Print

Peringatan! Sebuah Pesan Akhir Zaman

Komunikasi menjadi sesuatu yang selalu penting ketika sebuah kerajaan sedang berperang. Adalah sangat penting menjaga komunikasi dengan prajurit-prajurit rahasia seseorang. Sama pentingnya dengan kemampuan memecahkan kode-kode rahasia musuh dan mempelajari rahasia-rahasia mereka. Saat Perang Dunia II, dua kode rahasia dibuat dengan sangat baik agar kode-kode tersebut tidak pernah terpecahkan. Mesin Enigma Jerman adalah sebuah perangkat mekanik yang begitu kompleks sehingga Sekutu tidak pernah mampu menguraikan pesan-pesannya.(1) Barulah setelah serangkaian peristiwa yang kemudian memperlengkapi Sekutu dengan mesin dan kode sandinya saat itu juga, barulah Sekutu dapat membaca percakapan-percakapan rahasia prajurit Jerman.(2)

Kode yang tak terpecahkan lainnya dirancang oleh para pembicara kode Navajo. Para pemuda Angkatan Laut Indian Amerika ini bekerja secara berpasangan, berkomunikasi melalui kode di dalam sebuah kode yang rumit. Karena istilah-istilah militer moderen tidak memiliki kata-kata yang terkait dengan bahasa Navajo, para pemuda tersebut mengerjakan sebuah kode rahasia yang mengacu kepada barisan para perwira yang berbeda, berbagai jenis pesawat, lokasi, dan lain-lain. Kode yang kedua adalah Navajo sendiri, yang merupakan bahasa nada yang mengandung suara-suara yang tidak dimiliki orang Jerman, Italia dan Jepang.

Orang Jepang yang merupakan para pemecah terampil, tetap bingung dengan bahasa Navajo . . . Para pembicara kode Navajo bahkan menghadang seorang prajurit Navajo yang ditawan di Bataan . . . Prajurit Navajo tersebut, dipaksa untuk mendengarkan kata-kata yang campur aduk dari transmisi-transmisi pembicara, yang dikatakan kepada pembicara kode setelah perang, “Saya tidak pernah mengerti apa yang diucapkan oleh kalian yang telah membawaku ke dalam masalah ini.”(3)

Sorga juga memiliki sebuah kode. Banyak para pelajar Alkitab, sepanjang waktu, telah bingung dengan kode-kode rahasia ilahi yang terdapat di dalam kitab Daniel dan Wahyu.  Seperti halnya kode-kode rahasia yang digunakan oleh para pemerintah untuk melindungi informasi sensitif dari musuh, adalah tidak mungkin untuk memahami sepenuhnya kode rahasia Sorga. Salah satu bagian informasi telah hilang: kalender Sang Pencipta. Nubuatan adalah cara Sorga untuk menyampaikan informasi penting kepada para prajurit Kristus yang setia. Namun, baru sekarang ketika pengetahuan mengenai kalender sejati telah dipahami, barulah memungkinkan untuk sepenuhnya memahami pesan-pesan tersebut yang dengan hati-hati disimpan untuk generasi akhir.

Nubuat-nubuat Daniel memberikan pemandangan-pemandangan perebutan kalender melalui sejarah. Berbagai unsur penanggalan yang menyusun kalender pada saat ini dan juga waktu ketika kalender Sang Pencipta akan menang pada akhirnya telah dinubuatkan. Daniel juga telah menubuatkan perubahan kalender resmi akan mempengaruhi para umat Yahuwah yang setia.(4) Seperti halnya Mesin Enigma, kitab Daniel tidak akan mungkin sepenuhnya terpecahkan tanpa kode sandi kalender.

Kitab Wahyu diperluas di dalam kitab Daniel. Nubuat-nubuat di dalam kitab Wahyu adalah sama seperti kode di dalam kode dari para pembicara kode Navajo. Dengan menggunakan lambang-lambang yang diperkenalkan di dalam kitab Daniel, kitab Wahyu menguraikan lambang-lambang tersebut satu langkah lebih maju, dengan memberikan informasi detail tentang konflik akhir: sebuah pertarungan yang begitu mengerikan yang bahkan Kristus telah memperingatkan bahwa, sekiranya mungkin, bahkan orang-orang pilihan akan disesatkan.(5)

Situasi di dalam kehidupan yang kekal adalah sama seperti pada saat ini sebagaimana yang mereka telah alami: taat dan hidup; tidak taat dan mati. Kasih karunia Yahuwah melalui iman di dalam karya Anak-Nya memungkinkan semua orang yang mau taat, mampu melakukannya juga. Namun, untuk taat, keadilan menuntut bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk dengan jelas memahami persyaratan-persyaratannya. Sang Pencipta, Dia Yang menyatakan, “Aku Yahuwah; Aku tidak berubah,”(6) tidak pernah merubah hari ibadah-Nya juga tidak pernah mengizinkan siapapun mengaku mewakili-Nya untuk melakukan hal itu. Sesuai dengan karakter-Nya yang baik dan penuh kemurahan, satu-satunya Eloah yang hidup telah mengkodekan di dalam kitab Wahyu, dengan sangat terperinci, sebuah peringatan penuh belas kasihan. Sekarang, adalah mungkin untuk sepenuhnya memahami pesan tersebut, dengan menggunakan kalender yang menyediakan kunci untuk memecahkan kode tersebut. Peringatan ini menjelaskan segala yang orang perlu ketahui supaya bersiap untuk pertarungan akhir di kanca peribadahan.(7)

Peringatan itu tebagi dalam tiga bagian.

Pesan Malaikat Pertama

Dan aku melihat seorang malaikat yang lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Yahuwah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.(8)

Ini adalah undangan bagi semua orang di bumi untuk menghormati Pencipta mereka dengan menyembah-Nya pada hari yang kalender-Nya perintahkan, yang telah ditetapkan pada masa Penciptaan. Kata-kata dari pesan malaikat tersebut sangat mirip dengan perintah ke-empat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Yahuwah, Eloahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan . . . sebab enam hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya . . . .”(9) Dari Sepuluh Perintah, ini adalah satu-satunya yang mengandung nama, gelar dan kekuasaan Sang Pemberi Hukum: Dia adalah Yahuwah Eloah, Sang Pencipta yang telah menjadikan dan mengatur segalanya. Ini menetapkan kekuasaan-Nya, hak-Nya untuk menentukan persyaratan.

Ketika seseorang menaati perintah untuk menghormati hari Sabat, ia menjaminkan kesetiaannya kepada Pemerintah Sorga yang ilahi. Demikianlah, hari Sabat adalah tanda atau ciri kesetiaan kepada Sang Pencipta. Siklus mingguan tidak terputus tidak bertumpuh pada apapun di dalam penciptaan. Itu tidak dapat menjadi sebuah peringatan  Penciptaan. Hanya ketika hari Sabat dihubungkan dengan penciptaan melalui bulan yang dapat benar-benar menjadi peringatan Penciptaan.

Kata-kata pesan malaikat ini penuh dengan makna.

Takutlah akan Yahuwah – kata “takut” berasal dari bahasa Yunani phobeo yang berarti menghormati Bapa Sorgawi dan memperlakukan Dia dengan rasa kagum. Gambaran itu adalah salah satu wujud kesetiaan dan penyerahan penuh kepada kehendak-Nya. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, ketika ibadah dipersembahkan pada hari-hari yang dihitung dengan kalender kafir, ibadah tersebut dipersembahkan kepada dewa-dewa kafir, pada akhirnya, kepada Setan. Penyerahan kehendak yang penuh diperlukan sebelum seseorang melangkah keluar dan menjadi berbeda dengan seluruh dunia, yang beribadah dengan kalender asli yang telah ditetapkan untuk tujuan itu.

Berilah Kemuliaan bagi Yahuwah – Hanya mereka yang sepenuhnya menyerahkan kehendak mereka yang benar-benar mampu memberikan kemuliaan: hormat, pujian dan sembah, bagi Sang Pencipta mereka karena Dia benar-benar dimuliakan hanya ketika umat-Nya hidup dalam ketaatan kepada kehendak-Nya. Saat seseorang dengan hati tulus, mempersembahkan kasih dan penyembahan kepada Sang Pencipta pada hari Minggu atau hari Sabtu dalam ketidaktahuan mempercayai itu adalah hari ibadah yang sebenarnya, belas kasih Eloah yang kekal menerima itu sebagai perbuatan terbaik mereka. Namun, terang yang lebih besar mendatangkan hak dan tanggungjawab yang lebih besar. Ketika seseorang mengetahui bahwa kalender luni-solar adalah satu-satunya pengukur-waktu yang asli, dan semua yang lain adalah palsu yang dirancang untuk mengalihkan penyembahan kepada dewa yang tersembunyi, orang tersebut bertanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan pengetahuannya itu. Ketaatannya (atau ketidaktaatannya) akan memberi (atau menahan) kemuliaan bagi Penciptanya.

Saat penghakiman-Nya Telah Tiba – Salah satu tuduhan Lusifer terhadap pemerintahan Yahuwah adalah bahwa hukum, yang kudus dan sempurna itu, tidak dapat dipelihara. Sebelum kontroversi besar antara Kristus dan Setan dapat diakhiri, tuduhan ini harus dijawab.  Dengan demikian, Yahuwah yang kekal dihargai di dalam kehidupan orang-orang kudus-Nya. Jika seseorang mencoba untuk mengesampingkan kewajiban hukum Taurat, ia mendukung tuduhan-tuduhan Setan. Generasi akhir akan mengakui keunggulan hukum Yahuwah yang kudus dan mereka akan, melalui iman di dalam karya Sang Juruselamat, mampu memelihara hukum tersebut, bahkan dengan mengorbankan nyawa sendiri. Bapa akan terbukti benar ketika orang-orang yang mengaku umat-Nya meletakkan semua kepentingan duniawi, menyerahkan kehendak mereka, dan menaati hukum-Nya.

Menyembah Sang Pencipta – Sebagaimana yang telah ditunjukkan, hari dimana seseorang beribadah mengarahkan ibadah tersebut kepada Pribadi berkuasa/dewa yang mengklaim hari itu. Dengan menciptakan konflik hari Sabtu vs hari Minggu, Saturnus/Setan/Satan masih bersembunyi dibaliknya, dan menerima ibadah dari kedua hari tersebut. Untuk mendapatkan waktu ibadah Sang Pencipta yang sejati, semua yang palsu, yaitu kalender-kalender kafir harus disingkirkan. Sabat hari ketujuh, yang dihitung menurut kalender luni-solar Penciptaan yang asli, adalah satu-satunya hari ibadah sejati yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Semua yang lainnya adalah palsu yang memberikan penyembahan, kemuliaan dan kehormatan bagi Lusifer yang menyatakan tujuannya hendak duduk di atas Bukit Pertemuan dan menerima penyembahan yang seharusnya hanya diperuntukkan kepada Sang Pencipta.

Dengan demikian, pesan malaikat pertama adalah sebuah panggilan lengkap untuk menyingkirkan semua penanggalan palsu dan memuliakan Sang Pencipta dengan menyembah-Nya pada hari yang Dia telah tentukan, yang ditetapkan oleh kalender-Nya. Hal ini disampaikan dengan suara nyaring, yang menandakan bahwa itu merupakan sebuah pesan penting agar semua orang dapat mendengarnya.

Pesan Malaikat Kedua

Dan seorang malaikat, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata:”Sudah rubuh, sudah rubuh, Babel. kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.”(10)

Perlu diperhatikan bahwa pesan ini tidak disampaikan dengan suara yang nyaring. Alasannya sederhana: hanya mereka yang telah menerima pesan malaikat pertama yang akan menerima pesan malaikat kedua dan diuntungkan dengan itu.

Babel sudah rubuh, sudah rubuh – Babel jatuh ketika dasarnya hancur. Asumsi bahwa Kristus dibangkitkan pada hari Minggu telah membentuk dasar untuk beribadah pada hari itu.  Ketika terbukti bahwa Hari Pertama dimana Kristus bangkit adalah hari pertama dari mingguan Alkitabiah, dan itu bukan hari Minggu, Babel jatuh. Sejak semula, Lusifer memegahkan diri bahwa dia akan mengubah waktu dan hukum. Babel jatuh kedua kalinya, dan terus jatuh, ketika identitasnya sebagai dewa tersembunyi terungkap, Saturnus/Setan merebut semua penyembahan yang dipersembahkan pada hari-hari penyembahan kafir dari semua kalender palsu.

Kota Besar Itu – Pada awal masa Irenaeus (130-202M) para pelajar Alkitab menghubungkan Kekaisaran Roma dengan simbol-simbol nubuatan di dalam kitab Daniel dan Wahyu.(11)  Michael dari Cesena dan Johannes De Rupescissa,(12) keduanya adalah biarawan di abad ke-14, merupakan yang pertama dengan lantang menghubungkan kekafiran yang mengalir dari Gereja Roma ke “pelacur Babel, yang mabuk oleh darah orang-orang kudus.”(13) John Milicz (meninggal tahun 1374), seorang imam yang berpengaruh, berkedudukan tinggi baik di dalam bidang politik maupun Gereja, dipasang pada pintu-pintu Santo Petrus di Roma, dengan sebuah papan yang menyatakan “Antikristus telah datang; ia duduk di dalam gereja.”(14) hanya dalam beberapa tahun terakhir, tindakan untuk menghubungkan kekafiran Gereja Katholik Roma dengan simbol-simbol apokaliptik di dalam kitab Wahyu menjadi secara politik tidak dibenarkan. Namun, Simbol ini seharusnya tidak terbatas pada kepausan. Semua yang menganut Kekristenan Babel atau beribadah dengan kalender-kalender Babel masuk dalam payung kekafiran.

Dia Telah Memabukkan Segala Bangsa Dengan Anggur Hawa Nafsu Cabulnya – Percabulan adalah bergabung dengan tindakan yang melanggar hukum. Dengan menggunakan undang-undang sipil untuk memaksakan kalender kafir untuk menentukan ibadah-ibadah keagamaan, sang dewa tersembunyi itu telah mengarahkan semua  ibadah kepada dirinya sendiri, dan mencurinya dari Sang Pencipta. Para misionaris Kristen, dalam ketidaktahuan telah terlebih dahulu membawa kalender Julian dan kemudian kalender Gregorian [kalender masehi] ke seluruh penjuru dunia. Mereka telah mengajarkan sistem pengukuran waktu palsu ini kepada orang-orang yang, seringkali, lebih dekat dengan penanggalan yang sebenarnya daripada para misionaris itu, namun tenggelam dalam kekafiran di bagian lainnya.

Anggur itu memabukkan. Itu menggelapkan pikiran, sehingga sulit untuk berfikir dengan jernih. Anggur Babel telah menjadi sistem penanggalan kafir yang membuat orang-orang zaman sekarang begitu sulit untuk memahami kalender yang tidak memiliki siklus mingguan berkelanjutan.  Sejak tahun 1949, ketika dunia bersatu di dalam penggunaan kalender masehi  [Gregorian],(16) seluruh dunia telah mabuk dari anggur tipu daya yang memabukkan ini. Gereja Adven Hari Ketujuh telah lama mengajarkan bahwa “anggur Babel meninggikan hari sabat palsu di atas hari Sabat yang [Yahuwah Sang Penguasa] telah berkati dan kuduskan . . . .”(17)

[Yahuwah] mengecam Babel “karena ia telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.” Ini berarti bahwa dia telah mengabaikan satu-satunya perintah yang menunjukkan [Eloah] yang benar, dan telah menghancurkan hari Sabat, peringatan [Yahuwah] akan penciptaan.(18)

Umat Katholik Roma dan umat Protestan yang memelihara hari Minggu pernah mendengar umat Yahudi dan umat Protestan yang menaati hari Sabtu mengatakan bahwa mereka beribadah pada hari yang salah. Kebenarannya adalah, semua yang beribadah dengan penanggalan kafir, menyembah dewa-dewa kafir (para iblis) pada hari-hari kudus kafir. Inilah anggur yang telah memabukkan dunia. Pesan malaikat kedua tidak disampaikan dengan suara nyaring karena hanya mereka yang menerima dan menaati pesan malaikat pertama yang akan menyadari kebenaran pesan malaikat kedua.

Pesan Malaikat Ketiga

Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka dia akan minum dari anggur murka Yahuwah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barang siapa yang telah menerima tanda namanya”.(19)

Ancaman yang paling menakutkan terkandung dalam pesan ini. Karena penghakiman tersebut diucapkan, beberapa kesalahan keji pasti telah dilakukan. Untuk memahami pesan ini, perlu terlebih dahulu memecahkan simbol-simbol yang digunakan. Di dalam nubuatan, binatang adalah simbol dari penguasa-penguasa dunia politik yang berperang melawan umat Yahuwah.(20) Binatang dan patungnya itu yang dimaksud dalam pesan malaikat ketiga terlebih dahulu dijelaskan di dalam kitab Wahyu pasal 13.

Binatang  yang keluar dari dalam laut

Dan aku berdiri di pantai laut, lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu , sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia? Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat . . . Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Yahuwah, menghujat nama-Nya. . . .(21)

Penggunaan kata hujat yang berulang mengungkapkan bahwa hal ini, seperti setiap masalah lainnya di dalam konflik, adalah masalah ibadah. Seperti patung dalam kitab Daniel pasal 2, berbagai mahkluk yang menyusun campuran binatang ini mewakili prinsip-prinsip penanggalan yang berbeda yang membentuk kalender saat ini. Tujuh kepala mewakili tujuh dewa planet, tiga diantaranya memiliki tanduk ganda. Tanduk adalah simbol kekuasaan kuno, berasal dari Nimrod.(22)  kepala-kepala dengan tanduk ganda mewakili hari Jumat, hari Sabtu dan hari Minggu. Hari-hari tersebut adalah hari-hari dari tiga agama utama di dunia: Islam, Yahudi dan Kristen. Setiap kepala yang memiliki sebuah tanduk meniru sistem palsu ini kembali ke sumbernya, yaitu: Nimrod.

Kekristenan Babel memiliki dua hari ibadah: hari Minggu untuk orang-orang yang belum tahu, dan hari Sabtu, untuk orang bodoh dan orang yang diajarkan hal yang sama. Ibadah di hari Minggu, didasarkan pada asumsi bahwa Kristus bangkit pada hari itu, itu telah mendukung Babel. Hari Minggu telah menyediakan sebuah “bagian depan” untuk mengizinkan Saturnus, sang dewa tersembunyi itu, untuk tetap bersembunyi. Oleh karena itu, adalah masuk akal bahwa kepala/hari yang mendapat luka mematikan itu adalah hari Minggu. Hal ini terjadi dalam serangkaian peristiwa, yang mencapai puncaknya pada tahun 1798 dengan disahkannya hukum-hukum yang memberlakukan sebuah kalender yang memiliki 10 hari dalam satu minggu.(23) Dukungan Babel untuk ibadah hari Minggu jatuh ketika konfigurasi mingguan dirubah dengan menghapus hari Minggu dari dalam mingguan.

Binatang yang keluar dari dalam bumi

Binatang yang keluar dari dalam laut itu diikuti oleh binatang lain yang keluar dari dalam bumi.

Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh . . . Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi . . . menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.  Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana,baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam [666].(24)

Uang yang banyak telah dibuat di Hollywood dan dengan buku-buku yang berspekulasi tentang “tanda binatang itu.”  Orang-orang tulus telah memberitahukan bahwa tanda binatang itu adalah semuanya berasal dari kartu-kartu KTP nasional, dengan nomor-nomor Jaminan Sosial di Amerika,(25) dengan teknologi nano yang dapat menanamkan chip-chip komputer di bawah kulit. Semua spekulasi ini adalah salah karena mereka tidak memiliki pemahaman dasar bahwa peperangan terakhir adalah, dan akan selalu, diseputarperibadatan.

Patung untuk binatang itu (Wahyu 13:14) adalah juga sebuah patung dari binatang itu (ayat 15). Oleh karena itu, untuk memahami patung  itu, seseorang harus memahami binatang asli yang keluar dari dalam laut itu. Binatang ini, sebagaimana yang ditunjukkan di dalam artikel ini, adalah kuasa dunia yang pertama kali memberlakukan penanggalan kafir untuk tujuan-tujuan keagamaan kepada dunia. Kuasa binatang pertama, (penggabungan kafir/kepausan Roma) melakukan hal ini pada Konsili Nicea di bawah perintah kaisar Konstantin, ketika penanggalan Alkitabiah dilarang.

Adalah masuk akal untuk menyimpulkan bahwa tindakan binatang yang pertama, yang memberlakukan kalender palsu, akan diulangi oleh patung binatang itu.  Saat ini, ada sebuah gerakan yang dihidupkan kembali untuk mereformasi kalender masehi [Gregorian].(26) Hal ini pertama kali digerakkan dengan dukungan yang luas pada tahun 1930-an-1940-an,(27) sebelum menghilang pada tahun 1950-an.(28) Pada tanggal 31 Desember 2009, Wall Street Journal menerbitkan sebuah artikel teruji mengenai reformasi kalender, yang menyajikan beberapa pilihan kalender yang memungkinkan.(29) The World Calendar Organization(30) dan Benedictine Perpetual Calendar(31) adalah hanya dua dari beberapa reformasi kalender yang diusulkan, masing-masing memulai tahunnya pada hari Minggu. Tujuannya adalah untuk menerapkan kalender baru pada tahun 2012, karena tahun itu dimulai pada hari Minggu. Reformasi kalender juga akan “membenahi” Paskah Easter – sebuah hasrat kepausan yang telah lama ditahan.(32)

Pesan malaikat ketiga adalah peringatan keras terhadap mereka yang menyembah binatang itu melalui penggunaan kalendernya. “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka dia akan minum dari anggur murka Yahuwah.”(33) Fakta bahwa ada sebuah perbedaan yang dibuat antara “binatang” dan “patung”nya akan menunjukkan bahwa ada dua wujud yang berbeda yang memiliki kemiripan muka. Materai Eloah sejati, tanda kesetiaan kepada-Nya, adalah di dalam pemeliharaan hari Sabat-Nya yang kudus, yang dihitung dengan kalender-Nya. Tanda binatang itu juga sama: sebuah janji kesetiaan untuk dewa tersembunyi itu dengan memelihara hari ibadahnya, yang dihitung dengan kalendernya. Sebuah patung, kemudian, menunjukkan kalender yang lain lagi.

Malaikat ketiga memperingati semua orang akan salah satu dari kalender itu: kalender Gregorian [kalender masehi] atau penggantinya. Fakta bahwa tanda binatang dapat diterima baik pada dahi atau pada tangan mengungkapkan perbedaan lain. Mereka yang  menerima tanda binatang itu pada dahi, seperti orang-orang yang menerima materai Yahuwah pada dahi, diyakinkan dengan sungguh-sungguh akan keabsahan kalender itu. Mereka yang menerima tanda pada tangan adalah orang-orang yang mengikuti kalender tersebut untuk keamanan sesaat. Sebuah contoh pelajaran terakhir yaitu seorang gembala Advent Hari Ketujuh yang berkata, “Anda benar. Ketika hari Sabat dihitung dengan kalender Alkitabiah, itu akan sangat berbeda. Namun, semua yang Tuhan minta adalah bahwa kita beribadah pada hari ketujuh dari kalender apapun yang masyarakat gunakan.”(34)

Hal ini adalah sebuah penyesatan yang menakutkan untuk dipercaya. Malaikat ketiga dengan tegas menyatakan hukuman bagi mereka yang menerima tanda binatang itu dan menyembahnya:

Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka dia akan minum dari anggur murka Yahuwah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan dia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya,(35) dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barang siapa yang telah menerima tanda namanya.(36)

Pasal berikutnya, kitab Wahyu pasal 15, memberitahukan “murka Yahuwah” yang sebenarnya, dan itu merupakan ancaman yang paling mengerikan yang pernah disampaikan kepada manusia. Sebaliknya, orang-orang yang menyembah Sang Pencipta berdasarkan kalender-Nya diuraikan sebagai berikut: “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Yahuwah, dan iman kepada Yahushua.”(37) Semua orang yang rindu untuk menghormati Pencipta mereka, yang menghindari hukuman untuk orang fasik, akan memilih untuk menyembah Dia pada hari yang Dia tidak pernah ubah: Sabat hari ketujuh, yang dihitung dengan kalender-Nya, yang ditetapkan dari semula.

Nubuatan selalu dipahami pada saat penggenapannya. Kalender Penciptaan yang asli memberikan kunci untuk membuka nubuatan Daniel dan Wahyu. Setiap orang yang mempelajari Alkitab harus menguji kembali kitab-kitab nubuatan karena terang yang besar kini tersedia. Fakta bahwa nubuat-nubuat ini dipecahkan dan dibuka untuk memahami semuanya, mengungkapkan bahwa saat untuk penggenapan penuh nubuatan tersebut telah tiba.


Artikel & Video Terkait:


(1) David Kahn, Seizing the Enigma, (Barnes & Noble, 2009).

(2) Lihat Charles Cooper, “The Enigma Machine,” U.S. Naval Academy, 16 April, 2002, untuk sebuah cara pandang yang berani.

(3) “Navajo Code Talkers,” United States Navy, www.history.navy.mil.

(4) Lihat “The Prophet Warns of the Counterfeit Calendar.”

(5) Matius 24:24

(6) Maleakhi 3:6

(7) Kendala ruang menuntut sebuah ketelitian terbatas pada perihal yang dalam ini. Tim WLC mendesak setiap pembaca untuk membuat penelitian menyeluruh mengenai nubuatan ini untuk diri sendiri.

(8) Wahyu 14:6-7

(9) Keluaran 20:8-11

(10) Wahyu 14:8

(11) L. E. Froom, Prophetic Faith of Our Fathers, (Washington, D.C.: Review & Herald Publ. Assoc., 1950), Vol. I, hal. 243-245.

(12) Dia kadang-kadang dipanggil dengan nama Jean Roquetaillardes.

(13) John Foxe, Acts and Monuments, (edisi tahun 1684), Vol. 1, hal. 445.

(14) Ezra H. Gillett, The Life and Times of John Huss, (Boston: Gould and Lincoln, 1863), Vol. 1, hal. 23.

(15) Tidak mengherankan, Milicz kemudian ditangkap. "Sebelum penyusunan besar-besaran wali gereja dan orang-orang terpelajar, di gereja Santo Petrus, dia menyampaikan wacana dalam bahasa Latin, yang menghasilkan kesan yang besar." (Augustus Neander, General History of the Christian Religion and Church, terjemahan Joseph Torrey, [Boston: Crocker & Brewster, 1856] Vol. 5, hal. 181). Dia akhirnya dibebaskan dari penjara oleh Kardinal Albano, tetapi karya-karyanya di masa kemudian, mempengaruhi Matthias dari Janow (meninggal pada tahun 1394) dan melalui dia, John Huss, John Wycliff dan kemudian Martin Luther.

(16) Yunani adalah negara Eropa terakhir yang mengadopsi kalender Gregorian [kalender masehi] pada tahun 1923. Meskipun Cina mengadopsinya pada tahun 1912, perang yang kemudian terjadi sangat mengganggu negara itu sampai komunis menyatukan China, dan China bergabung dengan semua negara di dunia untuk menggunakan metode pengatur-waktu yang sama, yaitu kalender masehi [gregorian] yang telah disahkan.

(17) E. G. White, Selected Messages, (Washington D.C.: Review and Herald Publ. Assoc.), Vol. 2, hal. 68.

(18) E. G. White, Letter 98, 1900; Seventh-day Adventist Bible Commentary, Vol. 7, hal. 979.

(19) Wahyu 14: 9-11

(20) Lihat Daniel 7:17, 19, 23; 8:20-22.

(21) Wahyu 13:1-6

(22) "Kronos menandakan 'Yang Bertanduk'. Sama seperti sebuah tanduk yang adalah lambang Oriental terkenal untuk kekuasaan atau kebesaran, Kronos, 'Yang Bertanduk' itu, menurut sistem mistik, sebenarnya adalah sama dengan. . . Nimrod. . . Nama Kronos, seperti yang sangat diketahui oleh para pembaca klasik, digunakan untuk menyebut Saturnus sebagai ‘Bapak para dewa’. . . Arti dari nama Kronos ini, 'Yang Bertanduk', sebagaimana yang diterapkan pada Nimrod, sepenuhnya menjelaskan asal-usul simbol yang luar biasa ini" Alexander Hislop, The Two Babylons,. (New Jersey: Loizeaux Brothers Inc., 1959), hlm. 32 -33.

(23) Lihat “French Republican Calendar.

(24) Wahyu 13:11-18

(25) Hal ini telah dispekulasikan sejak kartu Jaminan Sosial pertama kali diperkenalkan pada tahun 1936..

(26) Lihat “One World, One Calendar.

(27) Antara tanggal 26 Agustus 1929 dan tanggal 26 Juni 1940, Uni Soviet benar-benar melakukan reformasi kalender Gregorian [kalender masehi], dengan mengubah panjang minggu sebagai sebuah bentuk serangan terang-terangan kepada agama Islam/agama Yahudi-Kristen. Lihat Lampiran F.

(28) Lihat “The World Calendar.”

(29) Charles Forelle, “Time and Again, the Calendar Comes Up Short,” Wall Street Journal, 31 Desember, 2009.

(30) Meskipun tidak semua penggantian kalender yang disarankan mengganggu siklus mingguan berkelanjutan, namun The World Calendar melakukannya. Lihat http://www.theworldcalendar.org.

(31) Lihat http://www.ipswich.qld.gov.au/about_council/mayor_and_councillors/division_2/perpetual_calendar/.

(32) Pada tahun 1937, Dr Jean Nussbaum melakukan serangkaian wawancara dengan wali gereja Katolik dan para sarjana terkemuka di Paris dan Roma. Setelah mewawancarai Rektor Institut Alkitab di Roma, Nussbaum ingat bahwa dia "tidak melihat kesulitan dalam menerima reformasi kalender. . . Dia merasa bahwa Gereja [Katolik Roma] memiliki kekuatan yang diperlukan untuk membuat perubahan ini". Untuk membaca catatan wawancara Nussbaum, kunjungi http://www.4angelspublications.com/mcrm.php.

(33) Wahyu 14:9-10

(34) Wawancara pribadi, tanggal 16 Agustus, 2007, Spokane, Washington.

(35) Hal ini tidak mengajarkan keabadian dari jiwa yang tidak selamat, dengan terbakar selamanya di dalam neraka. Alkitab menjelaskan bahwa upah dosa adalah bukan hidup kekal di dalam siksaan. Sebaliknya, "upah dosa adalah maut; tetapi karunia Yahuwah adalah hidup yang kekal melalui Yahushua Yang Diurapi, Tuan kita". (Roma 6:23). Pesan malaikat ketiga membuat menjadi jelas bahwa panjangnya hukuman mati itu adalah untuk selamanya, bukan pembakaran hidup-hidup selamanya. Lihat juga Pengkhotbah 9: 5: "Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap."

(36) Wahyu 14: 9-11. 

(37) Wahyu 14:12