak di seumur hidupnya.”7 Banyak remaja tersandung pornografi dan menjadi kecanduan karena kelalaian orangtua. Jika mereka tidak pernah diajarkan pengendalian diri, jika mereka tidak pernah diminta terbuka untuk tindakan-tindakan mereka, jika lingkungan rumah bukanlah tempat berlindung yang mendukung dari dunia, remaja jauh lebih rentan tertarik pada pornografi. Menjadi orangtua yang terencana -merencanakan anak anda akan jadi orang dewasa seperti yang anda inginkan dan bekerja untuk tujuan itu- diperlukan jika anak-anak kita menjadi anak-anak yang bisa mengatasi godaan.
Seorang anak yang diajarkan untuk membuat keputusan-keputusan yang berdasar pada prinsip, bukan perasaan, akan tumbuh menjadi orang terhormat yang hidup berprinsip. Bahkan jika anak anda hampir bertumbuh, tidak begitu terlambat untuk mulai melengkapi dirinya dengan pedoman-pedoman untuk hidup saleh dan terhormat dalam takut akan Yahuwah.
|
Sekarang, lebih dari sebelumnya, adalah sangat penting untuk menjaga setiap poros jiwa di mana Setan akan berusaha untuk menarik dan menjerat.
|
Dosa dapat membuat kecanduan. Tidak peduli dosa apapun itu: kemarahan, gosip yang berbahaya, narkoba, pikiran jahat, kesombongan, nikotin/alkohol, pornografi, masturbasi, atau sesuatu yang lain. Itu semua membuat kecanduan.

Satu-satunya jawaban bagi kita ditemukan di dalam Yahushua. Masing-masing orang bertanggung jawab kepada Yahuwah untuk jiwanya sendiri. Sebagaimana yang Kitab Suci jelaskan, “Biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel, dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuan Yahuwah.” (Lihat Yehezkiel 14:14.) Oleh karena masa percobaan akan segera ditutup, masing-masing dari kita harus menyelidiki dosa yang tersembunyi di hati kita dan menyerahkan semuanya kepada Yahushua.

Nafsu pada seks, pada makanan, pada obat-obatan, pada apa pun yang tidak murni-adalah nafsu setan yang dinyatakan melalui manusia. Satu-satunya cara yang Setan miliki untuk menarik jiwa adalah melalui panca indera. Panca indera tersebut harus dijaga ketat. Diet sehat, gaya hidup hemat, tidur yang cukup, semuanya bekerja sama untuk menjaga dan memperkuat panca indera.
Setan membujuk melalui panca indera, tetapi ia menjerat melalui pikiran. Orang-orang yang mau dimurnikan dan bersiap untuk menyambut Juruselamat saat kedatangan-Nya harus giat menjaga pikiran karena dari pikiran akan berlanjut, menjadi perasaan. Dan penggabungan pikiran dan perasaan yang akan membentuk karakter.
Menuju Surga melalui kuburan berbeda dengan berpindah tempat tanpa menghadapi kematian saat Kedatangan Kedua. Setiap orang yang pergi ke Surga tanpa menghadapi kematian, akan berjuang dalam hidup mereka di area di mana mereka tidak bisa menaklukkan diri mereka sendiri. Tidak masalah jika 95% dari karakter seseorang memiliki kecenderungan yang diwariskan untuk berbuat kejahatan atau jika hanya 5% terdiri dari kecenderungan yang diwariskan untuk berbuat kejahatan. Hanya Yahushua yang bisa menyelamatkan. Seseorang dengan 95% kecenderungan yang diwariskan untuk berbuat kejahatan masih bisa diselamatkan jika ia menyerahkan semuanya kepada Juruselamat. Dan seseorang, yang dibesarkan di lingkungan terbaik, dari orang tua yang takut akan Yahuwah, dengan hanya 5% kecenderungan yang diwariskan untuk berbuat kejahatan, masih bisa tidak selamat jika dia pikir bahwa dia bisa mengatasinya dengan kekuatan sendiri dan menolak untuk berserah kepada Yahushua.
Banyak orang yang bertanya, “Bagaimana saya membuat penyerahan diri kepada Yahuwah?”1 Anda ingin memberikan diri anda kepada-Nya, tetapi anda lemah dalam hal kuasa moral, diperbudak oleh keraguan, dan dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaan hidup anda yang penuh dosa. Janji-janji dan resolusi-resolusi anda tidak teguh. Anda tidak dapat mengendalikan pikiran-pikiran anda, dorongan-dorongan hati anda, ketertarikan-ketertarikan anda. Kesadaran tentang janji-janji anda yang telah rusak dan hilang melemahkan kepercayaan diri anda di dalam ketulusan anda sendiri, dan menyebabkan anda merasa bahwa Yahuwah tidak dapat menerima anda; namun anda tidak perlu putus asa. Yang perlu anda pahami adalah kekuatan sejati dari keinginan. Ini adalah kekuatan yang mengatur sifat manusia, kekuatan keputusan, atau pilihan. Semuanya tergantung pada tindakan yang tepat dari keinginan. Kekuatan pilihan Yahuwah telah diberikan kepada manusia; itu adalah milik mereka untuk melatih mereka. Anda tidak dapat mengubah hati anda, anda tidak dapat dengan sendiri memberikan kepada Yahuwah ketertarikan-ketertarikan hati anda; tetapi anda dapat memilih untuk melayani Dia. Anda dapat memberi-Nya keinginan anda; Dia kemudian akan bekerja di dalam kesediaan anda dan melakukannya sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian seluruh sifat anda akan dibawa ke dalam kendali Roh Yahushua; ketertarikan-ketertarikan anda akan berpusat pada-Nya, pikiran-pikiran anda akan selaras dengan Dia.2
Salah satu masalah yang secara khusus sulit bagi para pria generasi akhir zaman adalah kenajisan seksual. Banyak pria Kristen tulus yang berjuang dengan kecanduan pornografi dan masturbasi. Yang perlu dipahami dengan jelas adalah bahwa dosa-dosa ini dimulai dengan mata. Ketika seorang pria mengijinkan matanya untuk berlama-lama melihat tubuh wanita, pikiran dan imajinasi menjadi satu. Wanita Kristen berpakaian sederhana, tetapi pada akhirnya tanggung jawab terletak pada pria untuk memungkinkan matanya untuk berlama-lama, atau memilih untuk memalingkan pandangannya. Di mana mata dibiarkan untuk berlama-lama, di situ pikiran akan cenderung diam.
“Ketika kita datang kepada Yahuwah untuk mengakui bahwa kita tidak layak dan berdosa, Dia Sendiri telah berjanji untuk mendengarkan seruan kita. Kehormatan tahta-Nya dipertaruhkan untuk pemenuhan firman-Nya kepada kita.
“… Imam Besar Agung kita mengingat semua firman yang oleh firman itu Dia telah mendorong kita untuk percaya. Dia selalu mengingat perjanjian-Nya.
“Semua orang yang mencari Dia akan menemukan Dia. Semua orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan. Tidak akan ada alasan, Jangan ganggu Aku; pintunya sudah tertutup; Aku tidak ingin membukanya. Tidak akan ada orang yang diberitahu, Aku tidak dapat membantu anda. Orang-orang yang meminta roti saat tengah malam untuk memberi makan jiwa-jiwa yang lapar akan mendapatkannya”.
(Christ’s Object Lessons, hal. 148)
Langkah-langkah untuk Menang
Apapun dosa anda, ada empat langkah spesifik yang dapat anda ambil untuk mengatasinya:
- Panggillah nama Yahuwah. Klaim janji-janji yang dapat dipergunakan untuk situasi anda dan berdoalah, dengan penuh pengharapan untuk menerima jawaban.
- Dengan tekad dan ketegasan yang besar, nyatakanlah niat anda. Jadilah spesifik dan buatlah dalam bentuk kata-kata.
- Mintalah kepada Yahuwah untuk membuat anda menyadari bahaya yang akan datang ketika anda pertama kali mulai mendekat dengan godaan. Mintalah kepada-Nya untuk mengingatkan anda untuk berdoa dan meminta bantuan sebelum emosi-emosi anda tertarik ke dalam nafsu karena dosa birahi tersebut.
- Milikilah teman-teman yang bisa membantu anda dapat terus terbuka.
Dengan memiliki kelompok yang dapat dipercaya, bahkan walaupun hanya satu orang, yang olehnya anda dapat saling terbuka, dapat menjadi bantuan yang luar biasa di dalam mengatasi kecanduan melakukan dosa. Para pria dan wanita yang bekerja untuk menyebarkan kebenaran melalui WLC berkomitmen, dengan hati dan jiwa, kepada Yahuwah. Tapi kita juga masih manusia. Kita juga masih melakukan kesalahan. Kita juga masih membutuhkan Juruselamat.
Kelompok yang Terbuka

Para pria di WLC memahami bahwa salah satu jerat terbesar Setan untuk pria di generasi akhir adalah melalui kenajisan seksual. Kita melakukan percabulan dengan sangat serius dan kita tidak kebal terhadap godaan. Ketua tim WLC baru-baru ini mengundang para pria di WLC untuk bergabung bersama untuk saling terbuka satu sama lain untuk menjaga kemurnian pikiran dan tubuh.
Kami membagikan surat berikut, bukan untuk mengekspos pelayanan ini. Kami membagikannya sebagai sarana untuk membantu dan mendorong orang lain untuk dengan rendah hati mencari kelompok-kelompok pendukung mereka sendiri.
|
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Yahushua,
Kebenaran-kebenaran di dalam kitab Daniel pasal 11 yang Yahuwah baru-baru ini bawa pada perhatian kita telah membuat kita memahami betapa dekatnya penutupan masa percobaan itu. Saudara-saudara terkasih, kita sangat dekat dengan saat di mana Sang Juruselamat kita akan berkata, “Barangsiapa berbuat jahat, biarlah ia tetap jahat. Dan barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya”. (Wahyu 22:11). Sebagaimana yang Roh Kudus telah ingatkan di pikiran saya tentang dekatnya hari kesudahannya, hati saya telah sangat terbebani dengan masalah kenajisan seksual yang menjadi sebuah batu sandungan bagi para pria saat ini.
Kita adalah pria-pria generasi terakhir. Serangan Setan pada kita lebih kuat, lebih nekat, dan memukul lebih keras melebihi generasi sebelumnya. Alkitab mengajarkan bahwa “sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah dia”. (Amsal 23:7). Yahushua memperingatkan bahwa jika kita walaupun hanya memandang seorang wanita dengan nafsu di hadapan dia, kita telah berzinah dengan dia di dalam hati kita.
Setan tahu hal ini dan serangan-serangannya terhadap para pria di generasi akhir berlangsung tanpa henti. Tak seorang pun yang kebal terhadap serangan tersebut. Melebihi apa yang sudah dilakukan sebelumnya, para pria di tim WLC perlu menjaga kemurnian hati dan pikiran dan tubuh. Ketika Akhan berdosa, dia menyembunyikan barang curiannya di dalam tendanya. Namun, seluruh tentara Israel menderita akibat dosanya. Tiga puluh enam orang tewas dalam perang pertama di Ai. Tiga puluh enam perempuan ditinggalkan tanpa suami. Tiga puluh enam rumah ditinggalkan tanpa seorang ayah untuk menafkahi anak-anak. Semua karena dosa tersembunyi dari satu orang.

Saudara-saudara yang terkasih, kita telah menyatukan upaya-upaya kita untuk membawa kebenaran Yahuwah ke seluruh dunia. Ini akan menjadi tragedi yang memilukan jika Yahuwah tidak memberkati kita karena ada dosa di kemah WLC. Kita harus menggunakan setiap senjata yang kita miliki di dalam perjuangan ini. Kita memiliki Juruselamat kita yang merupakan tempat untuk melarikan diri. Dia telah berjanji untuk memberikan bantuan setiap waktu ketika diperlukan. Namun, kita juga berurusan dengan kecanduan. Kita semua pecandu dosa. Dosa itu sendiri dapat membuat ketagihan dan masturbasi dan pornografi adalah salah satu kecanduan yang paling sulit untuk diatasi. Satu hal yang telah terbukti membantu para pecandu adalah dengan memiliki kelompok pendukung yang olehnya seseorang dapat terbuka.
Saya mengusulkan bahwa, untuk keamanan dan privasi dari kelompok kecil kita, kita harus saling terbuka. Ini adalah perjuangan untuk jiwa kita dan kita perlu menggunakan setiap alat yang tersedia bagi kita. Kita memerlukan berkat Yahuwah ini, saudara-saudaraku. Kita perlu saling mendoakan. Saya meminta bahwa setiap pria yang bekerja sama dengan WLC bergabung bersama dalam memberikan pertanggungjawaban bersama dengan janji seperti berikut yang kita akan buat satu sama lain setiap minggunya:
Dengan kasih karunia Yahuwah, melalui iman di dalam Yahushua, saya telah menjaga kemurnian saya minggu ini.
Kita akan mengirimkan janji ini setiap hari pertama setelah hari Sabat, pada tanggal 2, 9, 16, dan hari ke-23 dari bulanan bulan. Saya meminta Saudara Q untuk mengkoordinir kelompok kita yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada tanggal-tanggal yang telah dijadwalkan, kita semua akan mengirim e-mail janji kita kepada Saudara Q. Saudara Q akan memiliki dua hari untuk menyusun daftar nama-nama saudara-saudara yang telah gagal dan perlu kita doakan. Dia akan menambahkan namanya sendiri ke daftar doa jika diperlukan. Karena ini adalah suatu masalah yang sulit bagi kita para pria di generasi akhir, jika seseorang tidak menanggapi, saya meminta Saudara Q untuk beranggapan bahwa dia telah terjerumus juga dan menambahkan namanya ke daftar doa.
Hal ini bukan untuk mempermalukan salah satu dari kita dan juga tidak akan berdampak pada reputasi setiap saudara di WLC. Hal ini semata-mata untuk memberikan dorongan di dalam memperjuangkan kemurnian. Saya menginginkan kelompok pendukung ini bertahan hingga penutupan masa percobaan. Setan sedang berjuang keras untuk jiwa kita dan kita perlu untuk mengangkat saudara-saudara kita dalam doa.
Ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati, saudara-saudara terkasih. Kemurnian seksual mencakup lebih dari menahan keinginan dari masturbasi atau pornografi. Mata adalah jendela jiwa dan, dengan demikian, harus dijaga setiap saat. Kita perlu mengalihkan pandangan kita jika seorang wanita berpakaian minim berjalan melewati kita. Hal ini berarti menjaga pikiran kita. Kita tidak boleh memelototi seorang wanita. Ini adalah tanggung jawab kita, saudara-saudara, untuk menjaga jendela ini untuk jiwa kita dan tidak membiarkan mata kita atau pikiran kita untuk berlama-lama di mana itu akan membuat kita lebih mudah untuk menyerah pada masturbasi atau pornografi.
Sebagai rekan kerja WLC, kita memiliki kelompok pendukung sendiri yang saling membangun. Kita adalah sebuah kelompok persaudaraan yang bisa saling mendoakan dan mengangkat satu sama lain. Jika salah satu dari kita tersandung, kita tahu bahwa kita memiliki pengantara dengan Bapa. (Lihat 1 Yohanes 2:1). Dan kita tahu bahwa di sini kita bisa mendapatkan dukungan dan pemahaman tanpa takut mendapat penghakiman.
Kita tidak punya waktu untuk kalah, saudara terkasih. Kesudahannya sudah sangat dekat.
|
Serius Menanggapi Dosa
Saudara-saudara, kesudahannya sudah terlalu dekat untuk berjudi dengan keselamatan kita. Kita perlu serius menanggapi dosa. Kita perlu melindungi poros-poros ke jiwa kita. Di dalam menghadapi badai kehidupan, beralihlah kepada Sang Juruselamat dan Dia akan mengangkat anda.
Jangan mendengarkan saran musuh untuk menjauh dari Kristus sampai anda telah membuat diri anda menjadi lebih baik; sampai anda layak untuk datang kepada Yahuwah. Jika anda menunggu sampai saat itu tiba, anda tidak akan pernah datang. Ketika Setan mengingatkan dosa anda, ulangi janji Yahushua, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”. Yohanes 6:37. Katakan kepada musuh bahwa darah Yahushua membersihkan dari segala dosa. Berdoalah seperti Daud, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!”. Mazmur 51:7.
Bangkitlah dan pergi kepada Bapa anda. Dia akan memenuhi anda dengan cara yang ajaib. Bahkan walaupun anda baru melangkah satu langkah ke arah Dia di dalam pertobatan, Dia sudah akan dengan cepat datang memeluk anda dengan kasih-Nya yang tak terbatas. Telinga-Nya terbuka untuk seruan jiwa yang menyesal. Hal yang paling pertama mengesankan hati di hadapan Yahuwah, diketahui oleh-Nya. Tidak ada doa yang dipanjatkan, betapa pun goyahnya, tidak pernah ada air mata yang ditumpahkan, sekalipun tersembunyi, tidak pernah ada keinginan tulus yang berharga di hadapan Yahuwah, selemah apapun itu, yang olehnya Roh Yahuwah tidak keluar untuk menjangkaunya. Semuanya Dia jangkau. Bahkan sebelum doa itu diucapkan atau kerinduan hati itu disebut, kasih karunia dari Kristus sudah akan menjangkau anugerah yang bekerja pada jiwa manusia.3

Konten Terkait:
1 Nama-nama Suci telah digunakan untuk menganti gelar-gelar yang ada.
2 Ellen G. White, Steps to Christ, hal. 47. Nama-nama Suci yang digunakan di sini.
3 Ellen G. White, Object Lessons Kristus, hal. 205. Nama-nama Suci yang digunakan di sini.
Inilah Kesempatan Terakhir untuk Menangani secara Radikal Dosa-dosa Seksual.
Masa percobaan sudah akan ditutup. Akan menjadi sebuah kebodohan besar bagi orang-orang Kristen zaman sekarang jika mereka tidak menggunakan semua senjata yang tersedia dalam perang mereka melawan dosa seksual.
Kita harus
sangat radikal dalam menangani dosa seksual di saat-saat terakhir dari masa
percobaan ini. Setan melancarkan perang yang paling sengit melawan mereka yang
mengaku sebagai umat Yahuwah untuk memastikan agar mereka tetap diperbudak oleh pornografi
dan dosa seksual. Kita telah diperingatkan dalam Firman-Nya bahwa mereka yang
terlibat dalam dosa-dosa seksual akan dihukum (1 Korintus 6:9-10; Galatia
5:19-21). Di WLC, kami sepenuhnya sadar
pada jenis perang tanpa henti yang Setan lancarkan terhadap umat Yahuwah dalam
area ini, di seluruh dunia. Namun, janganlah ada seorang pun yang merasa tak
berdaya atau jauh dari pertolongan dalam perang ini. Terpujilah Nama-Nya karena
fakta ini.
 |
|
Kita perlu sangat radikal dalam pertempuran kita dan mau menggunakan setiap senjata
yang telah disediakan Surga untuk mengatasi dosa-dosa seksual.
|
Kita perlu
melangkah jauh dalam pertempuran kita dan bersedia untuk menggunakan setiap
senjata yang Surga sediakan bagi kita untuk mengatasi dosa seksual. Yahushua
telah memperingatkan, “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah
dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan
kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu
dicampakkan ke dalam api kekal”. (Matius 18:8). Saudara Sulung kita
Yahushua memerintahkan kita untuk menjadi sangat revolusioner dalam menangani
dosa, yaitu bersedia untuk melakukan semua hal yang dibutuhkan agar berhasil di
dalam perang yang tanpa henti ini.
Untuk tujuan
itu, kami ingin berbagi daftar 8 senjata yang perlu dimanfaatkan oleh setiap
orang Kristen yang menjadi
seorang
pecandu dari segala bentuk dosa seksual. Kami tidak membuat daftar ini dalam
urutan khusus. Ini semua
harus dilaksanakan dengan serius secara bersamaan untuk memastikan sebuah
kemenangan permanen dan abadi, oleh kasih karunia-Nya:
Senjata #1:
Mulailah Dengan Menceritakan Kisah Kecanduan Anda.
Tindakan ini
selalu sulit, karena bagi pecandu seks ini adalah sesuatu yang memalukan, dan
para korban sering enggan untuk menceritakan hal yang memalukan ini pada orang
lain. Namun, menceritakan kisah anda pada orang lain akan membuat anda menjadi
semakin jauh dari cengkeraman kecanduan. Para pencandu Alkohol yang tidak
disebutkan namanya telah lama memahami pentingnya menceritakan kisah
kecanduan seseorang, dan mereka akan saling menguatkan setiap orang yang
berusaha mendapatkan kebebasan dari kecanduan mereka untuk menceritakan kisah
mereka.
Senjata yang
efektif ini memiliki prinsip Alkitabiah yang ditemukan dalam Yakobus 5:16:
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan,
supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat
besar kuasanya”.
Ketika sebagian
orang mungkin memberlakukan ayat di atas untuk saling mengakui pelanggaran satu
sama lain, Calvin menjelaskan pemahamannya yang berbeda tentang ayat ini dalam
teks berikut:
“Banyak
orang yang berpikir bahwa Yakobus di sini menunjukkan jalan rekonsiliasi
persaudaraan, yaitu, dengan saling mengakui dosa. Tapi seperti yang
telah dikatakan, objeknya [Yakobus] berbeda; karena dia mengaitkan doa bersama
dengan pengakuan bersama; dengan itu dia mengisyaratkan bahwa pengakuan berguna
untuk tujuan ini, agar kita dapat ditolong… [Yahuwah] melalui doa-doa dari
saudara-saudara kita; karena mereka yang mengetahui kebutuhan kita, akan
terdorong untuk berdoa agar mereka dapat membantu kita; tapi bagi mereka yang
tidak mengetahui penyakit-penyakit kita akan menjadi lambat untuk memberikan
pertolongan kepada kita”. (https://www.studylight.org/commentary/james/5-16.html)
Nasihat WLC: Kalahkan rasa malu anda
dan ceritakan kisah anda kepada satu orang atau lebih yang anda percayai,
sehingga mereka dapat bersatu dengan anda dalam doa yang efektif. Anda
membutuhkan setiap bantuan yang tersedia dalam pertempuran anda melawan
kecanduan seksual, dan senjata ini akan memastikan bahwa pihak lain yang
terpercaya akan bersama dengan anda melalui doa-doa mereka yang dipanjatkan
dengan sungguh-sungguh.
Senjata #2: Ubah
Lingkungan yang Membuat Anda Masuk ke Dalam Pencobaan.
Batalkan saluran
TV berbayar anda, buang kartu-kartu toko video, hindari tinggal sendirian pada
waktu siang ataupun malam, blokir semua hal yang berbau porno dari komputer
anda, batalkan semua langganan-langganannya. Ini adalah sebagian kecil dari
langkah-langkah yang dapat anda ambil. Setiap pecandu pornografi perlu
menghilangkan dari rutinitas harian mereka semua area yang rentan dan menggoda.
Anda harus proaktif secara
radikal menghilangkan semua situasi yang berperan terhadap kecanduan seksual
anda, dan di situasi di mana Setan menyerang anda. Baca dengan seksama
peringatan-peringatan berikut dari teladan kita, Tuan kita Yahushua:
Kamu telah
mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang
yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam
hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan
buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,
dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu
yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik
bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh
masuk neraka. (Matius 5:27-30).
Jangan pernah berhenti menangani dosa kecanduan seks yang mengepung anda. Anda berjuang demi hidup anda dan nasib kekal anda yang dipertaruhkan. Ada sebuah neraka untuk dihindari dan sebuah surga untuk dimenangkan.
|
Tetapi
barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya
kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya
lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala
penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang
mengadakannya. Jika
tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena
lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari
pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih
baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke
dalam api neraka dengan bermata dua. (Matius 18:6-9).
Nasihat WLC:
Jangan pernah berhenti menangani dosa kecanduan seks yang mengepung anda. Anda
berjuang demi hidup anda dan nasib kekal anda yang dipertaruhkan. Ada sebuah
neraka untuk dihindari dan sebuah Surga untuk dimenangkan. Mengapa anda tidak
memanfaatkan setiap senjata yang anda butuhkan di dalam induk dari semua
pertempuran anda melawan Setan dan malaikat berdosa yang jahat, ketika Yahushua
masih melayani di dalam Ruang Maha Kudus? Atur ulang semua rutinitas harian
anda dan tetaplah menjauh dari area-area di mana anda menyerah pada godaan, dan
hindarilah semampu anda untuk tinggal sendirian di suatu tempat.
Senjata #3:
Tekunlah Menjaga Pintu ke Mata Anda.
Belajarlah dari
Ayub, orang benar itu, bagaimana menjaga pintu ke mata anda.
Aku telah
menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? Ayub 31:1
Setiap pengikut
Yahuwah perlu membuat sebuah perjanjian dengan matanya, dan berjanji di hadapan
Yahuwah bahwa matanya tidak akan pernah memandang siapapun dengan birahi.
Perjanjian ini perlu diperbaharui tiap jam setiap hari, sampai mata benar-benar
sudah bisa didisiplinkan. Melatih mata akan menjadi sebuah pertempuran nyata,
karena mata dalam persoalan ini paling pemberontak dan selalu siap untuk
berkelana dengan penuh birahi pada lawan jenis. Jika Ayub, orang benar itu,
perlu membuat sebuah perjanjian dengan matanya, mengapa tidak setiap orang yang
mengaku sebagai pengikut Yahuwah hari ini membuat perjanjian yang sama?
Nasihat WLC:
Jangan menyerah dalam upaya-upaya anda yang tanpa henti untuk melatih mata anda
untuk tidak melihat dengan penuh nafsu pada siapa pun. Tidak peduli berapa lama
latihan ini dibutuhkan, dengan terus-menerus meminta pertolongan ilahi dengan
keteguhan hati untuk mencapai tujuan menjadi Ayub zaman moderen, dalam hal
mendisiplinkan mata anda.
Senjata #4:
Tolaklah Undangan Setan Untuk Melakukan Dosa Dengan Berteriak
“TIDAK!” untuk Godaan.
Ketika Setan
menggoda anda untuk melakukan dosa, tolaklah undangan tersebut dengan keras
berteriak “TIDAK” kepadanya. Jangan khawatir dengan apa yang
mungkin orang lain di sekitar anda pikirkan ketika mereka mendengar anda
berteriak “TIDAK.” Ekspresi lisan yang spontan dari pihak anda akan
menyenangkan Surga, dan malaikat akan langsung diminta untuk datang membantu
anda. Berikut adalah apa yang Paulus ingatkan kepada kita tentang tugas kita
untuk berteriak “TIDAK” setiap kali kita tergoda:
Karena kasih
karunia Yahuwah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita
supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya
kita hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. (Lihat
Titus 2:11-12).
Nasihat WLC:
Mengapa anda tidak ingin Surga menugaskan malaikat untuk datang membantu anda ketika anda tergoda? Ketika
anda dengan keras berteriak “TIDAK” pada godaan-godaan Setan, anda
akan dengan cepat menemukan pemenuhan janji yang berharga ini: “Malaikat
Yahuwah berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan
mereka” (Mazmur 34:7)
Senjata #5:
Buatlah Diri Anda Terbuka Untuk Dapat Dinilai Oleh Orang Lain.
Ini adalah
senjata yang sangat kuat dalam pertarungan hidup dan mati ini melawan dosa
seksual dan terkait dengan senjata
#1. Adalah penting menemukan pria lain atau orang lain yang akan menjadi
mitra anda dalam pertarungan anda dan yang olehnya anda dapat terbuka.
Menjadi terbuka pada orang-orang terpercaya ini berarti bahwa anda adalah yang
terlebih dahulu harus membagi kelemahan anda dengan mereka, dan meminta mereka
berdoa untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik anda. Hal ini berarti bahwa anda akan
terbuka kepada mereka ketika anda gagal, dan
menjelaskan kepada mereka alasan kegagalan anda setiap kali anda gagal.
Anda harus mengakui ketika anda tidak menepati janji anda kepada mereka, atau
tidak mematuhi nasihat mereka. Di dalam Alkitab, kita menemukan dasar pemikiran
untuk senjata ampuh ini dalam Pengkhotbah 4:9-12:
Berdua lebih
baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih
payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak
mempunyai orang lain untuk mengangkatknya! Juga kalau orang tidur berdua,
mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana
seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
Sekali lagi,
tema yang sama diulangi dalam Yakobus 5:14-15:
Dosa seksual
adalah penyakit yang fatal dan lebih serius dari penyakit-penyakit fisik
yang terburuk sekalipun. Penyakit dapat menyebabkan kerusakan tubuh dan akhirnya kematian
tubuh. Tetapi jika dosa seksual dibiarkan, hal itu akan menyebabkan kebinasaan
tubuh dan jiwa.
|
Kalau ada
seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat,
supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Yahushua.
Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Yahushua akan
membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan
diampuni.
Dosa seksual
adalah penyakit yang fatal dan lebih serius dari penyakit-penyakit fisik
yang terburuk sekalipun. Penyakit dapat menyebabkan kerusakan tubuh dan akhirnya kematian
tubuh. Tetapi jika dosa seksual dibiarkan, hal itu akan menyebabkan kebinasaan
tubuh dan jiwa. Jadi, ketika kita mendapatkan sakit yang parah dan membutuhkan
penyembuhan, kita dinasihati oleh Yakobus untuk mencari bantuan dari tua-tua ekklesia
untuk mendoakan kita. Bukankah
dengan demikian kecanduan seks memerlukan bantuan
yang lebih lagi dari para
pengikut Yahuwah yang dapat dipercaya ketika berjuang melawan dosa seksual?
Alasan mengapa kami menggunakan Ekklesia, dan bukan gereja ketika mengacu pada umat yang percaya kepada Yahuwah di dalam setiap konten WLC adalah karena kata “gereja” tidak akurat menyampaikan makna “Ekklesia” yang asli dalam bahasa Yunani. Diseluruh Perjanjian Baru, Ekklesia mengacu pada Orang-orang Yang Dipanggil Keluar. Kata “gereja” yang menekankan sebuah kelompok, merupakan sebuah terjemahan yang keliru dan seharusnya tidak pernah digunakan. Orang-orang Kristen secara harfiah adalah Orang-orang Yang Terpanggil Keluar. Para pengikut sejati Yahushua sebenarnya adalah Orang-orang Yang Dipanggil Keluar dari denominasi terorganisir dan agama-agama Babel yang telah jatuh. Ketika panggilan untuk melarikan diri dari Babel telah didengar, tidak ada lagi yang kembali ke gereja-gereja Babel dan bentuk-bentuk agama lainnya.
Keterbukaan
kepada Bapa melalui teman-teman yang dapat dipercaya, dalam pertarungan melawan
dosa seksual, akan mencapai manfaat-manfaat sebagai berikut:
- Ini akan membantu
kita menjadi yakin bahwa orang lain mengasihi kita bagaimanapun kelemahan kita.
- Ini akan
membantu kita untuk memperkuat semangat pengampunan terhadap orang-orang yang
berbuat dosa terhadap kita.
- Ini akan
mengurangi nafsu dan keinginan terhadap dosa.
- Ini akan
membantu kita untuk cepat sembuh dari luka-luka kegagalan masa lalu kita.
- Ini akan
membantu kita untuk menjadi lebih intim, penuh kasih, dan sabar terhadap
pasangan dan teman-teman kita.
- Ini akan
membantu kita untuk berhenti menyamakan seks dengan kasih dan pemenuhan jiwa.
- Ini akan
membantu kita menjadi orangtua yang lebih baik.
Nasihat WLC:
Jangan menunda menemukan seseorang atau teman-teman yang dapat dipercaya yang olehnya
anda akan berbagi pertarungan-pertarungan anda, dan melalui siapa anda akan
membuat diri anda terbuka kepada Bapa Yahuwah. Hal ini mengingat bahwa seorang
pecandu seks akan enggan untuk membuka diri terhadap orang lain. Tetapi dalam
hidup dan pertarungan mematikan ini, pecandu seks tidak perlu ragu untuk
menggunakan semua senjata yang tersedia. Cepat atau lambat, setiap rahasia yang
tersembunyi akan tersingkap (Lihat Lukas 8:17). Bukankah lebih bijaksana untuk
menggunakan senjata ampuh ini dan mendapatkan bantuan yang diperlukan dari pada
menutupinya sampai diumumkan di depan umum dalam perjalanan kita ke neraka? Merupakan
kebodohan menyembunyikan dosa seksual kita di saat jiwa kita dalam bahaya.
Senjata #6:
Carilah Nasihat. Carilah Nasihat. Carilah Nasihat.
Alkitab penuh
dengan petunjuk tentang pentingnya mencari nasihat dari orang lain. Berikut
adalah ayat-ayat Alkitab yang mendukung mengenai hal ini:

Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa, tetapi
jikalau penasihat banyak, keselamatan ada. (Amsal 11:14)
Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi
terlaksana kalau penasihat banyak. (Amsal 15:22)
Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu
berperanglah dengan siasat. (Amsal 20:18)
Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat
berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. (Amsal 24: 6)
Ini adalah tanda kekuatan dan bukan kelemahan ketika
pecandu seks mencari nasihat dari penasihat Kristen, atau orang-orang Kristen
yang lebih tua.
Nasihat WLC: Ketika kita diperhadapkan dengan
penyakit fisik yang serius, kita pergi ke dokter untuk bantuan dan petunjuk. Dan
kita sering memeriksakan diri dengan lebih dari satu spesialis untuk memastikan
bahwa diagnosis yang diberikan adalah dapat dipercaya dan benar. Dapatkah orang-orang
yang mengaku sebagai pengikut Yahushua, yang menderita penyakit fatal dosa
seksual, kurang tekun dalam mencari nasihat dari luar dari orang-orang yang
takut akan Yahuwah? Ini akan menjadi hal yang paling bodoh untuk tidak mencari
bantuan yang demikian; lebih buruknya lagi, mengabaikan untuk mencari nasihat
bertentangan dengan nasihat Bapa Yahuwah, seperti yang diuraikan dalam ayat-ayat
di atas. Sekali lagi, kami memohon kepada para pecandu seks untuk mencari bantuan,
dan mencarinya dengan cepat.
Senjata #7: Manfaatkanlah Kekuatan Nama Yahushua
ketika Tergoda
Ada kuasa yang tak terbatas di dalam nama Yahushua,
Tuan kita. Ketika dicobai oleh Iblis, ucapkanlah dengan keras nama Yahushua.
Kita telah dijanjikan oleh Yahushua
sendiri bahwa jika kita meminta sesuatu dalam nama-Nya, kita akan menerimanya.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan
pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada
Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya
Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam
nama-Ku, Aku akan melakukannya. (Yohanes 14:12-14)
Ketika seorang pecandu seks digoda, jika ia mengucapkan
kata-kata ini, “Yahushua, tolonglah
aku” percayalah bahwa ada kuasa dalam nama-Nya, kekuatan godaan
tersebut akan langsung lenyap. Ya, ada kekuatan yang tak terlukiskan di dalam pengucapan
Nama-Nya yang akan menghalau kegelapan dan mengusir setan dan roh-roh jahatnya.
Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan
adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yahushua, Anak-Mu yang
kudus. (Kisah Para Rasul 4:30)
Nasihat WLC: Ketika digoda, jangan ragu untuk
langsung mengucapkan dengan keras “Yahushua, tolonglah aku” untuk melawan
godaan, dan mengklaim janji “Segala perkara dapat kutanggung di dalam
Kristus yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Tidak ada godaan
yang tidak bisa diatasi ketika anda memanggil dengan penuh rasa percaya pada
nama-Nya. Latihlah diri anda untuk selalu dengan keras memanggil Nama-Nya
ketika digoda, dan bantuan yang diperlukan akan langsung diberikan kepada anda.
Senjata #8: Hafallah Daftar Ayat-ayat Kitab Suci untuk
Digunakan Setiap kali Anda Digoda.
Berikut adalah
nasihat Daud yang mendukung senjata paling ampuh ini:
Dengan apakah
seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan
firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku
menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,
supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:9-11)
Tidak
ada waktu untuk menunda. Masa percobaan akan ditutup, dan anda membutuhkan
semua bantuan yang dapat anda kerahkan untuk mengatasi segala bentuk dosa
seksual. Surga ada dan siap untuk menolong, tetapi anda harus menunjukkan
kesiapan dan kesediaan untuk mengobarkan perang. Bantuan ilahi akan datang
kepada mereka yang bersedia untuk dibantu.
|
Nasihat WLC:
Mulailah segera dengan membuat daftar ayat-ayat
Alkitab favorit anda yang anda akan hafal dan terus mengulanginya setiap hari, terutama
ketika digoda. Sebagaimana ada kuasa yang diperoleh dari pengucapan nama
Yahushua, ada juga kuasa yang diperoleh dari membaca Kitab Suci. Di atas
semuanya itu, bukankah cara ini yang Yahushua [Sendiri] lakukan ketika menghadapi godaan-godaan
Setan?
Kesimpulan:
Kami mendorong
semua umat Yahuwah yang sedang berjuang dengan segala bentuk kecanduan seksual
untuk segera memulai menggunakan 8 prinsip-prinsip ini. Ketika senjata-senjata
ini digunakan bersama-sama, senjata-senjata ini akan menuntun kepada kemenangan
yang kekal dari segala bentuk dosa seksual, yang menggoda banyak pengikut-Nya saat
ini. Jangan tebang pilih dari senjata-senjata yang terdaftar. Ketika anda
berjuang untuk hidup anda dan kehidupan keluarga anda yang menderita, ingatlah
bahwa setiap senjata dari 8 daftar ini akan berperan dalam melemahkan godaan-godaan
anda dan mencapai kemenangan abadi. Tidak
ada waktu untuk menunda. Masa percobaan akan ditutup, dan anda membutuhkan
semua bantuan yang dapat anda kerahkan untuk mengatasi segala bentuk dosa
seksual. Surga ada dan siap untuk menolong, tetapi anda harus menunjukkan
kesiapan dan kesediaan untuk mengobarkan perang. Bantuan ilahi akan datang
kepada mereka yang bersedia untuk dibantu.
Di WLC, kami
berdoa untuk setiap pria dan wanita yang terlibat dalam pertarungan ini, dan
kami juga berdoa agar hikmat ilahi akan diberikan kepada istri-istri, suami-suami,
para saudara laki-laki, para saudara perempuan, para orang tua, dan anggota-anggota
keluarga yang lain yang terkena dampaknya sehingga mereka dapat memberikan
dukungan dan pengertian yang dibutuhkan.
Semoga Bapa
Yahuwah menyinarkan Wajah-Nya yang Kudus
pada kita semua, sebab kita memutuskan untuk menjadi seperti Yahushua. Amin.