Yahuwah itu esa. Yahushua, sang mesias/kristus, adalah anak tunggal-Nya. Berlawanan dengan kepercayaan umum, Alkitab tidak mengajarkan bahwa kristus adalah sang Pencipta itu sendiri, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Bapa dan anak adalah pribadi/makhluk yang sama, dan bahkan Alkitab tidak mengajarkan bahwa Yahushua sudah ada sebelum kelahirannya di Betlehem. Ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu direnungkan oleh para pencari kebenaran yang tulus...
"Injil Kemakmuran" adalah sesat itu tidak lain adalah korupsi rohani!
Jangan tertipu! Roh yang dimanifestasikan oleh para penyembuh iman dan orang-orang yang mengaku "rebah dalam roh" bukanlah Roh Kudus dari Yahuwah.
“Sekali selamat, tetap selamat?” Jutaan umat Kristen saat ini mengajarkan bahwa orang yang telah ditebus memiliki “jaminan kekal,” dan bahwa sekali seseorang telah diselamatkan, mereka akan tetap selamat. Sayangnya, doktrin yang tidak Alkitabiah ini meninabobokkan banyak orang untuk tidur dan menuntun mereka ke dalam rasa aman yang palsu.
Walaupun orang-orang yang percaya pada takdir tidak diragukan lagi tulus dalam keyakinan mereka, namun doktrin ini berbahaya karena salah mengartikan dan memutarbalikkan karakter Yahuwah yang penuh kasih. Artikel ini akan membahas berbagai komponen doktrin takdir dan menjelaskan bagaimana keyakinan ini bertentangan dengan Kitab Suci.
Sebuah kajian mendalam mengenai salah satu topik yang paling banyak disalahpahami di seluruh Alkitab: Neraka. Apakah orang-orang fasik dan orang-orang yang tidak mau bertobat benar-benar akan disiksa selama-lamanya dengan tidak berkesudahan? Tidak. Mereka akan dibinasakan!
"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam". (Matius 12: 39-40, NKJV).
Artikel ini mengkaji makna sebenarnya dari ayat yang sering disalahmengerti ini.Banyak orang Kristen tulus yang percaya bahwa ada nilai yang penting dalam semua hal yang berbau Ibrani. Ini adalah sebuah tipuan Setan yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian mereka dari semua isu-isu yang sangat penting yang dipertaruhkan pada hari-hari penutupan sejarah bumi ini.
Badai spritualisme telah menguasai dunia. Beberapa orang percaya pada kenyataan lahiriah saat ini, dan orang banyak mengikuti praktek-praktek okultisme berdasarkan ilusi bahwa jiwa manusia secara alami abadi dan orang mati melihat dan berkomunikasi dengan orang hidup. Apakah ini adalah masalah? Apakah hal tersebut adalah hanya sebuah permainan yang menarik, penghiburan atas kehilangan, atau ada kejutan yang fatal di ujung jalan? Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan memberikan dasar yang kuat untuk pengharapan yang sejati.
Banyak orang saat ini bingung dengan Kitab Galatia. Baik para pemelihara-hari Minggu maupun pemelihara-hari Sabtu menggunakan ayat-ayat yang ditemukan di dalam kitab Galatia untuk "membuktikan" bahwa beberapa atau semua dari waktu-waktu yang ditetapkan oleh Yahuwah telah disalibkan dan tidak lagi mengikat orang-orang Kristen zaman sekarang. Namun, sebuah kajian pada perihal ini, mengungkapkan sesuatu yang sama sekali berbeda.
Kitab Roma pasal 14 adalah salah satu pasal yang paling sering disalahartikan dari seluruh perjanjian baru. Kata-kata Paulus di sini sering dipelintir untuk menunjukkan bahwa hari Sabat Yahuwah dan hari-hari raya tahunan tidak lagi relevan dengan orang-orang Kristen pada zaman sekarang, dan bahwa semua orang bebas memilih pada hari mana, jika ada, untuk mereka beristirahat dari pekerjaan mereka dan menyembah Sang Pencipta. Namun, sebuah pembelajaran yang seksama terhadap konteks dari pasal ini mengungkapkan kesalahan dari ide ini. Paulus selalu memelihara perayaan tahunan dan Sabat hari ke-tujuh dan dia mengajarkan agar orang-orang yang dia tobatkan melakukan hal yang sama!
Salah satu angin pengajaran yang telah tumbuh kuat pada hari-hari terakhir ini adalah keyakinan bahwa Paulus itu adalah seorang rasul palsu. Artikel ini membahas bahaya yang ditimbulkan dari mempercayai ajaran salah ini.
Semakin banyak pencari kebenaran yang berhati-tulus yang menemukan sebuah dugaan yang mengejutkan: pernyataan bahwa Gereja Katholik Roma bertanggung jawab memberikan kepada dunia Alkitab seperti yang kita kenal sekarang. Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? Bacalah lebih lanjut untuk menemukan apa yang telah diungkapkan dengan jelas oleh sejarah!
Alkitab selalu mengajarkan bahwa Hukum itu kekal. Hukum itu akan selalu dijaga, baik di bumi maupun di Sorga. Ayat Alkitab manapun yang telah digunakan untuk “membuktikan” bahwa hukum itu telah dipakukan di atas salib adalah ayat Alkitab yang telah diputarbalik untuk mendukung rencana Setan yang menuntun semua orang melanggar Perintah-perintah Yahuwah. Efesus 2:15 adalah ayat terkenal yang digunakan untuk mendukung pernyataan yang keliru bahwa Hukum itu telah dibatalkan dengan kematian Yahushua.
Kebanyakan agama-agama dunia mengajarkan bahwa jiwa tidak ikut mati bersama dengan tubuh. Banyak yang percaya bahwa kesadaran fikiran dari seseorang tetap ada sekalipun tubuhnya sudah mati. Namun, kepercayaan ini, membuka pintu untuk penipuan setan. Ketika anda percaya bahwa orang yang sudah meninggal tetap memiliki kesadaran jiwa dan dapat berkomunikasi dengan anda, itu akan membuat setan mengambil rupa orang yang dikasihi yang telah meninggal itu dan berkomunikasi langsung dengan anda.