Print

Waktu Beribadah | Peperangan Bagi Jiwa Anda!

Pertikaian besar antara Yahushua dan Setan, pada tingkatnya yang paling dasar, adalah seluruhnya diseputar persoalan ibadah. Hari yang anda pilih untuk beribadah, menunjukkan Pribadi berkuasa/dewa mana yang anda sembah.

Dari Kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, ini adalah tema yang sering muncul. Di dalam kitab Yesaya pasal 14, ada bagian yang sangat menarik yang menjelaskan alasan kejatuhan Setan:

Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur. Putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang El, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi (ayat 12-14).

Cita-citanya untuk menjadi "seperti Yang Mahatinggi", yang menjadikan Lucifer melanggar hukum yang terutama dan terbesar: "Kasihilah Yahuwah, Eloahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama". (Matius 22:37 & 38). Lucifer tidak hanya ingin menjadi seperti Yahuwah menurut karakter; jika hanya itu keinginannya, dia tidak akan pernah memberontak. Sebaliknya, dia mendambakan kehormatan dan penyembahan yang adalah hak Sang Pencipta saja.

Pernyataan: "Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan" sangat menarik. Kata yang diterjemahkan "pertemuan" di sini adalah mo'ed.

Mo'ed berarti "tempat yang ditunjuk untuk pertemuan." . . . Kata mo'ed menyimpan arti dasarnya "ditunjuk," tetapi beragam mengenai apa yang disepakati atau ditunjuk sesuai dengan konteksnya: waktu, tempat atau pertemuan itu sendiri . . . Arti mo'ed ditetapkan di dalam konteks agama Israel (The New Strong's Expanded Dictionary of Bible Words.)

Mo'ed sering menunjukkan waktu yang ditentukan atau tempat tanpa memperhatikan tujuan. Sejak perayaan-perayaan Yahudi muncul secara berkala, kata ini menjadi sangat diidentikkan dengan mereka . . . Mo'ed digunakan dalam arti luas untuk semua perkumpulan agama. Hal ini sangat erat hubungannya dengan kemah suci itu sendiri. [Yahuwah] bertemu dengan Israel di sana pada waktu tertentu untuk menyatakan kehendak-Nya. Ini adalah istilah umum untuk pertemuan ibadah umat [Yahuwah] (Hebrew-Greek Key Word Study Bible, "Lexical Aids to the Old Testament," 1626, penekanan diberikan.)

Setan berkata, dalam kitab Yesaya pasal 14, bahwa dia akan menjadi seperti Yang Mahatinggi  karena dia akan duduk di bukit pertemuan – bukit mo'ed. Dia akan menetapkan waktu untuk beribadah, dan dengan menjalankan kekuasaannya itu, dia merempas hak untuk disembah.

Pertama kali mo'ed muncul di dalam Alkitab adalah di dalam kitab Kejadian 1:14: "Berfirmanlah Elohim: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun".

Kata yang diterjemahkan "masa-masa yang tetap" adalah mo'ed. Tepat di pertengahan minggu Penciptaan, Kitab Suci mencatat bahwa salah satu tujuan benda-benda penerang di langit adalah untuk menentukan mo'ed – waktu yang ditetapkan untuk beribadah. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Mazmur 104:19 – "Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu".

Sekali lagi, kata "waktu" adalah mo'ed sedangkan kata "membuat" berarti melakukan, membuat atau menciptakan. Yahuwah menciptakan bulan dengan tujuan untuk mengungkapkan penetapan waktu-waktu ibadah.

Waktu-waktu ibadah yang mana? Itu semua tercantum di dalam kitab Imamat 23. Sebagian besar pasal itu dicatat dengan mencantumkan hari-hari raya tahunan: Paskah Passover, Hari Raya Roti Tidak Beragi, Pentakosta, Hari Raya Terompet, Hari Pendamaian dan Hari Raya Pondok Daun. Namun, hari raya yang paling utama adalah Sabat hari ketujuh:

Yahuwah berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut. Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi Yahuwah di segala tempat kediamanmu. (Imamat 23:1-3).

Kata  yang diterjemahkan "hari-hari raya" di sini, sekali lagi, adalah mo'ed.

Setan, dalam usahanya merebut kekuasaan Yahuwah tidak hanya berpikir untuk mengubah waktu-waktu dan hukum-hukum – dia telah melakukannya. Dia telah dengan lihai mengalihkan perhatian semua orang yang sungguh-sungguh ingin memelihara Sabat yang sejati. Fokusnya pada pertikaian hari Sabtu melawan hari Minggu. Tak seorang pun yang melihat bahwa pertikaian itu jauh lebih besar dari itu.

Pertarungan seputar ibadah ini akan terus tumbuh dan menyebar. Setiap orang di planet bumi harus membuat keputusan untuk menyembah Yahuwah di hari Sabat-Nya yang sejati, sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya, atau hanya mengelak bahwa kewajiban itu tidak relevan dengan kebutuhan-kebutuhan saat ini. Banyak orang akan memutuskan bahwa selama anda beribadah pada hari apapun dalam satu minggu, itu adalah sebaik Sabat hari ketujuh. Demi jaminan keamanan, mereka akan menerima sebuah sabat palsu.

Banyak orang, lebih dulu, akan memilih untuk berdiri teguh dan setia kepada Pencipta mereka, dengan menyembah Dia di hari yang kalender-Nya tetapkan. Kontroversi akan meningkat hingga mencapai titik seperti yang diperingatkan di dalam kitab Wahyu 16:13, 14 & 16:

Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Yahuwah Yang Mahakuasa . . . Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Armagedon.

Sejumlah besar spekulasi telah muncul dari kata "Armagedon" yang digunakan hanya sekali di dalam seluruh Alkitab. Para penulis film Hollywood telah menggabungkannya ke dalam banyak skenario-skenario apokaliptik, akhir dari dunia. Kata itu sendiri adalah aneh karena, meskipun kitab Wahyu ditulis dalam bahasa Yunani, "Armagedon" sebenarnya merupakan gabungan dari dua kata Ibrani. Kata pertama adalah har (#2022) yang berarti "bukit".

Para sarjana berbeda pendapat mengenai kata yang kedua di dalam gabungan ini. Beberapa orang percaya itu adalah #4023: Megiddo, yang merupakan sebuah tempat di Palestina. Masalah dari penafsiran ini adalah bahwa ketika seseorang pergi ke Megiddo, tidak ada bukit di sana! Kenyataannya, hanya ada sebuah lembah: "Lembah Megiddo". (Lihat 2 Tawarikh 35:22).

Pilihan lainnya adalah #4150: mo'ed. Seperti dalam kitab Wahyu 16:16 yang mengacu pada Bukit Mo'ed. Di dalam Alkitab, bukit adalah simbol pemerintahan. (Lihat Daniel 2, khususnya, ayat 34-35 dan 44.) Itu adalah bukit yang sama yang dimaksudkan dalam kitab Yesaya pasal 14 dimana Lucifer memberitahukan keinginannya untuk duduk di Bukit Pertemuan: ia menyatakan tujuannya untuk mengambil kendali atas pemerintahan Sorga dan hak untuk disembah.

Kontroversi berkepanjangan antara yang baik dan yang jahat telah menjadi sebuah konflik antara dua pemerintahan yang berbeda: Pemerintahan Kasih melawan Pemerintahan Jahat; sebuah Pemerintahan yang memberikan warganya kebebasan penuh untuk memilih berhadapan dengan sebuah pemerintahan yang memperbudak kehendak-kehendak warganya. Hari ibadah anda mengungkapkan pemerintahan mana yang anda janjikan kesetiaan.

Peperangan Armagedon adalah konfrontasi akhir di dalam perang ini. Itu adalah pertarungan antara dua pemerintahan yang berbeda dan waktu ibadah mereka yang berbeda. Armagedon adalah pertarungan penentuan karena Yahuwah pada akhirnya akan memilih sebuah kelompok orang-orang yang bersedia menaati hukum-Nya apapun juga yang akan diri mereka sendiri korbankan. Pertarungan ini akan dimainkan di medan pertempuran  mo'ed.

Setan telah menghabiskan 6,000 tahun terakhir membangun bukitnya – pemerintahannya, sistem ibadahnya yang palsu. Yahuwah, juga, memiliki sebuah sistem ibadah: ibadah yang kudus dan benar. Setiap sistem memiliki hari-hari rayanya sendiri. Tanda kesetiaan adalah hari yang anda pilih untuk ibadah, apakah itu yang diatur menurut kalender sejati yang ditetapkan oleh Yahuwah pada masa Penciptaan, atau yang diatur dengan kalender palsu, yang terpisah dari bulan di langit yang diciptakan untuk tujuan menentukan waktu-waktu ibadah.

Selama seminggu penciptaan, saat bulan di langit diciptakan untuk penanggalan (lihat Mazmur 104:19), peran lain yang ditugaskan adalah: "Berfirmanlah Elohim, jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun."

Kata yang diterjemahkan "tanda" adalah #226:

Owth berarti "tanda; pengenal." Kata ini mewakili sesuatu dimana seseorang atau kelompok  ditandai secara khas . . . [itu digunakan] untuk mewakili sebuah panji militer . . . Kata tersebut berarti "tanda" sebagai pengingat kewajiban seseorang . . .

(The New Strong's Expanded Dictionary of Bible Words, Thomas Nelson Publishers.)

Sabat sejati adalah semua tentang hal ini, dan lebih lagi. Sabat, sebagaimana yang dihitung menurut bulan di langit, adalah sebuah pengingat kewajiban kita, hak istimewa kita untuk menyembah Pencipta kita di mo'ed-Nya. Itulah tanda yang membedakan orang-orang yang menyembah Yahuwah dengan kalender luni-solar. Dalam pertarungan akhir antara yang baik dan yang jahat, mo'ed yang anda pelihara adalah panji militer yang menunjukkan di pihak mana anda berdiri.

Hasil nyata dari menyembah Yahuwah di hari Sabat yang sejati adalah keluar dan menjadi terpisah dengan seluruh dunia. Itu tidaklah mudah, nyaman atau populer. Sifat hati manusia bangkit untuk memberontak pada apapun yang sangat "aneh".

Generasi akhir digambarkan dalam kitab Wahyu 14:4 sebagai sebuah kelompok khusus: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Dia pergi". Untuk mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Dia menuntun, diperluhkan sebuah penyerahan kehendak secara total. Hanya mereka yang telah lebih dulu menyerahkan kehendak mereka ke titik kerelaan untuk taat jika itu adalah kebenaran, yang dapat mengetahui kebenaran di dalam sebuah doktrin yang tidak populer.

Semoga Yahuwah memberikan kepada setiap orang kerelaan agar dapar memiliki kerelaan untuk taat.


Armagedon (Video)